Advertisement

Terobosan Baru: 5 Langkah Penting dalam Produksi Semikonduktor di Luar Angkasa

Space Forge, sebuah startup antariksa asal Inggris, baru saja mencapai terobosan besar dalam produksi semikonduktor di luar angkasa tanpa keterlibatan manusia. Pada Rabu lalu, mereka berhasil menciptakan plasma atau gas yang sangat panas di dalam satelit komersial, sebuah langkah penting menuju manufaktur semikonduktor di orbit.

Pembuatan semikonduktor membutuhkan kondisi yang sangat presisi. NASA dan berbagai kelompok industri menilai bahwa lingkungan mikrogravitasi di luar angkasa justru lebih menguntungkan daripada kondisi di bumi. Salah satu alasannya adalah perilaku silikon yang lebih mudah menempel pada struktur yang dibutuhkan untuk membuat semikonduktor dalam keadaan mikrogravitasi.

Keberhasilan Space Forge ini merupakan kelanjutan dari riset-riset sebelumnya yang dilakukan di Stasiun Antariksa Internasional (ISS). Clayton Swope, wakil direktur Proyek Keamanan Dirgantara di Center for Strategic and International Studies, menyatakan bahwa perbedaan utamanya adalah proses ini dilakukan tanpa awak manusia dan menggunakan satelit komersial sepenuhnya.

Menurut Swope, “Demonstrasi ini menunjukkan bahwa pembuatan kristal semikonduktor dapat dilakukan di luar angkasa hanya dengan menggunakan mesin.” Pengoperasian tanpa awak sangat penting karena biaya menjaga kehidupan manusia di luar angkasa sangat mahal.

CEO Space Forge, Joshua Western, dalam rilis pers menyampaikan bahwa lingkungan yang tepat untuk pembuatan semikonduktor bisa diwujudkan di satelit komersial khusus. Satelit ForgeStar-1 milik Space Forge yang diluncurkan pada bulan Juni, dilengkapi dengan pabrik berukuran sekecil microwave dan memiliki tungku yang mampu mencapai suhu sekitar 1.000 derajat Celsius.

Industri manufaktur di luar angkasa memang sedang berkembang pesat. Contohnya, pada 2024, startup Varda Space Industries berhasil menumbuhkan kristal ritonavir, sebuah obat antivirus, di sebuah pesawat luar angkasa tanpa awak dan mengembalikannya ke bumi. Selain itu, para peneliti di Swiss Federal Institute of Technology Zurich telah melakukan 3D printing jaringan manusia dalam kondisi mikrogravitasi.

Libby Jackson, kepala ruang angkasa di Science Museum Inggris, mengungkapkan bahwa manufaktur di luar angkasa masih berada di tahap awal. Namun, pengujian dan pembuktian teknologi seperti yang dilakukan Space Forge sangat membuka peluang untuk produk ekonomi yang menguntungkan.

Jackson menambahkan, teknologi ini memungkinkan barang-barang yang dibuat di luar angkasa dikembalikan ke bumi dan memberikan manfaat nyata bagi semua orang. Dengan demikian, manufaktur luar angkasa berpotensi menjadi frontier baru dalam ekonomi global dan inovasi teknologi.

Berikut beberapa poin penting terkait manufaktur semikonduktor di luar angkasa:

1. Lingkungan mikrogravitasi memudahkan proses kristalisasi silikon.
2. Manufaktur tanpa awak dapat menekan biaya produksi antariksa secara signifikan.
3. Satelit komersial dapat dijadikan pabrik mini di orbit bumi.
4. Teknologi ini membuka peluang bagi produksi material berkualitas tinggi yang sulit didapat di bumi.
5. Tren manufaktur luar angkasa semakin didukung dengan keberhasilan perusahaan lain seperti Varda dan institusi riset.

Inovasi ini menjadi bukti bahwa ruang angkasa bukan hanya tempat eksplorasi, tetapi juga arena produksi industri canggih. Jika teknologi terus berkembang, masa depan manufaktur semikonduktor bisa saja beralih dari bumi ke orbit dengan berbagai keuntungan yang signifikan.

Berita Terkait

Back to top button