NASA tengah memasuki tahap akhir persiapan untuk misi berawak ke Bulan, yang menjadi tonggak sejarah setelah lebih dari lima dekade sejak misi Apollo terakhir dilakukan. Rencana ini menjadi pusat perhatian publik global karena membawa empat astronaut dalam misi penting yang disebut Artemis 2, sekaligus menandai kembalinya manusia ke orbit bulan.
Penerbangan berawak NASA ke Bulan terakhir kali terjadi pada 1972, dan Artemis 2 dirancang untuk membuktikan keamanan dan kesiapan sistem pendukung kehidupan di dalam kapsul Orion. NASA menetapkan jadwal peluncuran paling cepat pada Februari, namun pelaksanaan tetap dipertimbangkan dengan matang agar mengatasi potensi kendala teknis maupun cuaca ekstrem.
Tahapan Akhir Persiapan Artemis 2
Tim teknis NASA sedang bersiap meluncurkan roket Space Launch System (SLS) dan pesawat ruang angkasa Orion ke landasan peluncuran di Kennedy Space Center, Florida. Proses pemindahan dari fasilitas perakitan menuju Launch Pad 39B menempuh jarak sekitar empat mil dan diperkirakan membutuhkan waktu paling lama dua belas jam. Jadwal peluncuran ke landasan direncanakan tidak lebih awal dari 17 Januari, dengan pertimbangan cuaca dan kemungkinan perbaikan akhir pada sistem teknis.
Sebelum peluncuran utama, NASA akan menyelenggarakan latihan akhir yang disebut wet dress rehearsal pada akhir Januari. Seluruh prosedur pengisian bahan bakar kriogenik ke roket akan dijalankan dan simulasi hitung mundur peluncuran dilakukan secara penuh guna mensimulasikan kondisi sebenarnya sebelum hari pelaksanaan.
Rencana Penerbangan dan Tantangan Teknologi
Artemis 2 menjadi misi vital untuk memastikan sistem pendukung kehidupan Orion efektif menjaga keselamatan awak selama perjalanan jauh dan lama di luar angkasa. Empat astronaut akan mengorbit Bumi sebanyak dua kali terlebih dahulu sebelum melanjutkan perjalanan melewati sisi terjauh Bulan, hingga sejauh 4.700 mil dari permukaan Bulan.
Keempat astronaut yang tergabung dalam misi akan menjalani 10 hari di luar angkasa. Mereka bertugas mengumpulkan data teknis yang sangat penting untuk meyakinkan bahwa perjalanan manusia ke Bulan berikutnya bisa berjalan lebih panjang, aman, dan efisien.
Fakta Penting Artemis 2
Berikut sejumlah poin krusial mengenai misi Artemis 2 yang perlu dicermati publik:
- Artemis 2 adalah misi berawak pertama NASA menuju Bulan setelah Apollo pada 1972.
- Empat astronaut akan melakukan simulasi perjalanan manusia ke orbit Bulan.
- Peluncuran SLS-Orion ditargetkan paling lama pada pertengahan Februari.
- NASA akan menjalankan uji latihan penuh sebelum hari peluncuran untuk meminimalisir risiko.
- Dampak dan hasil misi akan menjadi acuan utama bagi eksplorasi jangka panjang ke Bulan dan destinasi luar angkasa berikutnya.
Ambisi Eksplorasi Bulan dan Masa Depan NASA
Keberhasilan Artemis 2 menjadi kunci bagi realisasi misi masa depan dalam program Artemis, termasuk ambisi jangka panjang membangun keberadaan manusia secara permanen di permukaan Bulan. Proyek ini juga dibayangi upaya internasional untuk meneliti sumber daya Bulan dan menciptakan jalur baru eksplorasi menuju Mars.
Dukungan dari para ilmuwan, awak misi, dan teknologi mutakhir menjadi fondasi utama dalam memastikan Artemis 2 berjalan sesuai target. NASA menegaskan setiap tahap persiapan selalu memperhatikan standar keamanan tertinggi, dan segala keputusan krusial berdasar analisis sains serta evaluasi risiko yang ketat dari ahli.
Masyarakat internasional kini menantikan perkembangan terbaru dari rangkaian persiapan Artemis 2. Setiap kemajuan misi ini berpotensi membuka babak baru dalam sejarah penjelajahan luar angkasa manusia.





