Advertisement

5 Wilayah dengan Perayaan Tahun Baru Paling Awal dan Terakhir di Dunia

Pergantian Tahun Baru tidak terjadi secara serempak di seluruh dunia. Hal ini disebabkan oleh perbedaan zona waktu dan posisi Garis Tanggal Internasional yang membuat momen ini bergerak bertahap dari satu wilayah ke wilayah lain. Dengan demikian, ada daerah yang sudah memasuki tanggal 1 Januari, sementara sebagian wilayah lain masih merayakan hari sebelumnya.

Fenomena ini menjadikan beberapa tempat di dunia terkenal sebagai wilayah yang merayakan Tahun Baru paling awal dan paling terakhir. Berikut ini adalah lima wilayah yang mencatatkan waktu pergantian Tahun Baru paling awal dan terakhir berdasarkan sistem waktu dunia.

1. Kiritimati (Kiribati)
Kiritimati, atau yang sering disebut Christmas Island, berada di zona waktu UTC+14 dan menjadi wilayah pertama yang memasuki Tahun Baru di dunia. Perubahan Garis Tanggal Internasional pada tahun 1995 yang dilakukan oleh Kiribati menempatkan seluruh wilayahnya dalam satu hari yang sama sekaligus membuat Kiritimati sebagai zona waktu paling maju.
Perayaan Tahun Baru di Kiritimati selalu menarik perhatian wisatawan internasional karena menjadi tempat pertama yang menyambut awal tahun. Kondisi ini memberikan pengalaman unik untuk menjadi yang pertama merayakan Tahun Baru setiap tahunnya.

2. Tonga dan Samoa
Tonga dan Samoa sama-sama berada pada zona waktu UTC+13, hanya satu jam di belakang Kiritimati. Samoa mengalami perubahan posisi pada tahun 2011 yang memindahkan Garis Tanggal Internasional sehingga satu hari lebih maju, menyesuaikan waktu dengan Australia dan Selandia Baru.
Perayaan di Tonga dikenal meriah dengan musik dan tarian Polinesia, serta acara-acara keagamaan yang memperkuat suasana sakral Tahun Baru. Samoa, yang dulunya merupakan salah satu wilayah terakhir merayakan, kini termasuk yang awal dalam menyambut tahun baru.

3. Kepulauan Chatham
Letaknya di sebelah timur Selandia Baru membuat Kepulauan Chatham menggunakan zona waktu UTC+12:45, berbeda 45 menit dari daratan utama Selandia Baru. Keunikan zona waktu ini menjadikannya salah satu wilayah paling awal yang merayakan Tahun Baru.
Perayaan di pulau ini biasanya sederhana dan penuh keakraban antarwarga. Meskipun tidak sebesar kota-kota besar, posisi geografis dan zona waktu yang unik membuat Kepulauan Chatham menarik perhatian khusus dalam konteks pergantian waktu global.

4. American Samoa
American Samoa berada di zona waktu UTC-11 dan menjadi wilayah berpenghuni terakhir yang menyambut Tahun Baru. Selisih waktunya hampir satu hari penuh dibandingkan dengan Kiritimati. Saat penduduk di sana merayakan tengah malam, sebagian besar dunia sudah melewati tanggal 1 Januari.
Perayaan di American Samoa cenderung sederhana dan didedikasikan untuk kebersamaan keluarga. Wilayah ini memiliki peran simbolis sebagai penutup rangkaian perayaan Tahun Baru yang berlangsung selama hampir satu hari penuh di seluruh dunia.

5. Pulau Baker dan Pulau Howland
Secara teknis, Pulau Baker dan Pulau Howland adalah wilayah terakhir yang memasuki Tahun Baru dengan zona waktu UTC-12. Namun, kedua pulau ini tidak berpenghuni sehingga tidak ada perayaan di sana.
Meski kosong, kedua pulau ini mempunyai posisi penting dalam sistem waktu global sebagai titik akhir pergantian Tahun Baru. Perbedaan zona waktu dari wilayah awal sampai wilayah terakhir ini memperlihatkan bahwa Tahun Baru adalah sebuah peristiwa berurutan yang berlangsung selama kurang lebih 25 jam di seluruh dunia.

Perbedaan waktu dan posisi geografis wilayah-wilayah ini membuktikan bahwa pergantian Tahun Baru bukan kejadian instan dan serentak. Masing-masing daerah memainkan peran penting dalam struktur waktu global yang dinamis. Di antara wilayah awal dan akhir tersebut, pembaca dapat memilih apakah ingin merasakan sensasi menjadi yang pertama menyambut Tahun Baru atau mengakhiri perayaan terakhir dalam rentang waktu yang panjang ini.

Berita Terkait

Back to top button