Membahas cuaca ekstrem di bumi seringkali membuat banyak orang merasa tidak nyaman, tapi situasi ini ternyata jauh lebih ringan dibandingkan kondisi cuaca di planet lain dalam tata surya. Dengan perkembangan misi luar angkasa, peneliti berhasil mengungkap berbagai fenomena cuaca mengerikan yang terjadi pada planet serta bulan lain di sekitar matahari. Fenomena-fenomena ini tidak hanya berbeda dari apa yang dialami di Bumi, namun juga bisa mengancam keselamatan segala bentuk kehidupan.
Cuaca ekstrem di tata surya mampu memberi gambaran betapa ekstrimnya lingkungan di luar Bumi jika dihuni manusia. Tidak hanya suhu tinggi maupun rendah, tetapi juga hujan asam, badai angin ribuan kilometer per jam, hingga kilatan petir luar biasa dahsyat. Berikut adalah tujuh fenomena cuaca paling ekstrem yang pernah diamati peneliti di tata surya.
1. Hujan Asam Sulfat Menghujani Venus
Planet Venus memiliki atmosfer tebal yang didominasi karbon dioksida. Hal ini menyebabkan efek rumah kaca sangat kuat di permukaan Venus. Yang lebih mengerikan, hujan di planet ini berwujud asam sulfat yang sangat korosif. Menurut data Weather.com, asam sulfat tersebut mampu membakar kulit hanya dalam hitungan detik. Namun sebelum menyentuh permukaan, tetesan hujan sudah menguap akibat suhu Venus yang sangat tinggi.
2. Suhu Super Ekstrem di Merkurius
Merkurius dikenal sebagai planet yang paling dekat ke Matahari dan hampir tidak memiliki atmosfer pelindung. Ini berdampak pada fluktuasi suhu ekstrem yang luar biasa antara siang dan malam, menurut IFLScience. Suhu di permukaan Merkurius dapat mencapai lebih dari 430 derajat Celsius di siang hari. Namun di malam hari, suhu bisa anjlok hingga minus 180 derajat Celsius, menjadikannya planet dengan rentang suhu paling esktrem di tata surya.
3. Badai Abadi di Jupiter
Jupiter dikenal dengan fenomena Great Red Spot, yaitu badai raksasa yang telah bertahan lebih dari tiga abad. Menurut Space.com, lebar badai ini sekitar 16.000 kilometer, cukup besar untuk menelan seluruh planet Bumi. Peneliti juga menemukan terjadinya badai lain seperti angin kencang, kilatan petir, hingga aurora raksasa terutama di wilayah kutub Jupiter. Walau badai utama perlahan menyusut, skalanya masih jauh melampaui semua badai yang pernah terjadi di Bumi.
4. Petir Ekstrem di Saturnus
Saturnus punya sistem cuaca unik dengan badai petir sangat intens. Data dari NASA menyebut, kilatan petir di Saturnus bisa 10.000 kali lebih kuat dibandingkan di Bumi. Petir ini bahkan bisa dideteksi oleh wahana antariksa Cassini meski sedang terjadi pada siang hari, menandakan kekuatan energinya sangat besar. Selain itu, badai di Saturnus mampu mengelilingi hampir seluruh planet karena ukurannya yang mencapai ratusan ribu kilometer.
5. Angin Neptunus Lebih Cepat dari Suara
Angin di Neptunus merupakan yang tercepat di tata surya, menurut LiveScience. Kecepatannya mencapai lebih dari 2.100 kilometer per jam, bahkan melebihi kecepatan suara di Bumi. Fenomena ini bahkan sempat direkam oleh wahana Voyager 2. Selain itu, Neptunus juga kerap mengalami badai yang membingungkan ilmuwan karena intensitas dan skalanya yang besar secara tiba-tiba.
6. Badai Debu dan Salju Karbon Dioksida di Mars
Mars menjadi objek penelitian utama dalam pencarian kehidupan di luar Bumi. Di sisi lain, planet ini juga menyimpan cuaca ekstrem berupa badai debu yang melanda seluruh permukaan selama berbulan-bulan. mengutip IFLScience, suhu di Mars cukup ekstrem, di siang bisa mencapai 20 derajat Celsius, tetapi malam turun drastis hingga -50 derajat Celsius. Salju yang turun di Mars bukanlah air, melainkan karbon dioksida beku.
7. Hujan Metana di Titan
Titan, satelit terbesar Saturnus, memiliki sistem cuaca yang unik dan misterius. Melansir NewScientist, Titan mengalami hujan metana yang turun sangat pelan akibat gravitasi dan suhu rendah. Proses ini membuat permukaan Titan basah oleh metana cair, berbeda total dengan hujan air di Bumi.
Serangkaian fenomena tersebut menggambarkan betapa ekstremnya kondisi lingkungan di luar sana. Penelitian dari berbagai sumber, mulai dari NASA, LiveScience, IFLScience, hingga Weather.com, memastikan bahwa cuaca di tata surya jauh lebih ganas dibanding apapun yang ada di Bumi. Meskipun Bumi juga punya tantangan cuaca tersendiri, planet ini jelas masih menjadi pilihan terbaik untuk kehidupan berdasarkan fakta sains yang ada hingga saat ini.





