BMW menempati posisi teratas sebagai merek mobil dengan jumlah pelanggaran mengemudi dalam keadaan mabuk (DUI) terbanyak di Amerika Serikat sepanjang tahun 2024. Studi terbaru dari LendingTree yang mengolah jutaan data kutipan asuransi dari 50 kota terbesar di AS menemukan bahwa pengemudi BMW mencatat tingkat pelanggaran DUI sebesar 3,09 kasus per 1.000 pengemudi. Angka ini melampaui merek lain seperti Ram (3,00 kasus), Acura (2,69 kasus), Audi dan Volvo (masing-masing 2,42 kasus).
Profil Pengemudi BMW dan Tingkat Pelanggaran DUI
LendingTree menyebutkan bahwa pengemudi BMW tidak hanya populer di kalangan kelas atas, tetapi cenderung memiliki tingkat pelanggaran mengemudi berisiko tinggi yang lebih sering, khususnya terkait DUI. Hal ini agak kontras dengan rata-rata nasional yang berada di angka 1,90 kasus per 1.000 pengemudi. Fakta ini memicu perhatian khusus mengenai korelasi antara pilihan merek kendaraan dengan perilaku pengemudi di jalan raya.
Menurut laporan tersebut, merek kendaraan memang dapat mencerminkan pola berkendara penggunanya, terutama dalam hal pelanggaran yang membahayakan keselamatan umum. BMW menjadi sorotan karena angka pelanggaran DUI-nya yang menonjol dibandingkan merek-merek lain di pasar yang sama.
Perbandingan dengan Merek Lain dan Data Lengkap
Di sisi lain, merek mobil Mercury tercatat memiliki tingkat DUI terendah, hanya 0,86 kasus per 1.000 pengemudi. Namun, angka ini dinilai kurang representatif karena Mercury sudah tidak memproduksi mobil baru sejak lebih dari satu dekade lalu. Untuk merek aktif saat ini, Land Rover dan Lincoln berada di peringkat terendah berikutnya dengan 1,16 kasus DUI per 1.000 pengemudi.
Berikut peringkat beberapa merek utama berdasarkan jumlah pelanggaran DUI per 1.000 pengemudi:
- BMW: 3,09 kasus
- Ram: 3,00 kasus
- Acura: 2,69 kasus
- Audi: 2,42 kasus
- Volvo: 2,42 kasus
…
Rata-rata nasional: 1,90 kasus per 1.000 pengemudi
Kota-Kota dengan Tingkat DUI Tertinggi
Selain merek kendaraan, studi LendingTree juga mengidentifikasi kota-kota dengan tingkat pelanggaran DUI tertinggi. Omaha, Nebraska, menempati posisi pertama dengan 4,48 kasus per 1.000 pengemudi, yang berarti dua kali lipat dari angka rata-rata nasional. Kota-kota lain yang masuk dalam daftar adalah San Jose, Sacramento, dan Fresno di California, serta Virginia Beach di posisi keempat.
Hal ini menunjukkan variasi geografis dalam perilaku berkendara yang berisiko dan menekankan pentingnya perhatian khusus dari pemerintah setempat dalam mengatur dan mensosialisasikan keselamatan jalan.
Faktor Usia dan Keterlibatan DUI
Analisis data juga mengungkapkan bahwa generasi muda, khususnya Gen Z (usia 18–27 tahun), menjadi kelompok usia paling sering terlibat pelanggaran DUI. Mereka mencatat 2,62 kasus DUI per 1.000 pengemudi, lebih tinggi dibandingkan generasi milenial, Gen X, maupun kelompok usia yang lebih tua. Temuan ini penting dalam merancang program edukasi keselamatan berkendara yang menyasar kelompok usia muda.
Dampak dan Implikasi Keselamatan Berkendara
Dominasi BMW dalam angka pelanggaran DUI memperlihatkan bahwa pilihan kendaraan berjalan seiring dengan perilaku berkendara penggunanya. Faktor gaya hidup, ekspektasi performa, serta daya beli tampaknya mempengaruhi kecenderungan risiko yang diambil pengemudi di jalan.
Studi LendingTree ini memberi gambaran penting bahwa keselamatan berkendara tidak hanya bergantung pada faktor eksternal seperti aturan dan infrastruktur, tapi juga dari kesadaran dan karakteristik pengguna mobil. Upaya pencegahan perlu difokuskan tidak hanya pada pengawasan hukum, tapi juga edukasi perilaku pengendara, terutama bagi merek yang memiliki catatan pelanggaran tinggi seperti BMW.
Informasi ini sekaligus menjadi bahan refleksi bagi produsen kendaraan, pengemudi, serta otoritas terkait dalam menanggapi isu keselamatan di jalan secara komprehensif dan berkelanjutan.





