
Pengelolaan listrik kini mengalami perubahan mendasar dari model satu arah menjadi sistem dinamis yang melibatkan aset terdistribusi dan partisipasi aktif konsumen. Energi terbarukan berkembang pesat dan adopsi sumber daya energi terdistribusi (Distributed Energy Resources/DER) semakin meningkat di tepi jaringan listrik. Transformasi menuju sistem listrik terdesentralisasi ini didukung oleh Distributed Energy Resource Management Systems (DERMS) sebagai kunci keberhasilan.
DERMS: Menghubungkan Utilitas, Konsumen, dan Jaringan
DERMS memberikan visibilitas waktu nyata dan kontrol lokal atas DER, memungkinkan manajemen yang lebih akurat dan efisien. Sistem ini menggunakan algoritma prediktif dan pembelajaran mandiri untuk mengoptimalkan kinerja, meningkatkan kapasitas penampungan fotovoltaik, serta mendukung operasi microgrid yang tahan gangguan. Integrasi DERMS dengan sistem manajemen distribusi lanjutan memungkinkan utilitas mengelola DER secara masif dan mengeksplorasi alternatif non-kabel untuk mengurangi biaya upgrade infrastruktur.
Selain itu, saat DERMS dipadukan dengan intelijen pada tepi jaringan, kemampuan sistem ini semakin meningkat. Keduanya memungkinkan dispatch prediktif, optimasi tegangan, dan fleksibilitas waktu nyata di tingkat lingkungan. Utilitas dapat merespons kondisi jaringan secara otomatis, menjaga stabilitas dan keandalan pasokan listrik. Manfaat nyata yang diperoleh meliputi optimalisasi energi terbarukan, pengurangan beban puncak, dan perpanjangan umur infrastruktur yang ada.
Mempersiapkan Jaringan Terdesentralisasi untuk Masa Depan
Era jaringan listrik terpusat dan statis kini sudah berakhir. Dengan koordinasi DER secara waktu nyata dan visibilitas jaringan tegangan rendah, DERMS beserta kecerdasan tepi jaringan mengubah DER menjadi kontributor aktif bagi jaringan yang tahan banting dan siap menghadapi masa depan. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan fleksibilitas dan keandalan, tetapi juga memperkuat kecerdasan sistem di tepi jaringan.
Keunggulan utama sistem ini terlihat pada kemampuannya mendukung pertumbuhan elektrifikasi dan pencapaian target dekarbonisasi yang ambisius tanpa mengorbankan stabilitas pasokan listrik. Pemantauan yang lebih baik membantu utilitas dalam mendeteksi masalah secara cepat, merespons secara tepat, dan mengoptimalkan distribusi tenaga di jaringan tegangan rendah. Dengan demikian, DERMS menjadi fondasi penting dalam evolusi sistem tenaga listrik menuju era baru yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Berikut adalah 3 fungsi utama DERMS dalam mengakselerasi desentralisasi jaringan:
- Menyediakan visibilitas dan kontrol lokal atas sumber daya energi yang terdistribusi secara real-time.
- Mengoptimalkan performa energi terbarukan serta mengurangi kebutuhan infrastruktur fisik baru.
- Meningkatkan ketahanan dan fleksibilitas jaringan melalui algoritma prediktif dan respons otomatis.
Implementasi DERMS akan mendukung transisi menuju jaringan listrik cerdas yang bukan hanya pasif menerima energi, tetapi juga secara aktif mengelola dan menyeimbangkan pasokan energi dari berbagai sumber. Ini merupakan langkah penting untuk memastikan stabilitas serta pemanfaatan optimal energi bersih di masa depan.





