Ruben Onsu Siap Lunasi Utang, Mohon Sarwendah Mudahkan Akses Bertemu Anak

Permasalahan antara Ruben Onsu dan Sarwendah kembali menjadi perhatian publik setelah insiden kedatangan debt collector ke rumah Sarwendah pada awal November. Penagih utang disebut-sebut mencari solusi pembayaran mobil Land Rover yang diduga tercatat atas nama Ruben. Kejadian ini menyoroti dinamika hubungan mantan pasangan selebritas tersebut, khususnya terkait hak Ruben sebagai ayah.

Kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, menegaskan bahwa Ruben memiliki itikad baik untuk menyelesaikan kewajiban finansialnya. Minola menyampaikan, setiap orang bisa mengalami pasang surut ekonomi sehingga keterlambatan pembayaran adalah hal yang wajar. Hal terpenting menurut Minola adalah Ruben tetap ingin bertanggung jawab terhadap utang yang muncul. Ia juga mengungkapkan bukti pembayaran, mulai dari transfer uang hingga biaya asuransi Sarwendah, sebagai upaya membuktikan bahwa Ruben tidak lepas tangan terhadap kewajibannya.

Fokus Ruben Onsu: Minta Diberi Akses Jumpa Anak

Persoalan utang justru disebut Minola bukan inti dari tuntutan Ruben Onsu saat ini. Yang paling ditekankan Ruben adalah permintaan agar dirinya dapat bertemu anak tanpa dibatasi atau dipersulit. Minola menjelaskan, Ruben hanya berharap haknya untuk menghabiskan waktu minimal dua hingga tiga hari dengan anak-anak dapat dipenuhi Sarwendah secara wajar. Ruben merasa upaya pertemuan dengan anak kerap menjadi rumit setelah adanya perpisahan dengan Sarwendah.

Selain itu, Ruben juga ingin merasakan momen kebersamaan sederhana sebagai ayah, seperti mengantarkan anak ke sekolah. Ia menilai kesempatan tersebut sangat berarti baginya di tengah dinamika yang sedang terjadi. Menurut Minola, tidak seharusnya hak ayah untuk bertatap muka dengan anak-anaknya dipengaruhi oleh persoalan keuangan maupun kondisi rumah tangga.

Respons Sarwendah dan Kuasa hukum Terkait Polemik

Kedatangan debt collector membuat Sarwendah merasa tertekan karena menganggap dirinya tidak memiliki hubungan hukum atas masalah utang tersebut. Dalam keterangan kuasa hukumnya, Chris Sam Siwu, pihak Sarwendah menyayangkan namanya kembali terseret pada urusan pribadi Ruben, terlebih setelah status hubungan mereka berakhir.

Chris Sam Siwu menegaskan bahwa Sarwendah bukan debitur dan tidak semestinya dilibatkan dalam masalah penagihan. Pihak Sarwendah meminta persoalan tersebut diselesaikan melalui jalur hukum dengan mekanisme yang sesuai. Situasi ini mempertegas perlunya komunikasi dan koordinasi yang baik antara kedua belah pihak agar hak serta kewajiban masing-masing tetap terlindungi.

Langkah Penyelesaian Persoalan

Terkait insiden tersebut, berikut langkah-langkah penyelesaian yang telah ataupun akan dilakukan Ruben Onsu dan tim kuasa hukumnya:

  1. Menunjukkan bukti transfer pembayaran terkait utang mobil.
  2. Mengupayakan dialog hukum melalui jalur kuasa hukum masing-masing.
  3. Memberikan klarifikasi publik bahwa Ruben tetap bertanggung jawab menyelesaikan kewajiban utang.
  4. Memfokuskan permintaan utama pada akses bertemu anak tanpa hambatan dari Sarwendah.

Upaya penyelesaian finansial dan permintaan akses ke anak menjadi dua hal utama yang terus diupayakan Ruben Onsu untuk bisa berjalan beriringan dan adil. Melalui kuasa hukumnya, Ruben membuktikan komitmennya untuk membereskan utang pribadi, seraya meminta kemudahan dalam menjalankan peran sebagai orang tua. Polemik ini memberikan pelajaran soal pentingnya komunikasi dan penyelesaian masalah secara terbuka di lingkup keluarga, terutama setelah berakhirnya sebuah hubungan.

Baca selengkapnya di: www.brilio.net

Berita Terkait

Back to top button