500 Derajat Lebih Panas dari Bumi, Ini Teknologi Baru Pembuatan Chip Semikonduktor di Luar Angkasa

Sebuah perusahaan asal Inggris, Space Forge, berhasil mengaktifkan tungku pembuatan semikonduktor bersuhu 1.000 derajat Celsius di luar angkasa. Ini menjadi terobosan penting dalam penelitian manufaktur chip di orbit yang selama ini dianggap sangat menantang. Teknologi ini diharapkan mampu menghasilkan semikonduktor dengan tingkat kemurnian hingga 4.000 kali lebih tinggi dibandingkan produksi di Bumi.

Pengujian tungku berukuran sekecil microwave tersebut merupakan bagian inti dari proses manufaktur semikonduktor di luar angkasa. Veronica Vera, Kepala Operasi Payload Space Forge, menyatakan bahwa pencapaian ini amat signifikan untuk memastikan kelayakan proses produksi dalam kondisi gravitasi mikro. Pada kondisi tersebut, atom penyusun chip dapat tersusun lebih rapi, sementara ketiadaan atmosfer mengurangi kemungkinan kontaminasi pada wafer semikonduktor.

Keunggulan Manufaktur Semikonduktor di Luar Angkasa

Manufaktur chip di Bumi memerlukan biaya dan tenaga kerja yang sangat besar. Selain itu, prosesnya bergantung pada kondisi lingkungan yang sulit didamaikan dengan kebutuhan kemurnian tinggi. Di luar angkasa, posisi mikrogravitasi memungkinkan atom produk chip tersusun dengan presisi ekstrem. Kondisi tanpa atmosfer juga meminimalkan pengotor yang biasanya memengaruhi kualitas wafer.

Josh Western, CEO Space Forge, menjelaskan, chip buatan luar angkasa bisa diaplikasikan pada infrastruktur penting seperti menara 5G, pengisi daya mobil listrik, hingga pesawat terbang terbaru. Ia menambahkan, "Semikonduktor dengan kemurnian hingga 4.000 kali lebih tinggi akan berkontribusi pada performa perangkat elektronik yang jauh lebih optimal."

Perjalanan Peluncuran dan Tantangan Teknis

Space Forge memulai langkahnya dengan meluncurkan satelit pertama pada bulan Juni menggunakan pesawat ruang angkasa SpaceX Transporter-14. Namun, mengaktifkan tungku dan memastikan operasinya stabil di orbit memerlukan waktu berbulan-bulan. Kompleksitas tinggi dari eksperimen ini menunjukkan tantangan besar yang dihadapi untuk membangun pabrik chip di luar angkasa secara komersial.

Ke depan, Space Forge merencanakan pengembangan fasilitas produksi yang lebih besar dengan kapasitas menghasilkan hingga 10.000 chip. Perusahaan juga sedang mencari solusi untuk memindahkan produk jadi kembali ke Bumi dengan aman dan efisien.

Perkembangan Industri Semikonduktor Antariksa

Selain Space Forge, sejumlah startup seperti Besxar di Amerika Serikat juga mengembangkan konsep pabrik pembuatan chip di orbit yang dinamakan “Fabships”. Mereka berencana menggunakan roket Falcon 9 untuk mengirim dan mengoperasikan fasilitas ini.

Adopsi manufaktur chip di luar angkasa dapat mengurangi konsumsi listrik dan air yang selama ini sangat besar dalam proses produksi di Bumi. Namun, perlu diperhitungkan pula dampak lingkungan akibat peluncuran roket secara rutin. Intensitas pengiriman bahan baku dan pengambilan produk jadi dari orbit berpotensi menimbulkan efek jejak karbon yang signifikan.

Potensi dan Implikasi Masa Depan

Dengan kemajuan ini, manufaktur semikonduktor ruang angkasa bukan hanya konsep futuristik, melainkan semakin dekat untuk direalisasikan. Kemurnian persediaan chip yang jauh lebih tinggi dapat mengubah standar performa elektronik global. Terobosan ini juga memotivasi riset tentang cara mengatasi logistik dan keberlanjutan dalam operasi pabrik di orbit.

Teknologi produksi chip di luar angkasa membuka peluang baru dalam industri teknologi tinggi dan telekomunikasi. Penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk menyempurnakan metode dan menjaga agar proses ini ekonomis sekaligus ramah lingkungan. Semua perkembangan ini menjadi indikator bahwa manufaktur luar angkasa akan menjadi pilar penting dalam teknologi masa depan.

Exit mobile version