
Minim adaptasi terhadap tren pasar otomotif menjadi alasan utama diler Honda memilih menghentikan operasionalnya di sejumlah lokasi di Indonesia. Trimegah Group, salah satu jaringan diler Honda, resmi mengumumkan pengalihan bisnis mereka dari merek Honda ke Chery.
Direktur Utama Trimegah Group, Lindawati Tandyo, mengatakan bahwa perubahan ini tak terelakkan karena menghadapi tantangan baru di industri otomotif. “Kita harus beradaptasi dengan tren sekarang dan memilih yang paling diterima masyarakat,” jelasnya. Hal ini menjadi alasan penutupan diler Honda di Bekasi dan proses serupa yang tengah berjalan di BSD.
Dari sisi produk, Chery dianggap memberikan lini produk yang lebih lengkap dan teknologi yang lebih modern. Lindawati menyampaikan, “Teknologi-teknologi di Chery hanya bisa didapat di merek tersebut.” Pernyataan ini menunjukkan keunggulan kompetitif yang dirasakan dari produk Chery dibanding Honda dalam konteks pasar saat ini.
Kehadiran Chery semakin kuat dengan penambahan jaringan diler baru. Chery Sales Indonesia (CSI) baru saja meresmikan diler ke-64 yang juga berlokasi di Kota Bekasi. Diler ini, yang dikelola oleh PT Trimegah Auto Mandiri, dulunya berfungsi sebagai diler Honda.
Layanan terpadu 3S plus (Sales, Service, Spareparts) dan Body & Paint kini menjadi fasilitas utama yang ditawarkan di diler Chery tersebut. Area showroom secara keseluruhan kini menampilkan jajaran produk unggulan Chery, termasuk Chery TIGGO Series, E5, C5, dan J6 Series.
Fenomena bergugurannya diler Honda ini bukan hanya terjadi di Bekasi, namun juga di beberapa lokasi lain yang berada di bawah naungan Trimegah Group. Langkah tersebut menunjukkan perubahan strategi adaptasi terhadap preferensi konsumen dan perkembangan teknologi otomotif yang cepat.
Diler Honda yang berkurang menandakan sulitnya mempertahankan bisnis dalam menghadapi persaingan dengan merek otomotif asal China. Tren mobil China di pasar Indonesia semakin meningkat dan menjadi pilihan utama konsumen berkat penawaran produk yang inovatif dan harga kompetitif.
Berikut ini ringkasan alasan utama dan langkah yang diambil terkait perpindahan diler Honda ke Chery:
1. Minim adaptasi terhadap tren industri otomotif terbaru.
2. Kebutuhan menyesuaikan dengan permintaan konsumen.
3. Chery menawarkan lini produk yang lebih lengkap.
4. Teknologi kendaraan Chery dinilai lebih unggul.
5. Penutupan diler Honda di Bekasi dan BSD.
6. Peresmian diler Chery baru di Bekasi dengan layanan lengkap.
7. Perubahan strategi Trimegah Group menghadapi pasar otomotif yang dinamis.
Tren mobil China yang terus mendominasi pasar otomotif Indonesia saat ini menuntut pelaku bisnis diler untuk ikut bergerak adaptif. Peralihan diler Honda ke Chery ini mencerminkan bagaimana dinamika pasar dan teknologi memaksa perubahan strategi bisnis di sektor otomotif. Dengan lineup dan layanan yang lebih lengkap, dukungan purna jual yang komprehensif, serta penawaran teknologi mutakhir, Chery diposisikan sebagai alternatif menarik bagi konsumen di Indonesia.
Baca selengkapnya di: www.suara.com




