SpaceX berencana menurunkan sekitar 4.400 satelit Starlink ke orbit yang lebih rendah sebagai bagian dari reconfigurasi keselamatan jaringan satelitnya. Langkah ini bertujuan untuk mengurangi risiko tabrakan di antariksa dan meningkatkan keamanan operasional seluruh konstelasi Starlink.
Michael Nicolls, eksekutif teknik Starlink, menyatakan bahwa satelit yang saat ini mengorbit pada ketinggian sekitar 550 kilometer akan dipindahkan ke ketinggian sekitar 480 kilometer sepanjang tahun 2026. Perubahan ini dilakukan secara koordinatif dengan operator satelit lain, regulator, serta Komando Antariksa AS agar proses migrasi berjalan aman dan terintegrasi.
Pengurangan Risiko Tabrakan dan Perlindungan Satelit
Penurunan orbit ini akan secara signifikan mempercepat proses peluruhan balistik satelit di orbit saat fase minimum matahari berlangsung. Pada periode tersebut, kepadatan atmosfer yang menurun dapat membuat satelit tetap berada di orbit lebih lama, sehingga meningkatkan risiko tabrakan. Dengan berada di bawah 500 kilometer, satelit akan menghadapi lebih sedikit puing antariksa dan konstelasi lain yang sudah direncanakan, sehingga peluang terjadi tabrakan bisa berkurang.
SpaceX saat ini mengoperasikan lebih dari 9.000 satelit Starlink di seluruh dunia. Dari jumlah itu, hanya dua satelit yang dilaporkan nonaktif. Perusahaan menekankan bahwa kemampuan mempercepat proses deorbit satelit yang gagal berfungsi sangat penting untuk meminimalkan risiko jangka panjang di orbit.
Layanan Internet Gratis untuk Venezuela
Selain pembaruan teknis di orbit, Starlink juga mengumumkan pemberian layanan broadband gratis untuk warga Venezuela hingga 3 Februari. Langkah ini bertujuan untuk menjamin akses internet yang terus berjalan di negara tersebut, terutama di tengah ketidakstabilan politik dan sosial yang memengaruhi infrastruktur komunikasi.
Starlink menyatakan bahwa kredit layanan secara otomatis diberikan kepada akun pelanggan aktif maupun yang tidak aktif. Dengan demikian, pengguna yang sebelumnya menangguhkan atau mengalami keterlambatan pembayaran dapat mengaktifkan layanan kembali tanpa biaya selama periode tersebut.
Pelanggan yang sudah memiliki perangkat Starlink dapat mulai menggunakan layanan di Venezuela dengan memilih paket Roam. Namun, perusahaan belum mengumumkan jadwal ketersediaan perangkat secara lokal dan akan terus memantau situasi regulasi di negara tersebut. Informasi lanjut akan disampaikan melalui saluran resmi Starlink.
Peran Starlink dalam Manajemen Infrastruktur dan Konektivitas
Dua pengumuman ini menegaskan peran Starlink yang semakin luas, tidak hanya dalam mengelola keamanan dan efisiensi operasional konstelasi satelitnya, tetapi juga dalam menyediakan layanan internet penting di kawasan yang membutuhkan.
Inisiatif penurunan orbit satelit mencerminkan perhatian Starlink terhadap keamanan antariksa dan upaya untuk mengurangi dampak puing satelit di masa mendatang. Sementara itu, penyediaan layanan gratis di Venezuela menandai komitmen perusahaan dalam menjaga konektivitas pada saat krisis, memperkuat akses global terhadap internet.
Dengan langkah-langkah tersebut, Starlink melanjutkan ekspansinya sebagai pionir layanan internet satelit berkecepatan tinggi dan sebagai agen perubahan yang beradaptasi dengan kebutuhan teknis serta sosial dunia saat ini.





