Burung parula tropis adalah salah satu burung kicau kecil asal Benua Amerika yang terkenal karena penampilannya yang berwarna cerah. Spesies ini, dikenal secara ilmiah sebagai Setophaga pitiayumi, tersebar luas di Amerika, mulai dari bagian selatan Texas, barat laut Meksiko, Amerika Tengah, hingga Argentina utara, termasuk juga Trinidad dan Tobago.
Memiliki penampilan fisik yang unik, burung parula tropis dapat dikenali dari warna biru keabu-abuan pada bagian atas tubuh dan warna kuning cerah di bagian bawah yang terkadang berpadu menjadi oranye di daerah dada. Nama ilmiah “pitiayumi”, berasal dari bahasa Guarani yang berarti “dada kuning kecil.” Jenis burung ini termasuk dalam keluarga Parulidae yang memang dikenal memiliki ragam burung berwarna-warni di Amerika.
Habitat dan Persebaran Burung Parula Tropis
Burung parula tropis memilih habitat di kawasan hutan perbukitan dan pegunungan rendah. Spesies ini umumnya menghindari lembah basah seperti daerah aliran Sungai Amazon. Menurut Birda Species Guide, mereka dapat ditemukan di hutan primer dan sekunder, juga pada area yang pernah mengalami gangguan alam seperti kebakaran atau banjir.
Pada wilayah Andes bagian timur, parula tropis kerap dijumpai pada ketinggian sekitar 1.000 hingga 1.300 mdpl. Adaptasi terhadap lingkungan yang beragam menunjukkan kemampuan bertahan hidup yang cukup tinggi pada burung ini. Mereka juga senang menghuni area hutan campuran, semak, dan bekas lahan terbuka.
Ragam Subspesies dan Sebaran Wilayah
Para ahli ornitologi mencatat setidaknya ada 14 subspesies parula tropis. Subspesies-subspesies ini dibagi dalam tujuh kelompok menurut wilayah persebarannya:
- Kelompok Meksiko timur laut, ditemukan di Meksiko timur laut sampai Texas selatan.
- Kelompok Meksiko barat, khususnya di Sierra Madre Occidental.
- Kelompok Amerika Tengah, tersebar dari Meksiko selatan hingga Kolombia barat laut.
- Kelompok Amerika Selatan, meliputi sebagian besar wilayah benua Amerika Selatan.
- Kelompok Tres Marias, ditemukan di Kepulauan Tres Marias.
- Kelompok Pulau Socorro.
- Kelompok Pulau Coiba.
Setiap subspesies umumnya hanya memiliki variasi kecil pada warna, jumlah garis putih di sayap, dan panjang ekor.
Karakteristik Visual dan Perbedaan Jantan-Betina
Burung jantan parula tropis memiliki topeng hitam khas yang memanjang dari paruh ke belakang mata. Warna dada jantan cenderung lebih terang oranye dibanding betina, yang cenderung lebih kusam tanpa topeng hitam. Dua garis putih di sayap (wingbars) biasanya menjadi ciri visual utama selain warna dadanya.
Sementara betina juga berwarna kuning-oranye pada dada, namun biasanya tampak lebih hambar dan tidak menyala seperti pada jantan. Perbedaan ini kerap menjadi indikator membedakan jenis kelamin burung parula tropis di alam liar.
Sarang dan Reproduksi
Dari sisi reproduksi, parula tropis memiliki kebiasaan membuat sarang unik berbentuk kubah di antara rumpun tumbuhan epifit, khususnya lumut Spanyol (Tillandsia usneoides). Sarang ini diletakkan beberapa meter di atas permukaan tanah, cukup tersembunyi di balik dedaunan.
Selama musim kawin, burung betina biasanya bertelur dua butir dengan masa inkubasi sekitar dua minggu. Peran mengerami telur dilakukan betina, dengan jantan kerap membantu menjaga area sekitar sarang. Anak-anak burung mulai keluar dan belajar terbang tidak lama setelah menetas.
Makanan dan Kebiasaan Makan
Makanan utama parula tropis adalah serangga, laba-laba, dan terkadang buah beri hutan. Burung ini sering terlihat mencari makan di lapisan atas tajuk pohon, baik sendiri maupun tergabung dalam kawanan burung spesies lain. Meskipun parula tropis bukan spesies migran, pergeseran lokal untuk mencari makan tetap sering terjadi.
Kerabat Dekat dan Status Konservasi
Burung ini memiliki kerabat yang sangat mirip, yakni northern parula (Setophaga americana). Keduanya dulu dianggap satu spesies, namun data genetik terbaru membedakan mereka sebagai spesies yang berbeda. Ciri utama yang membedakan adalah topeng putih berbentuk bulan sabit pada northern parula yang tak dimiliki parula tropis.
Menurut International Union for Conservation of Nature (IUCN), baik parula tropis maupun northern parula berstatus Least Concern alias tidak terancam punah di habitat aslinya. Populasi keduanya terjaga dengan baik di berbagai lokasi sebaran.
Pengenalan lebih dalam mengenai burung parula tropis membuka wawasan mengenai keunikan burung kicau khas Amerika yang memiliki keindahan visual dan kemampuan adaptasi luar biasa di berbagai bentang alam.





