Tahun 2026 diprediksi menjadi momen penting dalam eksplorasi antariksa dengan berbagai misi ambisius yang siap diluncurkan oleh lembaga antariksa dan perusahaan swasta. Dari misi awak manusia mengelilingi bulan hingga pengiriman instrumen pengamatan ruang angkasa terbaru, jajaran pencapaian ini akan memperluas pemahaman manusia tentang tata surya dan membuka era baru eksplorasi luar angkasa.
NASA akan mengawali dengan misi Artemis 2 yang membawa empat astronot dalam perjalanan sekitar 10 hari mengelilingi bulan. Ini menjadi penerbangan awak manusia pertama sejak Apollo 17 pada 1972 yang berlangsung di luar orbit rendah Bumi. Pesawat Orion yang menumpang roket raksasa Space Launch System akan menguji sistem pendukung hidup dan komunikasi dalam kondisi ruang angkasa jauh sebagai persiapan misi pendaratan bulan lanjutan.
1) Artemis 2 – Mengorbit Bulan
Artemis 2 membawa pasangan astronot NASA Reid Wiseman dan Victor Glover bersama Christina Koch dan astronot dari Kanada, Jeremy Hansen. Misi ini sekaligus menjadi uji coba penting untuk Artemis 3 yang ditargetkan mendaratkan manusia di permukaan bulan. Keberhasilan Artemis 2 menandai babak baru bagi koloni manusia berkelanjutan di bulan.
2) Starship SpaceX Mendekati Tahapan Mars
SpaceX mengincar kemajuan besar dengan peluncuran Starship pertama ke orbit Bumi. Fitur utama yang akan dicoba adalah transfer bahan bakar cryogenic di orbit, langkah krusial untuk misi luar angkasa jauh seperti ke bulan dan Mars. CEO Elon Musk menyebut peluang misi ke Mars di 2026 "50–50," namun fokus saat ini adalah mendemonstrasikan kemampuan orbital dan pengisian ulang bahan bakar dalam luar angkasa.
3) Demonstrasi Pendaratan Bulan Blue Origin
Blue Origin menjadwalkan uji coba misi robotik “Blue Moon Mark 1” di permukaan bulan. Lander ini, yang dibawa oleh roket New Glenn, berukuran besar dan mampu mengangkut beban berat. Misi akan diuji teknologi pendaratan presisi dekat Kawah Shackleton di kutub selatan bulan serta mempelajari efek semburan pendaratan roket pada permukaan bulan menggunakan instrumen NASA SCALPSS.
4) Misi Starliner-1 Boeing ke ISS
Setelah masalah pada misi berawak sebelumnya, Boeing akan meluncurkan Starliner-1 sebagai misi tanpa awak ke Stasiun Luar Angkasa Internasional. Misi ini untuk menguji perbaikan sistem dan pengiriman kargo, guna memenuhi persyaratan sertifikasi awak NASA. Langkah ini penting guna memastikan Starliner menjadi kendaraan awak kedua Amerika Serikat selain SpaceX Crew Dragon.
5) Peluncuran Stasiun Antariksa Komersial Haven-1
Startup asal California, Vast, merencanakan peluncuran program Haven-1, stasiun ruang angkasa privat pertama yang berdiri sendiri. Stasiun ini menampung astronot untuk misi pendek hingga 30 hari, mendukung penelitian dan aktivitas komersial. Haven-1 akan diluncurkan dengan roket Falcon 9 milik SpaceX, memperkuat era komersialisasi eksplorasi luar angkasa.
6) Tianwen-2 Mendarat di Asteroid “Bulan Semi”
Tiongkok mengirim pesawat Tianwen-2 ke asteroid Kamoʻoalewa yang disebut “quasi-moon” karena orbitnya yang mengikuti Bumi. Misi ini akan mengumpulkan sampel permukaan dan mengembalikannya ke Bumi pada 2027. Para ilmuwan berharap untuk mendapatkan materi asli tata surya yang berharga, bahkan ada spekulasi bahwa asteroid ini adalah fragmen bulan.
