SpaceX Sukses Luncurkan Misi Kedua dari Space Coast di Tahun 2026

SpaceX kembali mencatat sejarah dengan melaksanakan peluncuran kedua dari pesisir Space Coast pada tahun ini. Misi tersebut memperkuat posisi SpaceX sebagai pemain utama dalam industri peluncuran satelit dan eksplorasi luar angkasa global.

Peluncuran terbaru ini menggunakan roket Falcon 9 untuk misi Starlink 6-96 dari Cape Canaveral Space Force Station, tepatnya di Space Launch Complex 40. Peluncuran berlangsung pada pukul 16:41 waktu setempat dan berhasil menempatkan 29 satelit internet Starlink ke orbit.

Detail Peluncuran dan Inovasi Teknologi

Pada misi kali ini, SpaceX kembali menggunakan booster tahap pertama yang telah menjalani 29 kali penerbangan sebelumnya. Booster tersebut berhasil kembali mendarat dengan selamat di atas droneship "A Shortfall of Gravitas" yang berada di Samudera Atlantik. Fakta ini menunjukkan kemampuan daur ulang roket SpaceX yang terus berkembang, mengurangi biaya serta meningkatkan frekuensi peluncuran.

Peluncuran kedua dari Space Coast pada tahun ini menandai dimulainya rangkaian misi siang hari setelah peluncuran perdana SpaceX dari Florida yang digelar pada pagi buta beberapa waktu lalu. Rangkaian misi berikutnya akan dilakukan pada siang hari, diikuti oleh peluncuran misi malam hari.

Jadwal Peluncuran Berikutnya dari SpaceX

  1. Starlink 6-97 dijadwalkan pada hari Minggu, dengan jendela peluncuran antara pukul 13:08 hingga 17:08 dari SLC-40. Booster yang digunakan sudah mengalami 25 kali peluncuran sebelumnya.
  2. Misi Starlink 6-98 direncanakan pada hari Rabu, dalam jendela waktu 13:01 sampai 17:01 dengan booster ke-13 kalinya.
  3. Setelah itu, SpaceX menyiapkan misi Starlink 6-100 dengan target peluncuran malam hari antara tengah malam hingga 03:17, menggunakan booster untuk ke-24 kalinya.

Pencapaian ini membuktikan tingkat efisiensi dan keandalan armada booster yang digunakan SpaceX dalam setiap misi Starlink.

Kompetisi dan Aktivitas Peluncuran di Space Coast

Selama tahun lalu, SpaceX menguasai hampir seluruh aktivitas peluncuran dari Space Coast dengan hanya delapan peluncuran yang dilakukan oleh perusahaan lain. Blue Origin dan United Launch Alliance (ULA) menjadi dua pesaing utama, di mana ULA melakukan enam peluncuran, dan Blue Origin dua kali.

Pada peluncuran mendatang, ULA siap menjalankan misi USSF-87 menggunakan roket Vulcan terbarunya untuk keempat kali, bertempat di Space Launch Complex 41. Sementara itu, Blue Origin belum mengumumkan waktu pasti peluncuran berikutnya untuk roket New Glenn.

Misi Berawak dan Perkembangan NASA

Selain aktivitas komersial, NASA juga ikut bergerak dengan rencana peluncuran kedua roket Space Launch System (SLS) pada misi Artemis II. Rencana ini bertujuan untuk mengirimkan kru pertama dalam modul Orion dalam perjalanan mengelilingi bulan dengan target peluncuran tidak lebih dari April mendatang. Rollout roket SLS dijadwalkan pekan depan dan peluncuran pertama bisa saja dilakukan seawal bulan Februari.

Tren Masa Depan Peluncuran SpaceX di Space Coast

Dominasi SpaceX di Space Coast tidak hanya terlihat dari frekuensi peluncuran, tapi juga dari kemampuan mengoperasikan roket berulang kali. Teknologi pendaratan booster yang konsisten berhasil, serta efisiensi dalam manajemen jadwal peluncuran menyebabkan SpaceX mampu melampaui para kompetitor dalam hal jumlah misi.

Komitmen SpaceX terhadap peluncuran satelit Starlink menandai upaya serius menyediakan akses internet global melalui ratusan satelit yang terus menerus melengkapi megakonstelasi di orbit rendah bumi. Keberhasilan setiap peluncuran turut meningkatkan kecepatan dan jangkauan layanan internet global, serta memajukan teknologi luar angkasa secara keseluruhan.

Industri peluncuran dari Space Coast diproyeksi semakin kompetitif dan inovatif, didorong oleh kolaborasi pemerintah dan swasta untuk mendorong kemajuan sains serta teknologi kedirgantaraan.

Exit mobile version