Pada tanggal 1 Januari 1983, ARPANET, jaringan komputer yang menjadi cikal bakal Internet modern, melakukan perubahan besar dengan mengadopsi protokol TCP/IP sebagai standar komunikasi. Protokol TCP/IP menggantikan sistem sebelumnya yang disebut Network Control Program (NCP) secara bertahap hingga selesai pada Juni tahun yang sama. Peralihan ini menjadi tonggak sejarah yang mendasari terbentuknya Internet global seperti yang dikenal saat ini.
Sebelum adopsi TCP/IP, berbagai jaringan komputer menggunakan protokol yang tidak kompatibel satu sama lain serta tumpukan protokol milik vendor yang berbeda. NCP hanya bisa dipakai dalam jaringan ARPANET dan tidak memungkinkan jaringan berbeda saling terhubung. Dengan TCP/IP, muncul konsep internetworking, memungkinkan penghubungan antarjaringan secara lebih luas dan efektif.
Keunggulan TCP/IP sebagai Standar Terbuka
TCP/IP dirancang oleh Dr. Vinton Cerf dan Dr. Robert Kahn dengan konsep lapisan-lapisan yang inovatif. Protokol ini menawarkan fitur penting seperti pengendalian kemacetan dan keandalan pengiriman data secara end-to-end. Protokol ini juga bersifat terbuka, netral vendor, mudah dikembangkan, dan bebas digunakan. Hal ini berbeda dari protokol proprietary milik perusahaan seperti IBM SNA, Xerox XNS, dan DECnet yang hanya berlaku di lingkup tertentu.
Netralitas dan sifat terbuka TCP/IP memungkinkan adopsi luas di banyak institusi. Pada tahun berikutnya, sekitar lebih dari 100 universitas dan lembaga riset di Amerika Serikat dan Eropa sudah terhubung menggunakan TCP/IP. Keberhasilan ini menjadikan TCP/IP sebagai standar universal yang mendasari ekosistem jaringan global.
Alternatif Protokol di Era Awal Internet
Kala itu, banyak perusahaan teknologi besar menawarkan protokol jaringan masing-masing yang tidak kompatibel satu sama lain. IBM menyebut situasi ini sebagai "Menara Babel" akibat fragmentasi protokol. Namun, saat TCP/IP dapat berjalan di berbagai perangkat keras dan mendukung berbagai protokol lain, hal tersebut mendorong penetrasi cepat TCP/IP ke banyak lingkungan jaringan.
Kemampuan TCP/IP untuk bekerja pada berbagai perangkat mulai dari komputer pribadi hingga superkomputer menjadikannya "common denominator" bagi jaringan multiprotokol. Fleksibilitas ini memberikan momentum kuat bagi TCP/IP untuk menjadi tulang punggung komunikasi jaringan global.
Dampak dan Warisan TCP/IP pada Internet Saat Ini
TCP/IP membuka jalan bagi protokol-protokol penting lain yang menjadi fondasi layanan internet seperti HTTP (web), SMTP (email), dan DNS (penamaan domain). Desain lapisan yang modular memudahkan inovasi dan pengembangan standar baru tanpa mengganggu infrastruktur dasar.
Selama lebih dari empat dekade, TCP/IP terus menjadi standar komunikasi utama di Internet. Lahir dari kebutuhan jaringan riset yang handal, kini TCP/IP menghubungkan miliaran perangkat di seluruh dunia. Kestabilan, skalabilitas, dan keterbukaannya membuat protokol ini tetap relevan di era teknologi informasi yang terus berubah.
Fakta Penting Tentang TCP/IP dan ARPANET
- Peralihan ARPANET ke TCP/IP secara resmi terjadi pada 1 Januari 1983.
- TCP/IP menggantikan protokol NCP yang khusus ARPANET dan tidak mendukung internetworking.
- TCP/IP dirancang oleh Vinton Cerf dan Robert Kahn dengan pendekatan lapisan modular.
- Protokol ini bersifat terbuka, bebas lisensi, dan vendor netral sehingga mudah diadopsi luas.
- Pada 1984, sekitar lebih dari 100 institusi di AS dan Eropa sudah terhubung menggunakan TCP/IP.
- TCP/IP menjadi dasar protokol internet modern seperti HTTP, SMTP, dan DNS.
Peristiwa penting ini bukan hanya perubahan teknis, tetapi pembuka jalan bagi revolusi digital global. Standar yang telah berusia lebih dari 40 tahun itu tetap relevan sebagai fondasi infrastruktur internet modern. Dengan kemampuannya menghubungkan berbagai jaringan di seluruh dunia, TCP/IP menjadi tulang punggung eksistensi internet saat ini dan masa depan.