7) Peluncuran Roket Neutron oleh Rocket Lab
Rocket Lab menggarap debut roket Neutron yang berukuran besar dan dapat digunakan kembali sebagian. Roket setinggi sekitar 40 meter ini dirancang untuk membawa satelit berukuran besar, serta mendukung misi keamanan nasional dan potensi misi awak. Desain inovatif fairing yang dapat terbuka di orbit juga menjadi fitur unggulan Neutron.
8) Misi Chang’e 7 dengan Fokus Kutub Selatan Bulan
China merencanakan peluncuran Chang’e 7 untuk mengeksplorasi Kutub Selatan bulan, wilayah yang harapannya mengandung cadangan es air penting. Misi kompleks ini melibatkan orbiter, pendarat, rover, dan probe kecil yang dapat “melompat” di medan sulit. Konstelasi ini juga mencakup satelit relay komunikasi untuk mendukung operasi berkelanjutan.
9) ESA dan Misi Hera di Sistem Asteroid Didymos
Badan Antariksa Eropa akan mengirim Hera menuju asteroid biner Didymos pasca misi DART NASA pada 2022 yang berhasil mengubah orbit bulan kecilnya, Dimorphos. Hera akan memetakan dampak tumbukan, mengukur massa asteroid, dan menurunkan dua cubesat untuk observasi dekat. Data ini penting bagi kemampuan pertahanan planet terhadap ancaman asteroid.
10) BepiColombo Memasuki Orbit Merkurius
Setelah perjalanan delapan tahun dengan beberapa “flyby” gravitasi, misi gabungan ESA dan JAXA, BepiColombo, akan memasuki orbit Merkurius. Terdiri dari dua orbiter yang mempelajari permukaan dan medan magnet planet terdekat Matahari ini, misi menghadapi tantangan radiasi dan suhu ekstrem agar dapat menguak sejarah pembentukan Merkurius.
11) Peluncuran Teleskop Luar Angkasa China Xuntian
Teleskop Xuntian yang berdialog dengan Stasiun Antariksa Tiangong akan diluncurkan untuk survei ultraviolet dan optik yang luas. Dengan cermin utama berukuran 2 meter, kemampuan observasi Xuntian akan menyaingi Hubble, memetakan galaksi, dark matter, dan menemukan eksoplanet melalui microlensing. Misi ini dirancang dengan masa operasional minimum 10 tahun.
12) Penerbangan Pertama Dream Chaser ke Orbit
Pesawat ruang angkasa Dream Chaser karya Sierra Space akan mengirim misi percobaan tanpa awak, menguji peluncuran dengan roket biasa dan kemampuan mendarat di landasan seperti pesawat biasa. Dream Chaser diharapkan menyediakan alternatif pengembalian barang yang lebih lembut, cocok untuk eksperimen ilmiah sensitif dan kargo kritis.
13) Peluncuran Nancy Grace Roman Space Telescope
NASA akan meluncurkan teleskop Roman, yang memiliki bidang pandang 100 kali lebih besar daripada Hubble, memungkinkan pengamatan sangat luas galaksi dan bintang. Teleskop ini akan membantu mempelajari energi gelap, memetakan materi gelap, serta mendeteksi ribuan eksoplanet menggunakan fenomena gravitational microlensing. Misi ini telah mencapai tahap perakitan lengkap dan siap menempuh pengujian akhir.
Rangkaian misi di atas menunjukkan kemajuan pesat dalam teknologi eksplorasi ruang angkasa. Kombinasi program pemerintahan dan inisiatif swasta menandai semakin terbukanya akses manusia ke tata surya. Tahun ini akan menjadi tonggak bersejarah yang menentukan arah perjalanan manusia dalam memahami dan mengelola lingkungan luar angkasa yang semakin luas dan komplek.





