Suzuki menargetkan ekspor 40 ribu mobil dan 30 ribu motor hingga tahun 2027. Target ini merupakan kelanjutan dari komitmen Suzuki yang telah mengekspor sejak 1993 dengan total lebih dari 800 ribu mobil dan 1,5 juta sepeda motor ke lebih dari 100 negara.
Hingga akhir 2025, Suzuki memproyeksikan ekspor masing-masing 10.000 unit mobil dan motor. Target ekspor kendaraan tersebut terbagi menjadi dua kategori, yaitu Completely Built Up (CBU) dan Completely Knock Down (CKD).
Fasilitas Produksi dan Teknologi
Produksi mobil penumpang Suzuki difokuskan di Plant Cikarang, sementara mobil niaga dibuat di Plant Tambun 2. Sepeda motor diproduksi di Plant Tambun 1, semua berlokasi di Bekasi, Jawa Barat. Suzuki menggunakan teknologi mutakhir dan sistem produksi lengkap mulai dari pressing, welding, painting, assembling, hingga final inspection.
Suzuki juga memproduksi komponen penting seperti mesin, transmisi, dan kursi secara mandiri melalui fasilitas powertrain dan seat. Langkah ini mendukung kestabilan pasokan dan kualitas kendaraan yang ekspor ke pasar global.
Investasi dan Ekosistem Mitra
Sejak berdiri, Suzuki telah menanamkan investasi lebih dari Rp22 triliun untuk pengembangan fasilitas dan teknologi. Investasi ini bertujuan menunjang keberlanjutan industri otomotif yang komprehensif dan modern.
Ekosistem mitra Suzuki melibatkan lebih dari 800 pemasok, dengan 55% berasal dari investor domestik. Dari jumlah tersebut, 32% merupakan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Hal ini menunjukkan dukungan Suzuki terhadap perkembangan industri lokal.
Inovasi Produk dan Kualitas Ekspor
Peluncuran model terbaru seperti Suzuki Fronx melibatkan penggunaan robot canggih dan teknologi mutakhir. Proses produksinya meliputi pengujian Advanced Driving Assistance System dan 3D scanning untuk memastikan presisi bodi kendaraan sesuai standar internasional.
Menurut Minoru Amano, President Director PT Suzuki Indomobil Motor, teknologi ini memperkuat kualitas produk dan menjaga konsistensi ekspor Suzuki ke pasar global.
Sertifikasi dan Kepatuhan Regulasi
Suzuki juga telah memperoleh status Authorized Economic Operator (AEO) dari Direktorat Jenderal Bea Cukai. Sertifikasi ini menegaskan bahwa Suzuki menjalankan proses bisnis yang patuh dan kooperatif dengan peraturan yang berlaku.
Status AEO memberikan kemudahan dalam prosedur kepabeanan sehingga mendukung kelancaran distribusi kendaraan ekspor.
Berbasis sejarah panjang dan dukungan teknologi, Suzuki menargetkan peningkatan volume ekspor yang signifikan dalam beberapa tahun ke depan. Fokus pada kualitas, investasi, dan ekosistem lokal menjadi kunci utama strategi ekspor mereka.
Baca selengkapnya di: mediaindonesia.com





