Hampir setiap sudut pameran teknologi terbesar dunia, CES, dipenuhi inovasi kecerdasan buatan. Robotic, smart lock, hingga televisi ultra tipis mendominasi area utama. Namun, jika tujuan pengunjung untuk mencari produk ramah lingkungan, pencarian membutuhkan usaha ekstra karena teknologi keberlanjutan masih belum mendapat ruang utama.
Walaupun tahun ini bagian Sustainability di Las Vegas Convention Center bertambah dari 20 menjadi 38 stan, kenaikan itu berasal dari proses penggabungan kategori energi dan keberlanjutan. Artinya, peserta pameran yang hadir pun didominasi perusahaan utilitas listrik, produsen baterai, hingga perusahaan energi nuklir. Bahkan terdapat stan data AI yang tidak relevan dengan tema keberlanjutan, menunjukan betapa padatnya arus tren kecerdasan buatan yang mengesampingkan isu lingkungan.
Inovasi Keberlanjutan yang Tetap Muncul
Meskipun ruangnya minim, sejumlah produk dan teknologi ramah lingkungan tetap hadir secara inovatif. Berikut beberapa solusi yang berhasil menarik perhatian:
-
Shine Turbine 2.0
Turbin angin mini yang dirancang untuk kebutuhan portabel. Dengan berat hanya sekitar tiga pon dan pemasangan selama dua menit, Shine Turbine 2.0 mampu menghasilkan energi mulai dari angin sepoi-sepoi dan mengisi perangkat seperti ponsel, laptop, atau pembangkit listrik portabel. Daya maksimum mencapai 75 watt pada model kedua, sementara generasi selanjutnya ditargetkan mampu hingga 100 watt. -
Baterai Flint
Solusi baterai ramah lingkungan berbahan dasar selulosa. Tidak menggunakan lithium dan bebas pelarut berbahaya, baterai ini dapat terurai hingga 70 persen dalam waktu empat minggu pada lingkungan pengomposan. Desainnya mempertahankan fungsi baterai litium-ion, tetapi dengan dampak lingkungan yang jauh lebih rendah. -
Clear Drop Soft Plastics Compactor
Mesin compact plastik lunak yang mengubah limbah seperti kantong belanja dan bubble wrap menjadi balok berukuran 8 x 12 x 4 inci. Setiap balok setara dengan satu kantong sampah penuh plastik lunak. Setelah dipadatkan, balok bisa dikirim ke fasilitas mitra daur ulang menggunakan amplop kirim prabayar yang sudah disediakan. -
Alpha Power by CPTI
Panel surya perovskite ringan dengan fleksibilitas tinggi. Berkat sensitivitasnya terhadap cahaya, panel ini bahkan dapat menghasilkan energi hanya dari pencahayaan dalam ruangan. Kolaborasi dengan produsen memungkinkan kemungkinan masa depan panel ini akan terintegrasi di berbagai perangkat elektronik. - Green Vigor
Inovasi hadir dari Hong Kong dengan dua sistem, HydroVigor dan CoolVigor, yang memanfaatkan energi dari air limbah bangunan serta sistem pendingin udara. Setiap aktivitas air dan udara menghasilkan listrik yang dapat digunakan kembali. Teknologi ini telah diterapkan di Singapura dan Hong Kong serta sedang diperluas ke pasar global.
Tren Energi Terbarukan di Area Luar Ruangan
Teknologi pembangkit energi dan pengelolaan limbah semakin banyak diterapkan pada perangkat outdoor dan transportasi.
-
Jackery Solar Gazebo
Gazebo modular dengan panel surya yang dapat menghasilkan energi hingga 10 kWh per hari. Panel ini cukup kuat untuk menopang berat manusia dan dapat diintegrasikan dengan sistem rumah, disimpan dalam stasiun tenaga Jackery, hingga dialirkan ke jaringan listrik. Jackery menjual gazebo ini dengan harga $12,000. -
Bluetti RV Solar System
Bluetti membawa dua inovasi: stasiun daya berbahan dasar plastik bio dan sistem DIY panel surya untuk kendaraan RV. Solusi ini menawarkan daya portabel sekaligus mendukung gaya hidup ramah lingkungan. - Airloom Wind Power Generation
Turbin angin model baru dengan penggunaan material 40 persen lebih sedikit dari turbin standar dan menggunakan 42 persen lebih sedikit komponen. Didesain untuk kemudahan pemasangan pada skala utilitas, sistem ini mampu menyediakan energi untuk pusat data yang konsumsi dayanya tinggi.
Solusi Serbaguna Berbasis Surya dan Transportasi Bersih
-
Gaotu Innovation Energy Group
Perusahaan asal Shenzhen yang konsisten menawarkan solusi produk berbasis tenaga surya selama delapan belas tahun. Ragam produknya meliputi topi, kursi, ransel, payung, hingga atap mobil yang dapat mengisi daya kendaraan listrik secara praktis. - Segway Muxi Cargo E-Bike
Menjadi stan terbesar di area keberlanjutan, Segway menampilkan sepeda kargo listrik Muxi. Fitur utamanya adalah baterai yang mudah diganti, kursi penumpang opsional, serta tambahan keranjang dan tempat minum di tengah sepeda.
Peluang dan Tantangan Teknologi Keberlanjutan di CES
Data terbaru dari Engadget menegaskan bahwa dibandingkan dengan arus utama teknologi di CES yang sangat didominasi kecerdasan buatan, pengembangan solusi berkelanjutan justru masih cenderung terbatas. Banyak solusi yang sifatnya baru skala industri, masih dalam tahap prototipe, atau dianggap terlalu spesifik dan belum siap masuk pasar konsumen secara luas. Namun, munculnya beragam inisiatif dari berbagai pelaku industri menunjukkan bahwa semangat pengembangan teknologi ramah lingkungan tidak sepenuhnya hilang di tengah riuh rendah inovasi digital.
Keberadaan berbagai inovasi ini menjadi harapan agar upaya memperluas adopsi teknologi ramah lingkungan tetap terus berjalan. Isu keberlanjutan di CES memang masih minoritas, namun inovasi yang ada memberikan pandangan positif bahwa transisi menuju teknologi masa depan yang berkelanjutan tetap mungkin terwujud, asalkan didukung konsistensi inovasi dan komitmen dari pelaku industri global.





