Apa Tanda Busi Motor Harus Diganti? Pertamina Ungkap Komponen Penyebab Mesin Brebet

Motor brebet setelah isi bensin sering jadi keluhan pengendara. Pertamina menegaskan bahwa Pertalite aman dan bukan penyebab motor brebet. Dari hasil pengujian dan analisis pihak Pertamina dan Kementerian ESDM, busi yang sudah aus lebih berperan sebagai pemicu masalah tersebut.

Busi motor berfungsi menghasilkan percikan api untuk membakar campuran bahan bakar dan udara di ruang bakar. Bila busi aus, percikan api menjadi lemah dan tidak konsisten. Hal ini menyebabkan pembakaran tak sempurna sehingga mesin motor brebet dan tenaga menurun.

Tanda-tanda Busi Harus Diganti

Anda perlu mengenali tanda busi motor harus diganti agar performa motor tetap optimal. Berikut tiga ciri busi tua yang perlu diperhatikan:

  1. Konsumsi Bahan Bakar Meningkat
    Busi aus menyebabkan pembakaran bahan bakar tidak sempurna. Akibatnya, mesin membutuhkan bensin lebih banyak untuk menghasilkan tenaga yang sama, sehingga motor menjadi boros.

  2. Tarikan Berat dan Mesin Tersendat Saat Diam
    Busi yang sudah tidak optimal membuat tenaga mesin berkurang. Tarikan gas terasa berat dan mesin kerap tersendat saat dalam keadaan idle karena putaran mesin tidak stabil dan menghasilkan getaran tidak wajar.

  3. Mesin Sulit Dinyalakan, Terutama Saat Dingin
    Busi aus mempersulit proses pembakaran awal. Mesin harus distarter berulang kali agar menyala karena percikan api yang dihasilkan busi lemah dan kadang hilang.

Menurut Juanda, mekanik yang hadir dalam konferensi pers Pertamina, banyak motor brebet yang dibawa ke bengkel memang menunjukkan kondisi busi sudah harus diganti. Hal ini membuktikan bahwa komponen busi sangat berpengaruh terhadap masalah mesin motor brebet.

Meski sempat beredar rumor bahwa Pertalite dicampur air atau etanol menyebabkan motor brebet, uji laboratorium Lemigas Kementerian ESDM membantah hal tersebut. Produk Pertalite dinyatakan aman, bebas dari air, dan tidak menimbulkan pengaruh negatif pada pembakaran mesin kendaraan.

Untuk itu, melakukan pengecekan dan penggantian busi secara berkala sangat disarankan. Busi yang masih baik akan menghasilkan percikan api optimal sehingga pembakaran terjadi sempurna dan performa mesin pun stabil.

Sebagai rekomendasi, pemilik motor sebaiknya mengecek busi setiap 10.000 sampai 20.000 km atau sesuai petunjuk pabrik. Ganti busi jika ditemukan gejala boros bahan bakar, mesin tersendat atau sulit dihidupkan. Penanganan tepat waktu dapat menghindarkan kerusakan mesin yang lebih parah.

Kondisi busi menjadi perhatian penting dalam menjaga kenyamanan dan efisiensi kendaraan bermotor. Dengan mengenali tanda-tanda busi harus diganti, Anda bisa melakukan perawatan yang lebih tepat dan mencegah motor brebet saat penggunaan bensin Pertalite maupun jenis bahan bakar lain.

Dengan penggantian busi pada waktu yang tepat, performa motor akan tetap prima dan konsumsi bahan bakar menjadi lebih irit. Penting bagi setiap pengendara untuk tidak menyepelekan kondisi busi demi menjaga mesin motor tetap sehat dan terhindar dari gangguan brebet.

Baca selengkapnya di: www.suara.com

Berita Terkait

Back to top button