TechCrunch Startup Battlefield selalu menjadi wadah bergengsi bagi startup teknologi di berbagai sektor untuk menunjukkan inovasi terbaiknya. Dari ribuan pendaftar, hanya 200 startup terpilih yang masuk ke kompetisi, dan di antara mereka terdapat sejumlah inovator yang bergerak di bidang teknologi luar angkasa dan pertahanan. Mereka menghadirkan solusi revolusioner yang berpotensi mengubah arah industri luar angkasa dan keamanan.
Startup-startup ini mengembangkan teknologi dengan nilai strategis dan aplikatif tinggi, mulai dari pesawat listrik hingga sistem AI untuk militer. Berikut adalah tujuh startup teknologi luar angkasa dan pertahanan yang menarik perhatian dalam Startup Battlefield, lengkap dengan keunggulan utama masing-masing.
1. Airbility
Airbility menciptakan pesawat eVTOL bermesin listrik dengan dua tempat duduk yang menggabungkan teknologi sayap tetap dan sistem dorong fan-jet elektrik terdistribusi. Inovasi ini membuat pesawat mereka lebih ringan, mudah bermanuver, dan multifungsi dibandingkan model sejenis.
2. Astrum Drive Aerospace
Astrum berhasil mengembangkan sistem propulsi ruang angkasa tanpa bahan bakar, yang hanya menggunakan listrik untuk beroperasi. Dengan teknologi yang dipatenkan ini, pesawat ruang angkasa tak perlu membawa bahan bakar, sehingga umur operasional bisa lebih panjang dan biaya misi berpotensi turun drastis.
3. Charter Space
Charter Space menghadirkan platform analisis risiko yang mirip dengan fintech, khusus untuk kendaraan luar angkasa agar dapat memperoleh asuransi. Startup ini fokus menggunakan konsep asurabilitas sebagai batu loncatan untuk membuka jalur kredit baru bagi industri ruang angkasa yang tengah berkembang.
4. Endox
Endox mengembangkan sistem berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk inspeksi dan pemeliharaan peralatan militer Amerika Serikat. Mereka menggabungkan teknologi robotik dengan sistem pengumpulan data eksklusif miliknya, yang meningkatkan efisiensi dan ketepatan operasional militer.
5. Hance
Hance membuat jaringan neural AI yang didesain khusus untuk memproses dan meningkatkan kualitas audio secara real-time. Teknologi ini mampu mengatasi tantangan audio langsung dengan berbagai gangguan lingkungan, termasuk kebisingan latar dan gema ruangan, yang sangat penting untuk komunikasi militer.
6. Skylark Labs
Skylark mengembangkan AI self-learning yang dirancang khusus untuk aplikasi mesin dan keselamatan. Startup ini bertujuan mengatasi masalah teknis pada AI yang berwujud fisik, terutama dalam kecepatan pemrosesan data di titik penggunaan (edge computing).
7. Skyline Nav AI
Skyline menghadirkan perangkat lunak navigasi yang tidak bergantung pada GPS, dengan mengandalkan kecerdasan buatan untuk mengenali lingkungan secara cepat tanpa perlu GPU mahal. Teknologi ini sangat efektif dalam menghadapi gangguan atau serangan jamming pada sistem GPS.
Ketujuh startup ini menunjukkan fokus kuat pada teknologi yang mampu memodernisasi sektor ruang angkasa dan pertahanan. Mereka berkontribusi pada pengembangan solusi yang efisien, sustainable, dan tahan terhadap tantangan teknis maupun lingkungan ekstrem. Dengan inovasi tersebut, masa depan eksplorasi luar angkasa dan kemampuan pertahanan diprediksi akan semakin maju dan berdaya saing.





