
Perkembangan motor listrik di Indonesia terus menunjukkan tren positif, khususnya menjelang tahun 2025. Faktor utama yang mendorong hal ini adalah dukungan pemerintah berupa subsidi serta meningkatnya kesadaran masyarakat akan manfaat kendaraan listrik, seperti efisiensi biaya operasional dan ramah lingkungan. Dari sekian banyak merek lokal yang beredar di pasar, Selis menjadi salah satu produk nasional yang paling populer dan banyak diminati untuk kebutuhan mobilitas harian.
Motor listrik Selis menawarkan beragam pilihan model yang sesuai dengan berbagai kebutuhan pengguna. Mulai dari skuter hingga moped dan sepeda listrik, produk Selis hadir dengan harga yang bersaing dan spesifikasi yang cukup untuk aktivitas sehari-hari di perkotaan. Berikut adalah delapan motor listrik Selis terpopuler yang diprediksi akan menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia di tahun 2025.
1. Selis E-Max
Selis E-Max menjadi ikon dari jajaran motor listrik Selis. Model ini hadir dengan dua pilihan baterai, yakni SLA dan lithium, dengan versi lithium yang lebih disukai. Kapasitas baterainya memungkinkan jarak tempuh hingga sekitar 60 kilometer, serta kecepatan maksimal mencapai 50 km/jam. Motor ini sangat praktis untuk penggunaan di area urban, ditambah harga yang kompetitif antara Rp 13 juta hingga Rp 20 juta setelah subsidi pemerintah.
2. Selis Neo Scootic
Dirancang dengan desain retro yang elegan, Neo Scootic cocok untuk generasi muda yang menginginkan kendaraan ramah lingkungan dengan tampilan unik. Motor ini menawarkan kecepatan yang aman di jalan perkotaan dan jarak tempuh yang cukup untuk keperluan sehari-hari. Dengan rentang harga Rp 9 juta sampai Rp 12 juta, motor ini menjadi pilihan menarik bagi pengguna yang baru beralih ke motor listrik.
3. Selis Rinjani
Selis Rinjani merupakan moped listrik yang mengutamakan fungsi praktis dan efisiensi energi. Daya baterainya mampu mendukung perjalanan hingga sekitar 50 kilometer. Pengisian ulang baterai jauh lebih hemat dibandingkan bahan bakar bensin, yang menjadi daya tarik utama bagi pengguna urban. Harganya berada di kisaran Rp 11 juta hingga Rp 13 juta.
4. Selis Gemini
Model ini menyerupai sepeda listrik modern yang ringan dan mudah dikendarai. Dengan kecepatan maksimal sekitar 25-30 km/jam, Selis Gemini sangat aman untuk semua kalangan, termasuk pelajar. Motor ini ideal untuk mobilitas jarak pendek seperti ke sekolah atau pasar, dengan banderol Rp 6 juta hingga Rp 8 juta.
5. Selis Bangau
Dirancang sebagai skuter listrik ekonomi, Selis Bangau menawarkan spesifikasi sederhana dan memadai untuk kebutuhan mobilitas dalam kota. Dengan jarak tempuh sampai 40 kilometer dan kecepatan yang moderat, motor ini ramah bagi pemula. Harganya dipatok antara Rp 7 juta dan Rp 9 juta, cocok untuk segmen entry level.
6. Selis Agats
Untuk pengguna yang mencari performa lebih tinggi, Selis Agats memberikan kecepatan maksimum hingga 60 km/jam dan jarak tempuh yang lebih jauh. Model ini juga termasuk dalam program subsidi sehingga harga jualnya kompetitif, yaitu di kisaran Rp 15 juta sampai Rp 20 juta setelah subsidi, sejajar dengan motor bensin di kelas yang sama.
7. Selis Galaxy
Motor listrik ini hadir sebagai moped kompak dengan desain ringan dan simpel. Baterainya mampu menempuh jarak hingga 40 kilometer dalam sekali pengisian. Popularitas Selis Galaxy didukung oleh kemudahan penggunaan dan harga yang terjangkau, sekitar Rp 6 juta hingga Rp 8 juta.
8. Selis Sanur
Menjadi model paling ekonomis di lini Selis, Selis Sanur menyasar konsumen dengan budget terbatas. Harganya hanya mulai dari Rp 5 jutaan, menawarkan jarak tempuh 30-35 kilometer serta kecepatan rendah yang memenuhi kebutuhan mobilitas harian yang singkat.
Perkembangan motor listrik Selis ini mencerminkan kemajuan industri kendaraan listrik nasional dan adaptasi masyarakat Indonesia terhadap teknologi baru. Dengan pilihan yang beragam dari segi desain, performa, hingga harga, motor listrik Selis semakin menjadi alternatif utama bagi warga kota yang menginginkan kendaraan ramah lingkungan sekaligus efisien dalam biaya operasional. Tren ini pun didukung data penjualan yang terus meningkat seiring dengan kebijakan pemerintah dalam mendorong elektrifikasi transportasi.





