Paten Skuter Listrik Yamaha Muncul, Baterai Lepas dan Belt Drive Jadi Petunjuk

Author: Qoo Media

Yamaha dikabarkan sedang menyiapkan calon skuter listrik untuk pasar global. Gambar paten yang beredar memperlihatkan pendekatan berbeda lewat baterai yang dapat dilepas serta motor tengah dengan penggerak sabuk.

Model ini belum diumumkan secara resmi oleh Yamaha, sehingga nama, spesifikasi, dan jadwal peluncurannya belum diketahui. Namun, rancangan tersebut memberi gambaran arah pengembangan Yamaha di segmen skuter listrik untuk kebutuhan komuter harian.

Menurut laporan oto.detik.com yang mengutip AMCN, desain skuter itu telah diajukan sebagai paten di Jepang. Kehadiran dokumen paten tidak selalu memastikan sebuah produk akan diproduksi massal, tetapi desainnya menunjukkan detail kendaraan yang cukup lengkap.

Tampilan bodinya mengusung garis tegas dan bersudut dengan kesan modern. Meski bernuansa futuristis, bentuk keseluruhannya tetap sederhana dan tampak ditujukan untuk penggunaan sehari-hari.

Bagian depan terlihat agresif dengan lampu utama ganda dan DRL LED berbentuk huruf V. Windshield transparan berukuran kecil serta spion bersudut turut memperkuat karakter sporty pada skuter tersebut.

Yamaha tampak memakai velg alloy berukuran 12 inci pada rancangan ini. Sistem pengereman juga terlihat menggunakan rem cakram di kedua roda, depan dan belakang.

Susunan komponen yang terlihat pada gambar paten mengarah pada skuter yang mengutamakan kestabilan dan kenyamanan. Detail sektor kaki-kaki serta pengeremannya dapat diringkas sebagai berikut.

Bagian Roda Depan Roda Belakang
Pengereman Rem cakram Rem cakram
Suspensi Teleskopik Dual shockbreaker

Suspensi belakang pada desain itu ditempatkan sedikit lebih maju. Posisi tersebut diduga berkaitan dengan kebutuhan menopang bobot baterai yang disimpan di bawah jok.

Konfigurasi baterainya menjadi salah satu bagian yang paling menarik karena diduga menggunakan baterai removable atau baterai yang dapat dilepas. Unit baterai itu diperkirakan ditempatkan di area bawah jok, bukan dipasang secara permanen pada kendaraan.

Pendekatan tersebut berbeda dengan Yamaha EC-06 yang disebut memakai baterai permanen. Konsepnya justru disebut mirip dengan Aerox-E, meski Yamaha belum menjelaskan rincian kapasitas maupun teknologi baterai untuk model dalam paten ini.

Rancangan penggeraknya juga memperlihatkan motor listrik yang dipasang di bagian tengah atau mid-mounted motor. Tenaga dari motor tersebut kemudian disalurkan menuju roda belakang melalui sistem belt drive.

Untuk mendukung fungsi komuter, skuter ini memiliki jok lebar dengan satu bidang duduk. Dek kaki rata, pegangan belakang yang menyatu dengan bodi, dan ruang untuk pembonceng juga terlihat dalam desainnya.

Sejumlah fitur turut diperkirakan hadir berdasarkan detail pada gambar, termasuk kompartemen penyimpanan depan dan port USB untuk mengisi daya gawai. Panel instrumen digital berbentuk persegi panjang, sistem keyless, serta konektivitas smartphone juga disebut berpotensi menjadi bagian dari kelengkapannya.

Belum ada angka resmi mengenai tenaga motor maupun kapasitas baterainya. Meski demikian, performanya diperkirakan setara skuter bensin kelas 125 cc, yang dapat menempatkannya di persaingan skuter listrik entry level jika benar diproduksi.

Yamaha sendiri telah memasarkan Yamaha Aerox E di India sebagai salah satu model listriknya. Skuter tersebut dibanderol INR 281.600, sementara hubungan model itu dengan desain paten baru ini belum dikonfirmasi oleh pabrikan.

Karena masih berupa gambar paten, seluruh detail teknis pada calon skuter listrik Yamaha ini masih perlu menunggu penjelasan resmi. Yang sudah terlihat, Yamaha sedang mengeksplorasi kombinasi desain komuter, baterai lepas, dan belt drive untuk model listrik berikutnya.

Terbaru