Rajawali totol merupakan burung pemangsa berukuran besar yang memiliki keunikan tersendiri. Burung ini sering disalahartikan sebagai burung bangkai karena bentuk dan pola terbangnya yang khas. Apa saja fakta unik tentang rajawali totol yang jarang diketahui?
1. Rajawali totol adalah burung pemangsa besar dari genus Clanga
Rajawali totol atau greater spotted eagle (Clanga clanga) tersebar luas di Eropa, Asia, dan Rusia. Ia termasuk burung booted eagle, yang berarti seluruh kakinya tertutup bulu, tampak ramping dan tertutup rapat. Dulunya ia diklasifikasikan dalam genus Aquila, bersama elang besar seperti elang emas, tapi kini masuk genus Clanga bersama elang totol kecil dan elang totol India.
2. Corak bulu yang khas dan berasal dari nama “totol”
Ukuran rajawali totol mencapai panjang 59-74 cm dengan berat sekitar 3,3 kg dan rentang sayap hingga 1,85 meter. Bulu cokelat gelapnya bisa terlihat hampir hitam dari kejauhan. Burung muda memiliki bercak putih “totol” kontras di sayap yang perlahan memudar saat dewasa. Inilah yang menginspirasi nama rajawali totol.
3. Persebaran sangat luas dengan migrasi yang menarik
Rajawali totol dapat ditemukan di Eropa Timur, Rusia tengah, Asia Tengah, dan Tiongkok. Saat musim dingin, mereka bermigrasi ke Asia Selatan, Asia Tenggara, Timur Tengah, hingga Afrika Timur. Biasanya mereka hidup sendiri atau berpasangan, tapi migrasi musim dingin sering membentuk kawanan kecil.
4. Habitat favorit adalah daerah basah dan berair
Salah satu ciri khas rajawali totol ialah ketergantungannya pada habitat basah seperti rawa gambut, danau, atau sungai yang dikelilingi hutan. Habitat ini memberikan tempat persembunyian sarang dan berlimpah mangsa. Saat bermigrasi, mereka bisa ditemukan di kawasan yang lebih kering seperti savana Afrika.
5. Bentuk sayap dan ekor mirip burung bangkai saat terbang
Saat melayang di udara, siluet rajawali totol terlihat seperti burung bangkai. Sayapnya sangat lebar dengan ujung seperti jari, dan ekor yang pendek serta membulat. Morfologi ini membantu menopang berat badannya saat terbang tinggi dan lama, memperlihatkan kemiripan perilaku terbang dengan burung bangkai.
6. Mampu menumbangkan mangsa berukuran besar
Rajawali totol berburu sambil melayang tinggi, dengan mangsa utama vertebrata kecil hingga sedang. Musim panas, mereka lebih banyak memangsa mamalia dan burung, seperti kuntul besar dan cangak abu. Walau cakarnya terlihat lemah, kekuatan tubuh dan teknik berburu membuatnya menjadi predator efektif di puncak rantai makanan.
7. Status konservasi rajawali totol termasuk rentan punah
Meski menjadi predator puncak, rajawali totol masuk dalam kategori rentan (vulnerable) karena kerusakan habitat yang cepat. Hilangnya lahan basah, penebangan hutan, dan gangguan manusia mengancam habitat bersarangnya, terutama di Eropa. Selain itu, kawin silang dengan elang totol kecil juga mengancam genetika spesies ini.
Rajawali totol menawarkan banyak keunikan dan peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Kemiripannya dengan burung bangkai kerap menimbulkan kesalahpahaman yang membayangi pesona asli burung predator ini. Upaya pelestarian habitat dan pengawasan populasi sangat dibutuhkan agar spesies ini tidak semakin terancam. Integrasi pengetahuan dan perhatian terhadap rajawali totol akan membuka mata kita lebih luas tentang kekayaan dan kerentanan satwa liar yang ada di muka bumi.





