Ribuan pemilik Toyota Corolla di Australia melakukan gugatan hukum terhadap produsen mobil asal Jepang tersebut, terkait masalah kualitas cat pada kendaraan mereka. Gugatan ini berfokus pada model Corolla produksi 12 Juli 2010 hingga 30 September 2014 yang menggunakan kode warna cat 040 putih, yang dikenal dengan nama Glacier White, Super White, hingga Super White II. Para pemilik mengklaim bahwa cat mobil mereka mudah mengelupas dan rusak ketika terpapar sinar matahari dalam jangka waktu lama.
Menurut data dari firma hukum William Roberts, yang mengajukan gugatan tersebut, cacat cat itu dinilai tidak memenuhi standar kualitas yang diatur dalam Hukum Konsumen Australia. Dampak kerusakan cat ini tidak hanya menimbulkan kerugian finansial berupa biaya perbaikan, melainkan juga mendorong penurunan nilai jual kendaraan secara signifikan. Selain itu, para penggugat menyatakan mengalami tekanan emosional akibat masalah ini, yang seharusnya bisa diprediksi dan dicegah oleh Toyota sejak awal produksi.
Masalah ini sebenarnya bukan hal baru. Pada tahun 2022, Toyota Australia pernah mengakui adanya kerusakan pada cat akibat paparan sinar ultraviolet (UV) matahari yang menyebabkan melemahnya daya rekat antara lapisan primer cat dan logam bodi kendaraan. Dalam pernyataan resmi mereka, Toyota menjelaskan bahwa sinar UV memicu pengelupasan cat, khususnya pada varian warna putih dengan kode tersebut. Namun, firma hukum penyebab gugatan menilai bahwa Toyota tidak pernah menginformasikan cacat tersebut secara transparan kepada publik saat kendaraan masih diproduksi dan dijual.
Perkara ini semakin kompleks karena jumlah pasti pemilik Toyota Corolla yang terdampak dan bergabung dalam gugatan belum terdata secara resmi. Namun, terlihat dari keberadaan grup Facebook yang membahas permasalahan cat mengelupas pada berbagai model Toyota, sudah ada lebih dari 7.000 anggota aktif yang mengeluhkan kondisi serupa. Hal ini menggambarkan betapa luasnya masalah yang dialami pemilik kendaraan.
Sebagai penanggapan awal terhadap gugatan ini, Toyota Australia membantah semua tuduhan yang dilayangkan dan menyatakan akan melakukan pembelaan secara tegas dalam proses hukum. Pabrikan tersebut berkomitmen untuk mempertahankan posisi mereka dan mencoba menyelesaikan persoalan ini dengan mempertimbangkan kepentingan konsumen serta reputasi perusahaan di pasar.
Gugatan ini menjadi salah satu kasus penting yang menggarisbawahi pentingnya kualitas cat kendaraan sebagai faktor utama dalam kepuasan dan kepercayaan konsumen. Mobil yang mengalaminya tidak hanya menimbulkan kerugian material, tapi juga berdampak pada persepsi pembeli dan nilai investasi kendaraan.
Kejadian ini juga membuka diskusi lebih panjang mengenai tanggung jawab produsen dalam menyampaikan informasi tentang masalah teknis produk secara transparan dan tepat waktu, termasuk potensi risiko yang mungkin muncul selama masa pakai kendaraan. Konsumen berharap agar kasus seperti ini mendapat perhatian serius dari industri otomotif, sehingga standardisasi kualitas dapat diperketat agar masalah serupa tidak terulang.
Sementara itu, para pengamat industri otomotif menyarankan agar pemilik Toyota Corolla yang mengalami masalah cat ini terdokumentasi dengan baik dan mengawal proses hukum demi mendapatkan haknya. Di sisi lain, kasus ini bisa menjadi wawasan penting bagi produsen lain untuk menjaga standar kualitas agar tidak merusak reputasi dan kepercayaan konsumen dalam jangka panjang.






