Malam Puncak Hujan Meteor Quadrantid Siap Disaksikan Awal Januari Mendatang

Fenomena hujan meteor Quadrantid akan mencapai puncaknya pada 3 Januari 2026. Peristiwa ini menjadi salah satu hujan meteor awal tahun yang menarik untuk diamati, khususnya bagi pengamat di belahan Bumi utara.

Hujan meteor Quadrantid aktif mulai 28 Desember 2025 hingga 12 Januari 2026. Puncak aktivitas terjadi selama beberapa jam setelah matahari terbenam pada tanggal 3 Januari 2026.

Pada momen puncak, hujan meteor ini berpotensi menghasilkan hingga 25 meteor per jam dalam kondisi langit yang ideal. Namun, tahun ini pengamatan diprediksi kurang optimal karena bertepatan dengan fase bulan purnama.

Cahaya bulan purnama akan membuat langit lebih terang sehingga banyak meteor redup sulit terlihat. Akibatnya, jumlah meteor yang dapat diamati diperkirakan hanya sekitar 10 meteor per jam.

Meski demikian, Quadrantid dikenal sering menghadirkan meteor terang atau fireball yang tetap menarik perhatian. Meteor-meteor terang ini dapat muncul di berbagai arah dan mudah dikenali oleh pengamat.

Untuk mendapatkan pengalaman terbaik saat mengamati, disarankan memilih lokasi dengan langit terbuka luas. Selain itu, posisi pengamat sebaiknya memosisikan bulan di belakang agar cahaya bulan tidak mengganggu pengamatan.

Titik radiasi hujan meteor Quadrantid berada di rasi bintang Boötes, dekat dengan Pegangan rasi Biduk (Big Dipper). Radar meteor seolah-olah memancar dari rasi ini, meskipun meteor bisa muncul dari berbagai arah langit.

Nama Quadrantid berasal dari rasi kuno Quadrans Muralis yang tidak lagi digunakan dalam sistem rasi bintang modern. Nama tersebut tetap dipertahankan karena tradisi dan sejarah pengamatan meteor ini.

Hujan meteor terjadi saat Bumi melintasi aliran debu dan puing kosmik yang mengorbit Matahari. Material penyebab hujan meteor Quadrantid diidentifikasi berasal dari objek bernama 2003 EH.

Objek 2003 EH diduga merupakan asteroid atau sisa komet yang sudah tidak aktif. Objek ini memiliki periode orbit sekitar 5,5 tahun yang menyebabkan aliran debu kosmik secara rutin melintasi orbit Bumi.

Karena puncak hujan meteor ini berlangsung singkat, sekitar 6 jam, waktu pengamatan sangat krusial. Pengamat disarankan untuk mulai mengamati langit malam mulai setelah matahari terbenam pada tanggal 3 Januari.

Keindahan meteor-meteor ini menjadi kesempatan langka untuk menyaksikan fenomena alam di langit bagian utara. Pengamatan hujan meteor Quadrantid tahun 2026 akan menjadi momen penting dalam kalender astronomi awal tahun.

Baca selengkapnya di: teknologi.bisnis.com
Exit mobile version