7 Fakta Unik Burung Kangkok Pelari: Benarkah Larinya Lebih Cepat dari Koyote?

Karakter kartun Looney Tunes bernama Road Runner membuat banyak orang penasaran dengan burung kangkok pelari di dunia nyata. Banyak yang bertanya apakah burung ini benar-benar bisa berlari lebih cepat dari koyote seperti di animasi populer tersebut.

Kangkok pelari, atau dikenal juga dengan nama roadrunner, memang memiliki kecepatan lari di alam liar hingga menjadi salah satu burung tercepat. Namun, benarkah ia mampu mengalahkan kecepatan asli seekor koyote? Inilah fakta-fakta menarik tentang burung unik satu ini.

1. Burung Kangkok Pelari Bukan Burung Biasa

Kangkok pelari merupakan anggota keluarga Cuculidae, sama seperti burung wiwik dan kadalan yang ada di Indonesia. Berbeda dengan kerabatnya yang banyak hidup di pepohonan, kangkok pelari justru lebih sering berada di tanah. Tubuhnya ramping dengan kaki yang panjang, menyesuaikan diri untuk berlari di padang pasir.

Desain tubuh itu membantu mereka bertahan hidup di lingkungan keras yang minim air dan berlumpur. Kaki dan ekor panjangnya berfungsi agar tetap seimbang ketika memacu kecepatan.

2. Hanya Dua Spesies, Semua Hidup di Amerika

Di dunia, hanya ada dua jenis roadrunner. Spesies pertama, greater roadrunner (Geococcyx californianus), menghuni kawasan barat daya Amerika Serikat hingga utara Meksiko. Spesies kedua lebih kecil, lesser roadrunner (Geococcyx velox), tersebar dari daerah selatan Meksiko hingga Amerika Tengah.

Greater roadrunner memiliki panjang tubuh mencapai 56 cm dan dikenal sebagai cuculidae terbesar. Sementara lesser roadrunner sedikit lebih mungil, dengan ciri paruh dan tubuh lebih kecil, namun lincah berburu serangga.

3. Adaptasi Ala Burung Laut

Salah satu keunikan kangkok pelari adalah kemampuannya menghemat air tubuh. Burung ini memiliki kelenjar istimewa dekat matanya untuk mengeluarkan larutan garam pekat dari tubuh. Adaptasi ini mirip dengan burung laut yang setiap hari bergulat dengan kadar garam tinggi.

Sistem pembuangan garam yang efisien ini membantu mereka tetap sehat dan tidak mudah dehidrasi meski hidup di padang pasir dengan sedikit air.

4. Kulit Hitam untuk Menyerap Panas

Di pagi hari, kangkok pelari sering terlihat membuka bulunya lebar-lebar dan berjemur di bawah matahari. Hal tersebut bukan tanpa alasan karena di balik bulunya terdapat kulit berwarna hitam.

Menurut penjelasan di Oiseaux Birds, kulit hitam ini justru membantu menyerap panas secara optimal sehingga tubuh bisa segera hangat usai semalaman diterpa dinginnya gurun.

5. Lahir dengan Bakat Berlari Cepat

Meski bisa terbang, roadrunner lebih memilih berlari di darat karena tubuhnya terlalu berat untuk terbang jauh. Ia hanya menggunakan kemampuan terbang saat benar-benar darurat.

Ekor panjang yang dimiliki sangat membantu sebagai rem dan kemudi saat berlari. Inilah yang membuat roadrunner menjadi predator efektif di atas gurun, sekaligus lincah melarikan diri dari bahaya.

6. Fakta Kecepatan: Masih Kalah dari Koyote

Banyak yang terkejut setelah mengetahui kecepatan maksimal kangkok pelari di alam hanya sekitar 24 kilometer per jam. Data dari Audubon menyebutkan, kemampuan lari ini sudah sangat luar biasa untuk seekor burung, bahkan termasuk yang tercepat di dunia.

Akan tetapi, koyote bisa berlari hingga 69 kilometer per jam, lebih dari dua kali kecepatan roadrunner. Koyote pun menjadi salah satu musuh alami burung ini di gurun Amerika. Fakta ini membantah anggapan banyak orang yang percaya bahwa kangkok pelari bisa selalu lolos dari kejaran koyote.

7. Predator Tangguh dengan Menu Ekstrem

Soal ketangguhan memakan mangsa, roadrunner bukan burung sembarangan. Mereka memangsa berbagai jenis mangsa, mulai dari belalang, kadal, hingga ular dan kalajengking. Bahkan, roadrunner dikenal mampu berburu ular derik beracun dengan cerdik bersama pasangannya.

Burung ini juga tercatat sebagai satu-satunya predator tawon tarantula, serangga yang mampu membunuh tarantula dengan sengatnya. Dengan kemampuan seperti ini, posisi roadrunner sebagai salah satu pemburu paling unik di tanah kering Amerika memang layak mendapat perhatian.

Fakta-fakta di atas membuktikan bahwa kangkok pelari memiliki keunikan dan keistimewaan tersendiri selain soal kecepatan larinya. Kehadirannya di alam bukan hanya memperkuat ekosistem gurun, tapi juga menjadi bukti adaptasi dan evolusi luar biasa pada burung.

Berita Terkait

Back to top button