Menyalakan kembang api menjadi tradisi yang hampir selalu hadir saat menyambut pergantian tahun. Hal ini bukan semata untuk memeriahkan malam saja, melainkan memiliki akar budaya dan makna filosofis yang mendalam.
Awal mula tradisi ini dipercaya berasal dari perayaan Tahun Baru Imlek di Tiongkok kuno. Menurut legenda, kembang api digunakan untuk mengusir monster yang bersembunyi dalam kegelapan. Cahaya merah dari ledakan kembang api dipercaya dapat menakut-nakuti makhluk jahat tersebut, sehingga memberikan rasa aman bagi manusia.
Penggunaan kembang api kemudian menyebar dan diadopsi dalam perayaan tahun baru Masehi di berbagai negara. Seperti dikutip dari Live Science, menyalakan kembang api saat pergantian tahun dianggap sebagai cara untuk mengusir bahaya dan energi negatif pada masa transisi. Tradisi ini sebanding dengan membuat bunyi-bunyian atau memainkan genderang sebagai simbol keberanian dan perlindungan.
Menurut Anthony Aveni, astronom sekaligus antropolog dari Colgate University, tradisi kembang api di dunia Barat berkembang secara mandiri meskipun terinspirasi dari kebiasaan Tiongkok. Ini menunjukkan bahwa meskipun asal-usulnya serupa, cara dan alasan penggunaan kembang api bisa berbeda-beda sesuai budaya setempat.
Kembang Api sebagai Simbol Perayaan
Selain tahun baru, kembang api digunakan dalam berbagai perayaan penting di dunia. Di Tiongkok, selain sebagai pengusir roh jahat pada Imlek, kembang api juga melambangkan keberuntungan dan kebahagiaan. Di Amerika Serikat, misalnya, kembang api merupakan ikon utama dalam peringatan Hari Kemerdekaan tanggal 4 Juli, menandai kebebasan negara.
Di Jepang, kembang api dipercaya menjadi pengingat untuk mendiang leluhur. Sedangkan di Prancis, kembang api kerap dinyalakan saat Bastille Day di sekitar Menara Eiffel untuk memperingati revolusi dan nilai kebebasan. Di India, pada Festival Diwali, kembang api melambangkan kemenangan cahaya atas kegelapan serta kebaikan atas kejahatan, sebagaimana dijelaskan Epic Fireworks.
Tradisi Tahun Baru Lainnya Selain Kembang Api
Meski menyalakan kembang api populer, ada tradisi lain yang juga melekat di malam pergantian tahun di berbagai negara. Berikut beberapa contohnya:
- Mencium Kekasih: Dipercaya membawa keberuntungan dan mempererat hubungan dengan orang terdekat.
- Menyanyikan Auld Lang Syne: Lagu tradisional Skotlandia yang melambangkan kenangan dan perpisahan dengan masa lalu.
- Menjatuhkan Bola Raksasa: Tradisi ini populer di New York sejak awal abad ke-20 karena dulunya digunakan untuk membantu kapal mengetahui waktu.
- Menulis Resolusi: Tradisi ini sudah dimulai sejak Babilonia Kuno selama Festival Akitu yang berlangsung selama 12 hari. Resolusi selain mencakup perbaikan diri, juga berupa sumpah setia kepada raja.
Kembang api bukan hanya simbol perayaan semata, tetapi juga melambangkan harapan baru dan keberanian menghadapi tantangan di masa depan. Ledakan warna-warni di langit menandai awal yang baru dengan semangat optimisme dan kegembiraan.
FAQ Seputar Kenapa Tahun Baru Identik dengan Kembang Api
| Pertanyaan | Jawaban |
|---|---|
| Kenapa Tahun Baru identik dengan kembang api? | Karena kembang api melambangkan perayaan, harapan baru, dan semangat menyambut awal tahun. |
| Sejak kapan kembang api digunakan saat Tahun Baru? | Tradisi ini sudah ada sejak berabad-abad lalu, berawal dari Tiongkok kuno. |
| Kenapa kembang api dilakukan tepat tengah malam? | Karena tengah malam menandai momen resmi pergantian tahun. |
Menyalakan kembang api di malam pergantian tahun membawa makna lebih dari sekadar hiburan visual. Kembang api menjadi pengusir energi negatif dan simbol awal baru bagi banyak budaya di dunia. Tradisi ini terus bertahan dan berkembang menyesuaikan zaman, tetap memancarkan pesan harapan dan kebahagiaan.





