Mercedes-Benz dikabarkan akan menghentikan produksi model EQE saloon (sedan) dan EQE SUV pada tahun 2026 sebagai bagian dari penataan ulang lini kendaraan listrik mereka. Keputusan ini bukan karena kalah bersaing dengan sedan listrik premium buatan BYD yang tengah merajai pasar, melainkan hasil evaluasi internal terkait adanya tumpang tindih antar-model yang dapat berdampak negatif terhadap penjualan Mercedes-Benz sendiri.
Menurut laporan dari Autocar pada September 2025, Mercedes-Benz menilai keberadaan EQE saloon justru dapat mengganggu daya jual model listrik lain dalam portofolio mereka. Sebagai gantinya, model yang akan mengambil peran EQE sedan dan SUV adalah C-Class EQ serta GLC EQ, yang dibangun menggunakan platform listrik terbaru MB.EA-M 800V. Platform ini diklaim membawa peningkatan signifikan dalam aspek efisiensi, praktek penggunaan, serta teknologi sasis yang setara dengan EQE.
Penataan Lini Mobil Listrik Mercedes-Benz
Mercedes-Benz sempat merencanakan facelift besar untuk EQE sedan dan SUV dengan pembaruan teknologi seperti sistem arsitektur listrik 800V serta inverter berbahan silikon karbida, namun rencana tersebut akhirnya ditiadakan. Peningkatan teknologi terbaru kini difokuskan pada model EQS sedan dan SUV, sementara EQE akan digantikan oleh generasi baru yang dikembangkan dengan pendekatan berbeda.
C-Class EQ sedan direncanakan akan meluncur pada tahun 2026 dengan fitur unggulan seperti suspensi udara dan kemudi roda belakang, yang dipercaya mampu memberikan kenyamanan dan kontrol berkendara lebih baik. Sementara itu, GLC EQ akan diperkenalkan lebih awal di Munich Motor Show 2025. SUV listrik ini menawarkan kapasitas bagasi hingga 570 liter, ditambah ruang frunk 128 liter, menempatkan ruang kargo lebih besar dibanding EQE SUV. GLC EQ juga memiliki kemampuan menarik trailer seberat 2.500 kg, menunjukkan kemampuan utilitas yang lebih variatif.
Persaingan dengan BYD di Segmen Sedan Listrik
Meskipun sempat muncul anggapan bahwa penghentian produksi EQE sedan terkait dengan penurunan popularitas akibat agresifnya mobil listrik sedan dari BYD, Mercedes-Benz menegaskan bahwa hal tersebut tidak menjadi alasan utama. Namun, faktanya, mobil listrik sedan BYD memang menunjukkan performa penjualan yang impresif di pasar Eropa. Pada Juli 2025 saja, BYD berhasil menjual 7.050 unit sedan listrik di benua tersebut, menandai tren pertumbuhan penerimaan konsumen terhadap produk dari pabrikan Tiongkok ini.
Seorang juru bicara Mercedes-Benz menyampaikan bahwa meskipun masih belum ada pengumuman resmi mengenai penghentian produksi EQE, pengembangan pengganti untuk EQE sedan tengah dalam tahap akhir. Mobil baru ini akan menggunakan platform yang sama dengan C-Class EQ dan GLC EQ, dan dijadwalkan meluncur pada tahun 2027. Strategi ini diharapkan mampu memberikan daya saing lebih kuat pada lini kendaraan listrik Mercedes-Benz, khususnya untuk menghadapi persaingan ketat dari produsen lain seperti BYD.
Fokus Mercedes-Benz pada Platform MB.EA dan Diversifikasi Model
Melalui pemanfaatan platform MB.EA-M 800V, Mercedes-Benz mengambil langkah strategis dalam menyederhanakan dan mengoptimalkan lini kendaraan listrik mereka. Keunggulan platform ini meliputi teknologi canggih, efisiensi baterai yang lebih baik, serta fleksibilitas desain yang memungkinkan pembuatan berbagai tipe kendaraan mulai dari sedan hingga SUV dengan performa dan kenyamanan optimal.
Pilihan untuk mengintegrasikan fitur suspensi udara dan kemudi roda belakang pada model C-Class EQ menjadi bukti komitmen Mercedes untuk tetap mempertahankan identitas mobil premium dengan keunggulan teknologi dan pengendalian unggulan. GLC EQ yang siap dipasarkan juga menambah variasi produk bagi konsumen yang menginginkan kendaraan listrik praktis dengan kemampuan utilitas tinggi.
Dengan perubahan ini, Mercedes-Benz sekaligus mengambil langkah antisipasi terhadap dinamika pasar mobil listrik yang terus berkembang dan semakin kompetitif, di mana merek-merek seperti BYD semakin mendominasi segmen kendaraan listrik khususnya sedan di berbagai wilayah.
Keseriusan Mercedes-Benz mengembangkan model pengganti EQE dengan platform lebih baru beserta fitur-fitur anyar menandakan pergerakan pabrikan asal Jerman ini dalam menjaga eksistensinya di pasar mobil listrik global. Hadirnya produk-produk baru yang lebih efisien dan multifungsi diharap mampu merespon cepat tuntutan pasar yang semakin variatif dan kompetitif.
