Advertisement

Mengapa Probes ESCAPADE NASA Akan Menunggu Satu Tahun di Luar Angkasa Sebelum Menuju Mars

NASA meluncurkan dua wahana kembar ESCAPADE yang akan menunggu sekitar satu tahun di luar angkasa sebelum melakukan perjalanan menuju Mars. Wahana ini tidak langsung menuju Mars karena saat peluncuran, posisi planet Bumi dan Mars tidak memungkinkan untuk perjalanan langsung. Sebagai gantinya, ESCAPADE akan mengorbit di sekitar titik Lagrange 2 Bumi (L2), sejauh satu juta mil, di sisi yang berlawanan dengan matahari.

Penundaan keberangkatan ini memungkinkan kedua wahana yang dinamai "Blue" dan "Gold" memanfaatkan momen penyelarasan planet pada musim gugur tahun berikutnya. Pada saat itu, mesin wahana akan menyala untuk melakukan manuver sling-shot menggunakan gravitasi Bumi guna menginjeksikan wahana ke jalur transfer menuju Mars. Perjalanan panjang ini akan mencapai orbit Mars pada bulan September tahun berikutnya setelah manuver pengubahan orbit.

Misi dan Tugas ESCAPADE

ESCAPADE (Escape and Plasma Acceleration and Dynamics Explorers) memiliki tujuan utama mempelajari bagaimana angin matahari berinteraksi dengan lingkungan magnetik Mars. Interaksi tersebut mendorong hilangnya atmosfer Mars dan berkontribusi pada evolusi iklim planet merah ini. Data yang dikumpulkan akan memberikan wawasan penting terkait sejarah planet dan turut mendukung pemahaman tentang kemungkinan masa depan kolonisasi Mars.

Rob Lillis, penyelidik utama ESCAPADE dari UC Berkeley Space Sciences Laboratory, menyatakan bahwa penundaan satu tahun menambah risiko keausan wahana. Namun, tim yakin bahwa kedua wahana cukup tangguh untuk beroperasi hingga selesai misi utama pada tahun 2029, bahkan kemungkinan lebih lama. Redundansi sistem di kedua wahana memastikan jika terjadi gangguan, wahana masih dapat berfungsi tanpa gagal total.

Strategi Orbit Menunggu (Loiter Orbit)

Keputusan menempatkan ESCAPADE pada orbit menunggu di titik L2 adalah hasil dari banyak iterasi desain yang dilakukan oleh Advanced Space, perusahaan yang merancang misi ini. Jeffrey Parker, CTO Advanced Space, menjelaskan bahwa dengan penggunaan bahan bakar kimia dan bukan ion, wahana bisa membawa lebih banyak bahan bakar sehingga memungkinkan berbagai pilihan jalur penerbangan hingga “berputar-putar” mengelilingi Bumi sampai momen terbaik menghadang Mars tiba.

Orbit ini memberikan fleksibilitas yang menjadi keuntungan besar. Manuver koreksi trajektori yang diperlukan dapat dilakukan ulang atau ditunda jika tidak sempurna pada awalnya tanpa mengancam keberhasilan misi. NASA sempat menunda satu manuver koreksi karena daya dorong yang rendah pada salah satu wahana, tetapi tidak berdampak jangka panjang.

Manuver Kunci Trans-Mars Injection

Momen paling krusial adalah saat kedua wahana harus menyalakan mesin pada jarak rendah dari Bumi untuk terlempar menuju Mars. Jika gagal, ESCAPADE harus menunggu dua tahun lagi untuk jendela peluncuran berikutnya. Meski begitu, tim merasa yakin karena masih ada jeda hampir satu tahun untuk mempersiapkan dan menguji sistem propulsi sebelum manuver tersebut.

Teknologi dan Ketahanan Wahana

ESCAPADE adalah proyek bagian dari NASA SIMPLEx, program misi kecil dan inovatif dengan risiko lebih tinggi dan biaya lebih rendah. Wahana dirancang dan dibangun oleh Rocket Lab di Long Beach, California. Mereka menerapkan teknologi dan bahan yang mampu bertahan di lingkungan luar angkasa yang ekstrem selama bertahun-tahun.

Rocket Lab menjelaskan bahwa degradasi komponen elektronik akibat radiasi kosmik, suhu ekstrem, dan gangguan sinar matahari dapat terjadi. Oleh karena itu, wahana dilengkapi dengan isolasi, pemanas untuk mencegah pembekuan bahan bakar, serta sistem cadangan untuk perangkat penting seperti komputer, radio, dan sensor.

Pentingnya Misi ESCAPADE untuk Masa Depan

Menurut Parker, misi ini tidak hanya menunggu dan melaju ke Mars, tapi juga menjadi model penting untuk pengiriman berkelanjutan ke planet merah. Kolonisasi Mars membutuhkan pengiriman wahana dan logistik secara rutin, bukan hanya setiap dua tahun sekali saat jendela peluncuran ideal.

Konsep "string of pearls" memungkinkan beberapa wahana diluncurkan berurutan dalam waktu dekat dan kemudian terbang bersama melalui jendela peluncuran Mars yang sama. ESCAPADE memperlihatkan cara membuka fleksibilitas peluncuran yang dibutuhkan untuk masa depan eksplorasi planet dan kedatangan manusia ke Mars.

Misi ini akan membuktikan bahwa metode orbit menunggu dan penggunaan manuver gravitasi dapat mengatasi keterbatasan posisi planet saat peluncuran, serta memperluas peluang misi-misi masa depan ke planet terdekat kita.

Berita Terkait

Back to top button