Tiongkok Bakal Larang Pemasangan Gagang Pintu Tersembunyi pada Mobil, Simak Alasannya

Otoritas China berencana melarang pemasangan gagang pintu mobil yang dapat ditarik sepenuhnya sehingga tampak menyatu dengan bodi kendaraan. Larangan ini didasarkan pada pertimbangan keselamatan dan kekhawatiran terkait fungsionalitas gagang pintu tersembunyi yang selama ini banyak digunakan terutama pada mobil listrik modern. Rencana tersebut diperkirakan akan mulai diberlakukan pada Juli 2027 dengan masa transisi satu tahun bagi industri otomotif.

Gagang pintu yang disebut sebagai "fully retractable door handle" ini memang populer karena desainnya yang futuristik dan memberikan manfaat aerodinamis. Meski demikian, beberapa isu serius terutama soal keamanan dan keandalan telah memicu diskusi untuk regulasi baru di China. Data dari industri menunjukkan bahwa gagang pintu elektrik semacam ini mengalami tingkat kegagalan yang cukup tinggi dan biaya perawatan yang lebih mahal dibandingkan gagang pintu mekanis tradisional.

Alasan Pelarangan Gagang Pintu Tersembunyi

Salah satu alasan utama pelarangan adalah risiko kegagalan fungsi gagang pintu yang dapat menghambat keselamatan penumpang dalam situasi darurat. Misalnya, dalam kejadian kebakaran atau kehilangan daya listrik pada kendaraan, gagang pintu elektronik yang tersembunyi sering kali tidak dapat beroperasi dengan baik, sehingga menyulitkan proses evakuasi. Seorang profesional dari perusahaan otomotif dalam wawancara dengan Mingjing Pro pada 4 September 2025 menyatakan bahwa peraturan baru akan secara eksplisit melarang pemasangan gagang pintu yang dapat ditarik sepenuhnya.

Selain itu, laporan Asosiasi Konsumen China menunjukkan peningkatan keluhan terkait kecelakaan, terutama kasus jari anak-anak yang terjepit pada gagang pintu tersembunyi, meningkat hingga 132% pada tahun 2024 dibandingkan tahun sebelumnya. Pemimpin produsen mobil Great Wall Motor, Wei Jianjun, juga mengkritik desain ini karena dianggap berat, berisik, serta memiliki sistem penyegelan yang buruk dan ketergantungan tinggi terhadap tenaga listrik yang berpotensi membahayakan keselamatan.

Pengaturan dan Masa Transisi

Saat ini, Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China tengah mengerjakan revisi standar nasional wajib mengenai “Persyaratan Teknis Keselamatan untuk Gagang Pintu Mobil”. Proses revisi berlangsung sejak Mei 2025, dengan fokus khusus pada risiko keselamatan dari penggunaan gagang pintu tersembunyi. Proposal rancangan regulasi yang sedang disusun diperkirakan akan selesai bulan ini, yang akan mengatur pelarangan total terhadap gagang pintu fully retractable dengan masa transisi selama satu tahun.

Artinya, mulai Juli 2027, mobil baru yang dijual di China tidak diperkenankan memakai desain gagang pintu yang bisa ditarik sepenuhnya dan tersembunyi. Sementara itu, produsen masih diperbolehkan menggunakan gagang pintu semi-retractable atau mekanis asalkan dilengkapi dengan redundansi mekanis untuk memastikan keandalan operasional.

Respons Industri Otomotif

Beberapa produsen kendaraan listrik di China telah menggunakan gagang pintu fully retractable untuk menambah nilai estetika dan penurunan hambatan angin demi efisiensi energi. Termasuk juga merek global seperti Tesla Model S dan Hyundai Ioniq 5 yang menggunakan desain serupa. Namun, melihat masalah yang muncul, beberapa pabrikan mulai mengadopsi strategi berbeda.

Volkswagen, misalnya, memilih menggunakan gagang pintu semi-retractable yang tidak sepenuhnya tersembunyi, sebagai kompromi antara desain modern dan keamanan. Langkah ini dianggap lebih praktis dan memberikan keandalan lebih tinggi, sekaligus menghindari potensi komplikasi saat penyelamatan darurat.

Dampak bagi Konsumen dan Industri

Pelarangan gagang pintu tersembunyi di China merupakan langkah penting untuk meningkatkan keselamatan pengguna kendaraan listrik yang makin populer. Selain mengurangi risiko kegagalan akses pintu, kebijakan ini juga berpotensi menurunkan biaya perbaikan akibat gangguan pada komponen pintu elektronik.

Industri otomotif China dihadapkan pada tantangan menyesuaikan desain kendaraan dengan regulasi baru tanpa mengorbankan inovasi dan estetika. Pabrikan harus mencari alternatif gagang pintu yang memberikan keseimbangan antara fungsi, keselamatan, dan daya tarik visual.

Langkah regulasi ini juga mencerminkan perhatian khusus pemerintah China terhadap keselamatan transportasi dan upaya mendorong standar kualitas otomotif yang lebih ketat di tengah perkembangan pesat kendaraan elektrik. Dengan masa transisi hingga Juli 2027, produsen kendaraan diharapkan memiliki waktu cukup untuk menyesuaikan produksi sekaligus menguji keandalan sistem pintu yang baru.

Berita Terkait

Back to top button