Roket Artemis 2 Siap Diluncurkan NASA, Proses Roll Out Dimulai 17 Januari

Misi Artemis 2 milik NASA menjadi perhatian global menjelang tahap penting peluncurannya. Pihak NASA telah mengumumkan rencana untuk menggulirkan roket Space Launch System (SLS) dan kapsul Orion ke landasan peluncuran pada tanggal 17 bulan ini guna menjalani serangkaian uji pra-peluncuran. Agenda tersebut sekaligus menandai persiapan intensif misi berawak ke bulan pertama dalam lebih dari 50 tahun.

Rangkaian proses ini menjadi langkah besar menuju pelaksanaan misi Artemis 2 yang ditargetkan meluncur secepatnya pada awal Februari. Jika sukses, empat astronot—Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch dari NASA dan Jeremy Hansen dari Canadian Space Agency—akan melakukan perjalanan selama sepuluh hari mengelilingi bulan dan pulang ke Bumi.

Persiapan Menuju Peluncuran Bersejarah

Roket SLS dan Orion akan dipindahkan dari Vehicle Assembly Building (VAB) di Kennedy Space Center, Florida menuju Launch Pad 39B. Proses pemindahan sejauh 6,4 kilometer ini memanfaatkan kendaraan khusus Crawler-Transporter 2 dan bisa memakan waktu hingga 12 jam.

Lori Glaze, pejabat eksekutif NASA di bidang pengembangan sistem eksplorasi, menegaskan bahwa persiapan semakin intens: “Kami bergerak makin dekat ke Artemis 2, dengan tahap rollout sudah di depan mata.” Pihak NASA juga menegaskan seluruh tahap proses akan menempatkan keselamatan kru sebagai prioritas utama.

Rangkaian Uji dan Tahap Kritis Pre-Launch

Setelah tiba di lokasi peluncuran, teknisi melakukan berbagai pengujian pada roket dan kapsul. Fokus utama adalah wet dress rehearsal—uji pengisian lebih dari 700.000 galon propelan kriogenik ke SLS, simulasi hitung mundur peluncuran, dan latihan prosedur mengosongkan propelan dengan aman tanpa kru di lapangan.

Menurut pernyataan resmi NASA, uji ini menjadi syarat penting sebelum peluncuran. Ujian watak teknologi ini kerap menemui kendala, seperti pada misi Artemis 1 lalu yang menemukan kebocoran hidrogen cair dan berdampak pada mundurnya jadwal peluncuran. Namun, perbaikan berhasil dilakukan dan misi Artemis 1 sukses membawa Orion tanpa awak ke orbit bulan lalu kembali ke Bumi.

Jadwal Peluang Peluncuran Artemis 2

Setelah serangkaian uji dan verifikasi kelayakan seluruh sistem, tim akan menjalani peninjauan kesiapan terbang guna memastikan semua aspek teknis dan operasional telah memenuhi syarat. Hasil peninjauan itu baru akan menentukan tanggal pasti peluncuran. NASA menyiapkan rentang jendela peluncuran selama dua bulan, memberikan 15 peluang yang sangat terbatas untuk meluncurkan Artemis 2:

  1. Periode Peluncuran 31 Jan – 14 Feb: Peluang peluncuran jatuh pada 6, 7, 8, 10, dan 11 Februari.
  2. Periode Peluncuran 28 Feb – 1 Mar: Peluang peluncuran tersedia pada 6, 7, 8, 9, dan 11 Maret.
  3. Periode Peluncuran 27 Mar – 10 Apr: Peluang peluncuran ditetapkan pada 1, 3, 4, 5, dan 6 April.

Tidak semua hari tersebut dapat digunakan, sebab NASA juga harus mempertimbangkan kesiapan teknis, cuaca, serta jadwal pengguna lain di Area Eastern Range. NASA menegaskan, dalam satu periode peluncuran, secara umum maksimal hanya empat kali percobaan dapat dilakukan dalam rentang satu minggu peluang.

Misi Artemis 2 dan Makna Historisnya

Misi Artemis 2 tidak akan melakukan pendaratan di permukaan maupun masuk ke orbit bulan. Namun, pencapaian ini tetap sangat monumental karena akan menjadi perjalanan manusia pertama ke kawasan bulan setelah misi Apollo 17 di awal dekade 1970-an.

Seluruh tahapan menuju peluncuran Artemis 2 terus diawasi ketat. Setiap kendala teknis akan segera ditangani demi menjaga keselamatan kru dan memastikan keberhasilan misi, sebagaimana diungkapkan NASA dalam berbagai keterangan resmi baru-baru ini.

Publik dunia kini menantikan perkembangan terbaru dari Kennedy Space Center, di mana lahirnya babak baru eksplorasi bulan membawa harapan bagi lompatan pengetahuan dan peradaban umat manusia di masa depan.

Exit mobile version