Sejak diluncurkan pada Juni 2023, Pertamax Green 95 yang merupakan campuran bensin Pertamax dengan 5% bioetanol (E5) mendapat banyak perhatian. Bahan bakar ini diklaim lebih ramah lingkungan dan memiliki angka oktan (RON) yang lebih tinggi, yakni 95, dibandingkan Pertamax biasa. Namun, pertanyaan yang sering muncul adalah apakah campuran bensin dengan etanol ini aman untuk digunakan pada mobil tua atau populer disebut motuba?
Bensin dengan campuran etanol memang menawarkan keuntungan dari segi pembakaran yang lebih sempurna dan emisi gas buang yang lebih rendah. Meski demikian, keamanan penggunaan Pertamax Green pada kendaraan lawas perlu diperhatikan secara cermat. Etanol memiliki sifat yang bisa menimbulkan risiko, terutama pada mobil yang komponennya belum didesain untuk menghadapi bahan bakar bercampur alkohol.
Risiko Penggunaan Etanol pada Mobil Tua
Berdasarkan informasi dari berbagai sumber terpercaya, mobil-mobil yang dibuat sebelum tahun 2000 umumnya dirancang untuk menggunakan bensin murni tanpa kandungan etanol. Penambahan etanol dalam bahan bakar bisa membawa beberapa masalah penting bagi mesin lawas, antara lain:
-
Menyerap Air
Etanol sangat higroskopis atau mudah menyerap uap air dari udara. Jika air masuk ke tangki atau saluran bahan bakar, hal ini bisa menyebabkan mesin mengalami misfire, mogok mendadak, serta memicu korosi pada pompa bensin dan karburator. -
Merusak Komponen Karet dan Plastik
Seal, gasket, selang, dan part plastik pada mesin lama biasanya tidak tahan terhadap etanol. Kontak yang berkelanjutan dengan bahan bakar bercampur etanol dapat menyebabkan retak, mengembang, atau bahkan bocor pada komponen-komponen tersebut. - Meninggalkan Endapan Lengket
Sisa campuran etanol yang mengendap bisa membentuk lapisan lengket di karburator atau injektor. Endapan ini menyumbat saluran bahan bakar dan menyebabkan mesin brebet atau tidak stabil.
Pilihan Bahan Bakar yang Disarankan untuk Motuba
Pakar otomotif merekomendasikan agar pemilik mobil klasik lebih memilih bahan bakar bensin bebas etanol (E0) dengan angka oktan yang sesuai, biasanya 91 ke atas. Hal ini karena etanol, bahkan di kadar 10%, terbukti dapat merusak logam, melembutkan karet, dan menarik air yang merugikan performa mesin tua.
Bagi yang memaksa menggunakan bensin campuran etanol seperti Pertamax Green (E5), ada beberapa tips preventif yang bisa membantu mencegah kerusakan mesin:
- Gunakan fuel stabilizer untuk menjaga kestabilan bahan bakar, terutama jika kendaraan jarang digunakan atau akan disimpan lama.
- Lakukan pembersihan sistem bahan bakar secara berkala agar endapan lengket tidak menumpuk.
- Ganti komponen yang rentan dengan material tahan etanol, seperti seal dan gasket yang sudah dirancang khusus.
- Hindari pengisian campuran bensin dengan kadar etanol di atas kemampuan mesin, misalnya jangan mengisi penuh E10 pada mobil lawas yang idealnya pakai E0.
Perbedaan Etanol 5% (E5) dan 10% (E10)
Bagi mobil modern, terutama yang diproduksi setelah 2011, mayoritas sudah dirancang untuk menggunakan bahan bakar dengan etanol hingga 10% (E10) tanpa masalah berarti. Namun, pengujian menunjukkan bahwa etanol 5% (seperti pada Pertamax Green) cenderung lebih stabil dan lebih sedikit menyebabkan korosi dibandingkan E10. Oleh karena itu, E5 relatif lebih aman untuk kendaraan dengan karburator dan mesin lawas dibanding E10 yang lebih agresif.
Menurut sumber dari Autohangar, penggunaan E5 memberikan keunggulan dari segi umur simpan bahan bakar yang lebih lama dan risiko korosi yang lebih kecil. Kendati begitu, untuk motuba, risiko tetap ada sehingga penggunaan etanol harus dilakukan dengan hati-hati dan memperhatikan kondisi mesin.
Strategi Penggunaan Bahan Bakar untuk Mobil Tua
Berikut langkah yang disarankan untuk menjaga keamanan mesin mobil tua ketika tetap ingin menggunakan bensin campuran etanol:
- Pilih bahan bakar E0 (bebas etanol) bila tersedia.
- Gunakan fuel stabilizer untuk mengurangi risiko oksidasi dan endapan.
- Ganti komponen karet dan plastik dengan versi yang tahan terhadap etanol.
- Bersihkan sistem bahan bakar secara rutin dari kerak dan endapan.
- Hindari pengisian penuh bahan bakar campuran etanol terutama saat penyimpanan jangka panjang.
Dengan memperhatikan hal-hal tersebut, risiko kerusakan akibat etanol pada motuba bisa diminimalkan. Sehingga, pemilik mobil klasik tetap bisa menjaga kondisi kendaraan tanpa harus khawatir mengalami masalah teknis akibat penggunaan bahan bakar yang tidak sesuai.
Pemilihan bahan bakar yang tepat sangat penting bagi performa dan ketahanan mesin. Pertamax Green sebagai bahan bakar ramah lingkungan dengan RON 95 dan campuran etanol 5% memang cocok untuk mobil modern, tetapi untuk motuba tetap diperlukan kehati-hatian serta perawatan ekstra agar mesin tetap prima dan awet.
