NASA telah menetapkan tanggal peluncuran misi Artemis II pada 6 Februari 2026. Misi ini menandai kembalinya manusia ke Bulan setelah lebih dari 50 tahun sejak misi Apollo terakhir pada 1972.
Persiapan misi telah memasuki fase penting dengan pemindahan infrastruktur peluncuran utama di Kennedy Space Center. NASA juga menjadwalkan latihan gladi bersih sebagai tahap validasi akhir pada akhir Januari 2026.
Artemis II merupakan misi berawak pertama yang menguji roket Space Launch System (SLS) dan pesawat antariksa Orion terbaru milik NASA. Misi ini membawa empat astronaut yang bertugas menguji ketahanan sistem melalui perjalanan selama 10 hari.
Komandan misi adalah Reid Wiseman, yang didampingi oleh dua astronaut NASA lain, Victor Glover dan Christina Koch, serta satu astronaut dari Badan Antariksa Kanada, Jeremy Hansen. Mereka akan menempuh jarak lebih dari 6.400 kilometer ke sisi jauh Bulan.
Tugas utama kru adalah menguji sistem pendukung kehidupan pada wahana Orion untuk memastikan kesiapan mengangkut manusia ke Bulan secara aman. Keberhasilan misi ini menjadi kunci dalam membangun kehadiran berkelanjutan manusia di Bulan.
Misi Artemis II diharapkan membuka jalan bagi eksplorasi yang lebih jauh, termasuk mempersiapkan manusia menuju Mars. NASA menegaskan pentingnya misi ini dalam memperkuat posisi Amerika Serikat dalam persaingan antariksa global.
Selain NASA, kompetisi antarnegara juga semakin ketat dengan Cina yang menargetkan pendaratan manusia di Bulan pada 2030 dan India yang telah berhasil mendarat di kutub selatan Bulan. Peran sektor swasta seperti SpaceX juga penting dalam kemajuan teknologi antariksa.
Berikut rincian utama misi Artemis II:
- Tanggal peluncuran: 6 Februari 2026
- Lokasi peluncuran: Kennedy Space Center, Florida
- Durasi misi: 10 hari
- Astronaut peserta:
- Reid Wiseman (Komandan)
- Victor Glover (NASA)
- Christina Koch (NASA)
- Jeremy Hansen (Canadian Space Agency)
- Tujuan utama: Uji sistem kehidupan dan penerbangan berawak ke sisi jauh Bulan
Misi Artemis II menjadi batu loncatan penting dalam upaya pengembangan teknologi dan eksplorasi ruang angkasa manusia. NASA memandang langkah ini sebagai fondasi demi misi-misi antariksa selanjutnya untuk mewujudkan kehadiran manusia secara permanen di Bulan dan luar angkasa lebih dalam.
Baca selengkapnya di: teknologi.bisnis.com