Penemuan Mengejutkan: Gas Bulan Terdeteksi di Perut Bumi Bawah Amerika Serikat

Penemuan gas Helium-3 di bawah bumi Amerika Serikat mengejutkan dunia ilmiah. Selama ini, Helium-3 dianggap bahan langka yang hanya dapat diperoleh dari permukaan Bulan. Namun, pengeboran di wilayah utara Minnesota menemukan cadangan Helium-3 dalam jumlah besar yang belum pernah terduga.

Helium-3 berbeda dengan Helium-4 yang umum digunakan untuk balon udara. Helium-3 hanya memiliki satu neutron, membuatnya sangat langka dan bernilai tinggi. Gas ini memiliki potensi besar sebagai sumber energi fusi nuklir bersih di masa depan.

Di Bumi, Helium-3 sangat jarang ditemukan karena tidak diproduksi secara alami dalam jumlah signifikan di atmosfer. Sebagian besar Helium-3 yang ada merupakan hasil sampingan dari aktivitas nuklir manusia. Oleh sebab itu, adanya cadangan Helium-3 di batuan dasar Minnesota merupakan temuan signifikan.

Para ilmuwan menjelaskan, Helium-3 tersebut terbentuk dari peluruhan alami uranium di batuan tua wilayah tersebut. Proses peluruhan ini berlangsung selama miliaran tahun, menghasilkan Helium-3 yang terperangkap dalam kantong geologi di bawah permukaan tanah. Temuan ini mematahkan asumsi bahwa Helium-3 hanya bisa ditemukan di luar angkasa.

Fungsi dan Manfaat Helium-3

Helium-3 bukan hanya bahan bakar potensial untuk reaktor fusi, tetapi juga memiliki aplikasi penting lain, yaitu:

  1. Deteksi bahan radioaktif melalui sensitivitas terhadap neutron.
  2. Penggunaan dalam perangkat keamanan untuk memantau perdagangan senjata nuklir ilegal.
  3. Komponen vital dalam penelitian nuklir dan eksperimen fisika suhu ultra-rendah.

Penemuan ini membuka peluang untuk mengembangkan teknologi tinggi dan energi masa depan tanpa harus mengandalkan biaya mahal misi penambangan di Bulan ataupun luar angkasa. Hal ini juga menunjukkan potensi cadangan gas langka di dalam kerak bumi yang sebelumnya belum diantisipasi.

Saat ini, para peneliti terus mendalami karakteristik cadangan Helium-3 di Minnesota untuk memastikan kelayakan eksploitasi. Langkah ini bisa menjadi terobosan dalam menyediakan sumber energi bersih sekaligus mendukung keamanan global dengan teknologi deteksi radioaktif. Temuan ini berpotensi mengubah peta riset energi dunia dalam waktu dekat.

Baca selengkapnya di: www.beritasatu.com

Berita Terkait

Back to top button