KBBI Tambah Ribuan Kata Baru, Lengkapi Bahasa Indonesia yang Semakin Kaya dan Dinamis

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) telah memperbarui Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) sepanjang tahun 2025. Dalam pembaruan itu, sebanyak 3.259 entri baru ditambahkan ke dalam KBBI sehingga total entri kini mencapai 210.595 kata.

Pembaruan ini dapat diakses secara online melalui situs resmi KBBI. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah memastikan istilah bahasa Indonesia selalu mengikuti perkembangan sosial, budaya, dan teknologi. Dengan pembaruan rutin setiap enam bulan, KBBI berupaya menjadi rujukan bahasa yang akurat dan relevan dengan konteks kekinian.

Proses Pemutakhiran dan Keterlibatan Publik

Setiap penambahan kata baru melalui proses penyuntingan berjenjang yang melibatkan editor, redaktur, dan validator. Usulan kata bisa berasal dari tim internal maupun masyarakat. Hingga kini, KBBI daring menerima lebih dari 255 ribu usulan, dengan sekitar 70,89% sudah disunting dan disaring secara ketat sebelum dimasukkan ke dalam kamus.

Partisipasi publik menjadi kunci utama dalam pengayaan kosakata. Usulan kata yang diterima tidak selalu langsung dibakukan, karena harus memenuhi kriteria tertentu. Contohnya, kata tersebut harus unik, enak didengar (eufonik), sesuai kaidah bahasa Indonesia, dan digunakan secara luas.

Ragam Label dan Penggunaan Bahasa

KBBI kini tak hanya memuat kata baku, tetapi juga mencatat kata dalam ragam percakapan informal hingga kasar. Label seperti “cak” untuk bahasa percakapan dan “kas” untuk kata kasar membantu pengguna memahami konteks pemakaian suatu kata. Pendekatan ini membuat KBBI semakin komprehensif dan mencerminkan dinamika bahasa Indonesia yang hidup di masyarakat.

Kontribusi Bahasa Daerah dan Asing

Salah satu aspek menarik dari pembaruan ini adalah masuknya kosakata dari bahasa daerah dan bahasa asing. Kata-kata ini melengkapi kekosongan makna dalam bahasa Indonesia dan mencerminkan keberagaman budaya sekaligus dinamika interaksi sosial. Dengan cara ini, KBBI menjadi cermin kekayaan bahasa yang terus bertambah dan berkembang.

Fungsi KBBI Sebagai Rujukan Bahasa

Kepala Badan Bahasa Hafidz Muksin menyatakan bahwa KBBI berfungsi sebagai kamus preskriptif sekaligus deskriptif. Artinya, KBBI tidak hanya menetapkan aturan bahasa baku, tetapi juga merekam penggunaan kata sesuai dengan realitas di lapangan. Pendekatan ini menjadikan KBBI sumber yang lengkap, informatif, dan bermanfaat bagi berbagai kalangan, mulai dari akademisi, pelajar, hingga masyarakat umum.

KBBI sebagai Kamus yang Hidup

KBBI tidak sekadar dokumen statis, melainkan karya yang terus tumbuh seiring bahasa yang digunakan penuturnya. Pembaruan dua kali setahun memastikan KBBI mampu mencerminkan perubahan bahasa Indonesia secara tepat waktu. Konvensi penulisan yang digunakan dalam KBBI juga memudahkan pengguna memahami contoh pemakaian, ragam, serta bidang bahasa tertentu.

Penambahan 3.259 entri baru ini menjadi bukti nyata bahwa bahasa Indonesia terus berkembang mengikuti perubahan kehidupan sosial dan teknologi. Dengan basis data dan mekanisme pemutakhiran yang terstruktur, KBBI berperan sebagai penanda perkembangan kebahasaan sekaligus pendukung ketepatan berbahasa bagi masyarakat luas.

Baca selengkapnya di: www.beritasatu.com
Exit mobile version