Bunga sering menjadi simbol keindahan dan ketenangan. Namun, tidak semua bunga aman untuk dijadikan hiasan di rumah karena beberapa di antaranya menyimpan racun mematikan. Sejumlah bunga yang tampak menawan justru masuk ke dalam daftar tanaman paling beracun di dunia. Mengenali jenis, asal, dan bahayanya sangat penting untuk keselamatan manusia maupun hewan peliharaan.
Meski memiliki wujud dan warna yang indah, sepuluh bunga berikut mengandung zat beracun yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan bahkan kematian. Racunnya dapat masuk ke tubuh melalui sentuhan, tertelan, atau bahkan terhirup asapnya.
Daftar 10 Bunga Paling Beracun di Dunia
-
Bunga Oleander (Nerium oleander)
Tanaman semak ini sangat populer sebagai tanaman hias di kawasan tropis dan subtropis. Seluruh bagian tanaman mengandung glikosida yang dapat menyebabkan mual, muntah, gangguan irama jantung hingga kematian. Menurut sumber ilmiah, satu helai daun oleander saja dapat mematikan orang dewasa. Di beberapa daerah Afrika, oleander digunakan sebagai racun panah. -
Bunga Melati Kuning (Gelsemium sempervirens)
Bunga asal Amerika ini terlihat cantik dengan corak kuning cerah. Kandungan alkaloid gelsemine dan gelseminine membuat semua bagian tanaman ini beracun, bahkan berbahaya bagi lebah madu. Sentuhan pada kulit dapat menimbulkan iritasi, sementara konsumsi dalam jumlah kecil dapat menyebabkan kelumpuhan hingga kematian. -
Bunga Helm Iblis (Aconitum sp.)
Aconitum dikenal di dunia Barat sebagai monkshood atau helmet flower. Bagian akar dan umbinya kaya neurotoksin seperti aconitine yang dapat menyerang sistem saraf dan jantung manusia dalam waktu singkat, menyebabkan aritmia, mati rasa, bahkan gagal napas. -
Lily Laba-laba Merah (Lycoris radiata)
Asal bunga ini dari wilayah Asia Timur. Kandungan racun lycorine di seluruh bagian tanaman menyebabkan gangguan pencernaan dan pada dosis tinggi berisiko fatal. Masyarakat Jepang menggunakan tanaman ini mengelilingi sawah sebagai penangkal hama. -
Bunga Kalmia (Kalmia latifolia)
Semak ini tumbuh alami di Amerika Utara dan terkenal dengan bunga berbentuk bintang berwarna pink atau putih. Daun dan nektar kalmia mengandung grayanotoxin. Konsumsi tanaman ini dapat menyebabkan detak jantung melambat, mual, dan pingsan. -
Bunga Kacang Manis (Lathyrus odoratus)
Tanaman ini sering dijadikan hiasan karena bunga wangi dan warna menarik. Namun bijinya mengandung zat beracun yang dapat mengakibatkan kelumpuhan otot kaki (lathyrism) jika dikonsumsi dalam jumlah besar. -
Bunga Wisteria (Wisteria spp.)
Wisteria kerap dipilih sebagai tanaman merambat di rumah dan taman bergaya Jepang. Namun, seluruh bagian tanaman ini, terutama bijinya, mengandung zat dapat memicu muntah, diare, hingga gangguan sistem saraf pusat jika tertelan. -
Bunga Bengkok (Strophanthus spp.)
Berasal dari Afrika, tanaman ini telah lama dikenal masyarakat setempat sebagai racun berburu. Kandungan strophantine dalam biji menyebabkan serangan jantung, sementara alkaloid lainnya dapat memengaruhi fungsi saraf jika masuk ke tubuh. -
Bunga Milkweed (Asclepias spp.)
Milkweed banyak tumbuh di Amerika dan dikenal sebagai tanaman pakan ulat raja. Namun bunga ini mengandung kardenolida, senyawa glikosida jantung yang sangat toksik untuk manusia dan hewan. Sentuhan dengan getah atau tertelan bagian tanaman menyebabkan iritasi hingga kerusakan jantung. - Bunga Cerbera (Cerbera odollam)
Tumbuhan ini sering dijumpai di wilayah Samudra Hindia hingga Asia Tenggara. Racun utama bernama cerberin terkandung pada seluruh bagian tanaman. Senyawa ini dapat menghambat aktivitas listrik jantung dan kematian hanya dalam beberapa jam setelah tertelan. Cerbera bahkan digunakan dalam kasus bunuh diri dan pembunuhan di beberapa negara karena toksisitasnya yang tinggi.
Fakta Penting Seputar Bunga Beracun
| Bunga | Bagian Berbahaya | Efek pada Manusia |
|---|---|---|
| Oleander | Daun, batang | Mual, gagal jantung |
| Melati Kuning | Semua bagian | Lumpuh, kematian |
| Helm Iblis | Akar, umbi | Koma, gagal napas |
| Kalmia | Daun, nektar | Pingsan, irama jantung lambat |
| Milkweed | Getah, bunga | Gangguan jantung |
| Cerbera | Seluruh bagian | Serangan jantung, kematian |
Penyebaran bunga beracun tidak hanya terjadi di habitat aslinya, tetapi juga di taman, jalanan kota, dan area publik. Selain membawa risiko bagi manusia, bunga-bunga ini juga berbahaya untuk hewan peliharaan. Hindari menanam atau menyentuh bunga yang tidak diketahui jenis dan keamanannya, serta segera lakukan pencucian tangan jika kontak terjadi. Waspada terhadap kecantikan yang menipu dari bunga-bunga beracun agar terhindar dari bahaya kesehatan, terutama bagi keluarga dan lingkungan sekitar.





