Rencana pembangunan bandar antariksa nasional di Biak, Papua, kembali menjadi sorotan setelah mendapat perhatian dari Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. Wacana yang sudah lama dirintis oleh Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) kini menunjukkan peluang nyata untuk direalisasikan dalam waktu dekat.
Biak dipilih sebagai lokasi utama pembangunan bandar antariksa karena keunggulan geografisnya yang dekat dengan garis ekuator. Posisi ini memberikan efisiensi energi dalam peluncuran roket, memungkinkan roket meluncur ke orbit rendah dengan lebih hemat bahan bakar.
Profesor Thomas Djamaluddin, mantan Kepala LAPAN (2014-2021) dan pakar astronomi, menyatakan bandar antariksa tersebut awalnya dirancang untuk mendukung peluncuran roket kecil. Tujuannya adalah memperkuat kemandirian Indonesia dalam menempatkan satelit mikro ke orbit rendah antara 300 hingga 600 kilometer.
Saat ini, Indonesia telah mampu memproduksi satelit mikro secara mandiri, namun peluncuran satelit masih bergantung pada fasilitas negara lain, terutama India. Thomas menegaskan, target jangka panjang adalah menggunakan roket sendiri dengan dukungan bandar antariksa nasional di Biak.
Keunggulan Biak Sebagai Lokasi Bandar Antariksa
Lokasi Biak tidak hanya strategis dari aspek astronomi. Infrastruktur pendukung seperti pelabuhan dan bandara yang sudah ada membentuk ekosistem logistik yang memadai. Hal ini memudahkan pengiriman komponen roket yang dibuat di luar Biak agar bisa dirakit dan diluncurkan secara efisien.
Selain itu, Biak memiliki ruang terbuka langsung ke Samudra Pasifik. Ini ampuh sebagai area jatuhnya roket tahap awal yang sudah tidak terpakai, sehingga operasional peluncuran bisa dilakukan dengan risiko minimal terhadap populasi atau bangunan.
Tantangan dan Strategi Pendanaan
Walaupun proyek ini menjanjikan, pembangunan bandar antariksa membutuhkan investasi sangat besar. Di saat kebutuhan peluncuran satelit dalam negeri masih terbatas, pengoperasian penuh fasilitas ini harus dirancang secara optimal.
Thomas mengungkapkan bahwa kerja sama internasional menjadi kunci keberhasilan. Skema bilateral, multilateral, atau konsorsium swasta asing bisa memperkuat pendanaan dan transfer teknologi. Ini akan mempercepat perkembangan industri keantariksaan nasional.
Dukungan Pemerintah dan Infrastruktur
Kesiapan pemerintah pusat dan daerah mulai terlihat dari koordinasi lintas kementerian. Dalam Rapat Koordinasi Nasional Bandar Antariksa di Jakarta pada Desember 2025, komitmen mendukung pembangunan di Biak ditegaskan.
Kementerian Pekerjaan Umum menyatakan jaringan jalan nasional di Biak sudah dalam kondisi sangat baik. Dari total panjang 85,72 kilometer jalan nasional, hampir 99,77% telah mantap dan mendekati lokasi proyek dengan kelas jalan II. Kondisi ini akan menunjang aktivitas pembangunan dan distribusi logistik.
Kementerian Kehutanan juga memberi sinyal positif dengan kesiapan memberikan Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH). Proyek ini masuk kategori infrastruktur pemerintah nonkomersial, sehingga tidak dikenakan kompensasi tertentu terkait penggunaan lahan hutan.
Peran Pemerintah Daerah dan Masyarakat
Bupati Biak Numfor, Markus Oktovianus, menyoroti pentingnya menjaga kepercayaan publik. Pemerintah daerah telah melakukan sosialisasi hingga tingkat kampung dan distrik untuk menginformasikan manfaat dan mekanisme pembangunan. Dibentuk juga tim percepatan pembangunan demi memastikan implementasi berjalan tanpa hambatan.
Markus berharap proyek strategis ini tidak mengalami penundaan agar manfaat ekonomi dan teknologi dapat segera dirasakan masyarakat lokal. Keberlanjutan proyek juga bergantung pada komunikasi dan partisipasi aktif masyarakat sekitar kawasan Biak.
Secara keseluruhan, proyek bandar antariksa nasional di Biak berpotensi memperkuat posisi Indonesia di kancah keantariksaan dunia. Dengan dukungan pemerintah pusat, daerah, dan kolaborasi internasional, proyek lama yang kini diusung kembali oleh pemerintah diperkirakan akan membawa transformasi besar dalam industri satelit dan peluncuran di Indonesia.
Baca selengkapnya di: teknologi.bisnis.com