Pasar sepeda motor saat ini menunjukkan tren meningkatnya popularitas motor berkapasitas kecil yang menyasar pengendara pemula dan juga penggemar motor berpengalaman. Berbagai merek seperti Triumph dengan model Speed 400 dan Scrambler 400X, Honda dengan GB350, serta Royal Enfield Himalayan berhasil mendominasi penjualan segmen menengah ini. Meski demikian, Ducati memilih untuk tidak mengikuti tren tersebut dengan alasan bisnis dan filosofi produk yang berbeda.
Giulio Fabbri, Kepala Komunikasi Produk Ducati, menyampaikan bahwa perusahaan telah memutuskan sejak lama untuk tidak merilis motor dengan harga murah maupun berkapasitas kecil. Keputusan tersebut didasarkan pada tiga pilar utama Ducati, yaitu gaya, kecanggihan, dan performa, yang menurutnya sulit diwujudkan jika Ducati memproduksi motor ukuran kecil yang harganya harus tetap terjangkau. Hal ini berdampak pada posisi pasar Ducati yang tetap fokus pada motor premium dan eksklusif.
Alasan Ducati Tidak Membuat Motor Murah
Ducati memang sempat memperkenalkan motor di kelas menengah melalui lini Scrambler, namun tetap menolak menghadirkan motor yang benar-benar murah. Giulio Fabbri menegaskan motor-motor murah justru akan keluar dari segmen pasar yang dibidik Ducati. Jika ketiga pilar perusahaan itu dimasukkan ke dalam motor kecil, harga produksi akan melonjak sehingga sulit bersaing secara harga.
Contohnya, motor motocross Ducati 698 Mono yang baru-baru ini diperkenalkan memiliki harga di kisaran 12.995 dolar AS (sekitar Rp 210 juta) dan Scrambler versi paling dasar dihargai sekitar 9.995 dolar AS (sekitar Rp 160 juta). Harga-harga ini jauh dari kata ramah bagi pengendara muda atau konsumen yang mencari motor murah.
Produksi dan Identitas “Made in Italy”
Strategi produksi juga menjadi alasan utama Ducati enggan terjun ke segmen motor murah. Untuk bisa bermain di pasar motor kecil dengan harga kompetitif, biasanya produksi harus dilakukan di luar Italia. Namun, Ducati sangat menjunjung tinggi label “Made in Italy”, yang merupakan bagian dari identitas merek mereka dan enggan dikorbankan demi biaya produksi yang lebih murah.
Meski demikian, Ducati memang memiliki fasilitas produksi di Thailand yang melayani pasar Asia-Pasifik. Pabrik ini memproduksi model seperti Scrambler dan Multistrada, serta berpotensi untuk merakit motor yang lebih kecil. Namun, pabrik tersebut bukan didirikan untuk membuat motor murah melainkan sebagai cara menghindari bea masuk tinggi di kawasan tersebut.
Kapasitas Produksi dan Target Pasar
Ducati adalah perusahaan yang relatif kecil dengan sekitar 1.500 karyawan tetap dan naik menjadi 2.500 saat musim puncak produksi. Kapasitas produksinya pun mendekati batas maksimal, sehingga target perusahaan bukan menjual dalam jumlah massal seperti pabrikan motor murah. Fokus Ducati lebih pada kualitas dan eksklusivitas melalui produk-produk yang dibangun dengan teknologi tinggi dan desain khas.
Dengan kondisi ini, rencana menghadirkan motor di bawah kapasitas 500cc sangat kecil kemungkinannya dalam waktu dekat. Namun, Fabbri membuka kemungkinan bahwa perubahan tren global dan menurunnya permintaan motor besar bisa membuat Ducati mempertimbangkan langkah baru di masa depan untuk menawarkan motor yang lebih terjangkau.
Mengenal Strategi Merek dalam Pasar Motor
Kesimpulan dari sikap Ducati adalah bahwa setiap pabrikan memiliki strategi berbeda dalam menanggapi pasar motor kecil yang sedang naik daun. Triumph dan beberapa merek lain aktif memperluas segmen motor menengah ke bawah, sementara Ducati lebih memilih mempertahankan ciri khasnya sebagai produsen motor mewah dengan teknis dan gaya yang tidak bisa dipadankan dengan motor murah dalam arti harga dan dimensi.
Selain itu, Ducati juga memosisikan diri tidak sebagai pemain volume besar, tetapi lebih ke arah merek premium yang mengutamakan nilai estetika, inovasi, dan performa tinggi. Segmentasi ini menjadi kunci diferensiasi dan menjaga reputasi brand agar tetap eksklusif dan diminati oleh penikmat motor kelas atas di seluruh dunia.
Sementara pasar motor kecil terus berkembang dan makin beragam, konsumen dengan kebutuhan dan kemampuan beli berbeda kini memiliki banyak pilihan. Ducati tetap bertahan pada posisinya sebagai produsen motor performa dan gaya kelas dunia, tidak terpengaruh tren short-term motor murah yang sulit kompatibel dengan filosofi dan operasi produksinya. Meski begitu, dinamika pasar ke depan selalu memungkinkan munculnya inovasi dan perubahan strategi yang dapat membuat Ducati menjajaki segmen baru jika peluang dan kondisi bisnis mendukung.
Source: www.beritasatu.com







