Advertisement

5 Inovasi Teknologi F1 yang Tingkatkan Kinerja Kulkas Supermarket di Sekitar Anda

Teknologi Formula 1 (F1) ternyata bukan hanya bermanfaat untuk mobil balap super cepat, tetapi juga berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari, seperti teknologi pendingin di supermarket lokal. Salah satu inovasi F1 yang kini digunakan pada lemari pendingin rak terbuka di supermarket berasal dari tim Williams Advanced Engineering. Teknologi ini meningkatkan efisiensi pendinginan dan mengurangi kebocoran udara dingin ke ruang sekitar.

Lemari pendingin rak terbuka menyimpan udara dingin yang dialirkan dari bagian atas ke bawah untuk menjaga suhu produk tetap optimal. Namun, sebelum teknologi ini diterapkan, banyak udara dingin yang bocor keluar ke lorong supermarket, menyebabkan sistem pendingin bekerja lebih berat dan konsumsi energi meningkat. Dengan hadirnya inovasi berupa “airfoil” atau sirip udara yang terinspirasi dari sayap mobil F1, kebocoran udara dingin ini berhasil diminimalisir.

Airfoil yang Membantu Menahan Udara Dingin

Airfoil adalah sebuah strip berbentuk bilah yang dipasang di bagian depan rak lemari pendingin. Teknologi ini dikembangkan oleh perusahaan Aerofoil Energy bekerja sama dengan tim Williams Advanced Engineering. Bentuk airfoil ini menyerupai sayap mobil F1 yang dirancang khusus untuk mengarahkan aliran udara. Dalam konteks lemari pendingin, airfoil membantu mengarahkan udara dingin yang biasanya bocor agar tetap tertahan di dalam rak.

Penggunaan teknologi aliran udara dari dunia F1 ini menunjukkan transfer ilmu dari balapan motor ke kebutuhan sehari-hari. Pada mobil F1, airfoil berfungsi menciptakan downforce agar mobil melekat lebih kuat di lintasan. Sementara pada lemari pendingin, airfoil membantu mengarahkan udara dingin tetap mengisi ruang lemari, sehingga mengurangi kebocoran ke area lorong.

Efisiensi Energi yang Signifikan

Data menunjukkan bahwa dengan penerapan airfoil pada lemari pendingin supermarket dapat menghemat hingga 30 persen konsumsi energi. Itu artinya supermarket dapat mengurangi pengeluaran listrik secara signifikan. Penghematan ini juga berarti beban kerja kondensor pada sistem pendingin menjadi lebih ringan, sehingga umur peralatan dapat lebih panjang dan pengeluaran untuk perawatan berkurang.

Keunggulan lain dari teknologi ini adalah pemasangannya sangat mudah tanpa perlu menutup toko atau menghentikan operasional. Hal ini menjadikan solusi ini lebih praktis dan cepat diimplementasikan pada banyak outlet retail secara besar-besaran.

Bagaimana Airfoil Bekerja dari Perspektif Aerodinamika

Secara sederhana, airfoil merupakan bentuk sayap yang menghasilkan gaya angkat saat aliran udara melewatinya. Ketika bagian atas airfoil memiliki permukaan melengkung, udara melaju lebih cepat di atasnya dibandingkan di bawah yang rata. Perbedaan kecepatan ini menciptakan tekanan berbeda yang dalam mobil F1 menghasilkan downforce.

Pada lemari pendingin, prinsip ini dimodifikasi supaya dapat mengarahkan aliran udara dingin kembali ke dalam rak, bukan keluar ke lorong. Tim Williams memodifikasi desain airfoil agar efektif bekerja pada kecepatan udara rendah, serta memastikan bahan dan bentuknya mudah diproduksi dan hemat biaya untuk penggunaan massal.

Adopsi dan Dampak Teknologi di Dunia Retail

Teknologi ini telah diadopsi oleh berbagai jaringan supermarket besar di Inggris, seperti Sainsbury’s, Marks & Spencer, Tesco, dan ASDA. Mereka melaporkan bahwa investasi pemasangan airfoil akan kembali dalam waktu kurang dari satu tahun, berkat penghematan energi yang besar. Bahkan teknologi ini pernah dinominasikan untuk MacRobert Award, sebuah penghargaan bergengsi di bidang inovasi teknik.

Menurut data, sampai lebih dari 50 persen biaya energi supermarket berasal dari pendingin rak terbuka di lorong dingin. Oleh sebab itu, setiap efisiensi kecil yang dicapai di area ini berpotensi mengurangi dampak lingkungan sekaligus menekan biaya operasional perusahaan.

Teknologi Dari Paddock Balap Menuju Supermarket

Inovasi teknologi F1 memang kerap berujung pada produk konsumen, mulai dari rem karbon keramik hingga sistem pemulihan energi kinetik (KERS). Namun, dampak penerapan teknologi aerodinamika sederhana seperti airfoil ini menunjukkan bahwa terobosan terbesar sering kali datang dari solusi yang tampak sederhana namun sangat efektif.

Dengan teknologi ini, lemari pendingin di supermarket menjadi lebih hemat energi dan ramah lingkungan tanpa mengorbankan kenyamanan pelanggan. Ini menjadi contoh nyata bagaimana teknologi balap yang maju dapat kembali ke masyarakat dengan manfaat yang luas dan nyata.


Teknologi aerodinamika dari dunia F1 kini membuat lemari pendingin terbuka di supermarket lebih efisien. Dengan mengurangi kebocoran udara dingin, teknologi ini membantu menekan konsumsi energi dan biaya operasional secara signifikan, sekaligus mendukung keberlanjutan lingkungan di sektor retail.

Berita Terkait

Back to top button