Pemilik baru KTM, Bajaj Auto, sedang melakukan langkah besar untuk menata ulang perusahaan motor asal Austria tersebut. Bajaj berencana memangkas biaya operasional hingga 50 persen sebagai upaya memperbaiki performa dan stabilitas KTM.
Rajiv Bajaj, Managing Director Bajaj Auto, menegaskan bahwa salah satu fokus utama adalah pemangkasan jumlah staf manajerial yang dianggap terlalu banyak. Dari total sekitar 4.000 karyawan KTM, hanya 1.000 orang yang bekerja di lini produksi, sementara 3.000 orang menempati posisi manajerial dan administratif.
Menurut Rajiv Bajaj, struktur manajemen KTM saat ini menimbulkan beban birokrasi yang cukup besar. Hal ini membuat perusahaan sulit untuk mencapai efisiensi maksimal dan berpotensi menimbulkan biaya tinggi yang tidak perlu.
Bajaj menilai bahwa ketidakseimbangan antara tenaga produksi dan staf manajerial harus segera diperbaiki. “Biaya untuk mempertahankan terlalu banyak manajer sangat tinggi. Ini mengingatkan saya pada ucapan Mark Zuckerberg tentang manajer yang mengatur manajer yang mengatur manajer,” ujarnya seperti dikutip dari Rideapart.
Selain memotong jumlah staf manajerial, Bajaj juga akan melakukan perombakan di tim manajemen KTM. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat struktur organisasi sekaligus meningkatkan kinerja penjualan, baik di pasar domestik maupun ekspor.
Bajaj pun menegaskan perlindungan terhadap tenaga kerja lini produksi menjadi prioritas utama dalam restrukturisasi ini. Mereka yang secara langsung terlibat dalam proses pembuatan motor KTM diupayakan tetap mendapatkan perlindungan pekerjaan.
Dalam rangka mengontrol pengeluaran, Bajaj menargetkan efisiensi biaya juga akan dilakukan di bidang riset dan pengembangan, pemasaran, operasional, serta administrasi umum. Perusahaan ingin menciptakan struktur yang ramping dan gesit agar lebih adaptif terhadap perubahan pasar.
Kondisi tersebut akibat sejumlah masalah yang tengah dihadapi KTM, seperti menurunnya performa keuangan dan daya saing global yang mulai melemah. Restrukturisasi ini menjadi upaya penting untuk memulihkan citra KTM sebagai merek motor kelas dunia.
Rencananya, langkah efisiensi dan perombakan struktur pengelolaan akan memperkuat posisi KTM agar dapat bersaing lebih efektif di industri otomotif global. Bajaj berharap perubahan ini mampu mengembalikan kepercayaan konsumen terhadap produk mereka.
Langkah pengurangan tenaga kerja manajerial disebut penting agar fokus perusahaan kembali ke lini produksi dan inovasi produk. KTM diharapkan bisa kembali berkembang dengan pengelolaan yang lebih efisien dan profesional.
Beberapa poin penting yang menjadi fokus Bajaj Auto dalam restrukturisasi KTM:
1. Pemangkasan biaya operasional hingga 50 persen.
2. Pengurangan jumlah staf manajerial dan administratif.
3. Perombakan tim manajemen perusahaan.
4. Peningkatan kinerja penjualan domestik dan ekspor.
5. Perlindungan tenaga kerja lini produksi.
6. Efisiensi riset dan pengembangan, pemasaran, serta administrasi.
Perubahan menyeluruh ini diharapkan membawa dampak positif jangka panjang bagi KTM. Bajaj Auto berkomitmen memperbaiki kondisi KTM dan menjadikan perusahaan lebih kompetitif di pasar global.
Dengan dampak perombakan ini, ribuan manajer di KTM berpotensi terdampak pemangkasan. Namun, perlindungan tetap difokuskan pada pekerja yang menjaga lini produksi perusahaan.
Langkah yang diambil Bajaj Auto terhadap KTM ini menunjukkan upaya tegas untuk menstabilkan keuangan dan memperkuat daya saing di industri otomotif. Proses restrukturisasi kemungkinan akan menentukan arah masa depan KTM sebagai pemain global di segmen motor sport dan kendaraan roda dua.
Baca selengkapnya di: www.beritasatu.com






