Jaguar Land Rover (JLR) baru-baru ini memperkenalkan desain ulang logo untuk merek mobil mewah Range Rover, yang langsung menuai kritik dari publik. Logo baru ini menampilkan huruf “R” yang diputar dan dicerminkan, serupa dengan tren desain visual merek-merek mewah seperti Gucci, Fendi, dan Chanel. Perubahan tersebut dimaksudkan untuk membedakan Range Rover secara visual dari sub-mereknya tanpa menggantikan tulisan “Range Rover” yang biasa terpasang di kendaraan.
Logo baru ini dirancang untuk digunakan di area dengan ruang terbatas, seperti label aksesori, pola interior, atau elemen dekoratif dalam acara, bukan pada bagian depan atau belakang mobil. JLR menyatakan bahwa desain baru ini memberikan fleksibilitas dalam berbagai aplikasi visual yang tidak memerlukan logo utama. Motif baru ini memiliki unsur gaya Yunani-Romawi dan disusun seperti pola papan catur, yang dijadwalkan akan mulai diterapkan di interior model Range Rover mendatang.
Namun, reaksi publik terhadap logo ini cukup negatif. Penggemar dan pengguna aktif di forum otomotif seperti Autocar menyampaikan ketidakpuasan mereka. Beberapa komentar menilai desain tersebut tidak menarik dan bahkan menganggapnya kurang pantas, dengan sindiran bahwa logo ini “cocok sebagai alas sepatu berlumpur.” Kritik yang muncul menunjukkan bahwa perubahan estetika ini belum berhasil mendapat penerimaan yang luas meskipun memiliki tujuan memperbarui citra merek.
Perubahan logo Range Rover ini adalah bagian dari strategi jangka panjang JLR yang diumumkan pada 2023. Strategi tersebut meliputi reposisi Land Rover bukan lagi sebagai merek induk tunggal, tapi sebagai rumah bagi beberapa merek yakni Range Rover, Defender, Discovery, dan Jaguar. CEO JLR, Adrian Mardell, memastikan bahwa nama Land Rover akan tetap eksis dan menjadi bagian penting dari perusahaan, terlihat dari penggunaannya di kendaraan, media sosial, situs web, maupun toko ritel.
Sebelumnya, Jaguar, salah satu merek di bawah JLR, juga mengalami perubahan identitas visual dan meluncurkan mobil konsep baru sebagai bagian dari transformasi tersebut. Namun, bagi Range Rover, desain ulang logo ini menandai perubahan identitas visual pertama sejak peluncurannya pada tahun 1970. Hal ini menunjukkan komitmen JLR dalam memperbarui merek sesuai dengan tren dan kebutuhan pasar saat ini.
Di samping polemik desain logo, Range Rover tetap fokus pada pengembangan teknologi dan kemampuan produk. Contohnya, mobil listrik Range Rover telah menunjukkan kemampuan off-road yang mumpuni saat diuji coba di gurun Arab. Hal ini memperkuat posisi Range Rover sebagai merek mobil mewah yang menggabungkan teknologi canggih dengan performa luar biasa di berbagai medan.
Secara keseluruhan, perubahan logo Range Rover ini menggambarkan dinamika dalam dunia otomotif mewah yang terus berinovasi namun harus bisa mempertahankan karakter dan identitas yang sudah melekat kuat pada konsumen. JLR tampaknya ingin menyesuaikan diri dengan gaya modern tanpa menghilangkan warisan sejarah yang selama ini menjadi bagian penting dari daya tarik merek Range Rover. Tantangan berikutnya adalah bagaimana perusahaan bisa menyikapi berbagai kritik dan mendengarkan suara pelanggan agar inovasi desainnya dapat diterima dengan baik di masa depan.





