Ledakan Penjualan Mobil Listrik! Pasar Berubah dalam Hitungan Bulan

Disokong oleh subsidi pemerintah senilai triliunan rupiah, penjualan mobil listrik berbasis baterai (battery electric vehicle/BEV) di Indonesia mencatat pertumbuhan signifikan selama lima bulan pertama tahun 2025. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), total penjualan mobil listrik pada periode Januari hingga Mei mencapai 30.327 unit.

Tren penjualan menunjukkan peningkatan tajam di awal tahun. Pada Januari 2025, tercatat 2.513 unit mobil listrik terjual. Angka tersebut melonjak lebih dari dua kali lipat pada Februari menjadi 5.178 unit, dan kembali meroket menjadi 8.845 unit pada Maret. Namun, memasuki kuartal kedua, penjualan mulai terkoreksi, turun menjadi 7.400 unit pada April dan 6.391 unit pada Mei.

Meskipun terjadi penurunan, angka tersebut tetap tergolong tinggi jika dibandingkan dengan capaian tahun sebelumnya. Lonjakan ini tidak lepas dari kebijakan subsidi besar-besaran dari pemerintah. Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 12 Tahun 2025, pemerintah memberikan sejumlah insentif penting seperti PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sebesar 10%, PPnBM DTP sebesar 15%, serta pembebasan bea masuk untuk mobil listrik dalam bentuk completely built up (CBU) dan completely knocked down (CKD).

Total anggaran yang dikucurkan pemerintah untuk mendukung kendaraan listrik pada tahap I tahun 2025 mencapai Rp13,2 triliun, melampaui anggaran program bantuan tarif listrik dan Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP). Subsidi ini eksklusif bagi kendaraan bermotor listrik berbasis baterai, sementara mobil hybrid hanya memperoleh insentif terbatas, dengan realisasi anggaran Rp800 miliar.

Kompetisi merek kendaraan listrik di pasar domestik juga semakin ketat. Merek-merek asal Tiongkok mendominasi pasar, seperti Wuling, Chery, Aion, dan XPeng, yang sebagian besar telah memulai produksi lokal. Sementara itu, BYD, meski belum merakit secara lokal, berhasil meraih posisi teratas dalam penjualan berkat model yang diimpor langsung dari China.

Berikut adalah daftar mobil listrik terlaris pada Mei 2025:

  • BYD Sealion 7: 1.232 unit (turun 31,28% dari bulan sebelumnya)

  • BYD M6: 1.184 unit

  • Denza D9 (sub-merek premium BYD): 630 unit

  • Chery J6: 580 unit (diproduksi lokal di Bekasi)

  • Wuling Air EV dan Binguo EV: masing-masing 419 unit (diproduksi di Cikarang)

Produksi lokal tampaknya menjadi strategi penting untuk mempertahankan daya saing harga di tengah pemberian subsidi. Contohnya, Chery menggandeng PT Handal Indonesia Motor untuk memproduksi mobilnya di Bekasi, sementara Wuling telah lama merakit model EV mereka di Cikarang.

Meskipun pasar otomotif nasional masih mengalami kelesuan secara keseluruhan, sektor mobil listrik menunjukkan daya tahan yang kuat berkat kebijakan fiskal yang agresif. Ini mengindikasikan bahwa permintaan terhadap kendaraan ramah lingkungan mulai mengakar, meski masih sangat bergantung pada insentif pemerintah.

Ke depan, kompetisi diprediksi akan semakin sengit seiring rencana beberapa merek lain untuk merakit secara lokal guna memanfaatkan fasilitas insentif penuh. BYD, misalnya, tengah membangun pabrik yang ditargetkan rampung akhir 2025. Jika berhasil berproduksi lokal, kemungkinan harga akan lebih kompetitif, yang pada akhirnya mendorong penetrasi pasar lebih luas lagi.

Terkait