Fakta Ular Hijau: Tidak Semua Berbahaya, Kenali Ciri-Ciri dan Jenisnya di Sini!

Ular hijau sering dianggap sangat berbahaya oleh sebagian besar masyarakat. Banyak orang yang langsung menghindar atau bahkan berusaha membunuh ular dengan warna tubuh hijau karena takut terhadap kemungkinan adanya bisa mematikan.

Namun anggapan bahwa semua ular hijau berbahaya ternyata tidak tepat menurut fakta ilmiah. Tidak semua spesies ular hijau memiliki bisa yang cukup kuat untuk mengancam manusia atau hewan peliharaan di sekitar.

Mengapa Ular Hijau Sering Ditakuti

Warna mencolok pada ular hijau sering dikaitkan dengan keberadaan racun atau bisa. Dalam dunia reptil, warna adalah salah satu bentuk adaptasi agar mereka dapat bersembunyi di antara pepohonan dan tumbuhan. Para ahli herpetologi menegaskan, warna tubuh ular tidak bisa dijadikan penentu tingkat bahaya ular tersebut.

Banyak spesies ular hijau yang sebenarnya memiliki bisa ringan bahkan tidak berbisa sama sekali. Sebagai perbandingan, genus Ahaetulla atau yang dikenal sebagai ular pucuk di Indonesia, bisa dikatakan tidak berbahaya bagi manusia karena bisanya sangat lemah.

Beberapa Ular Hijau Berbahaya di Indonesia

Beberapa jenis ular hijau memerlukan kewaspadaan khusus karena termasuk ke dalam kategori berbisa tinggi. Salah satunya adalah ular viper dari genus Trimeresurus. Spesies ini dikenal dengan ciri tubuh ramping, kepala segitiga, serta ekor berwarna merah.

Sebaliknya, ada juga ular hijau seperti Morelia viridis (sanca pohon hijau) dan Gonyosoma oxycephalum (ular bajing) yang sama sekali tidak berbisa, namun tetap bisa menggigit jika merasa terancam. Identifikasi jenis sangat penting sebelum mengambil tindakan, karena tidak semua ular hijau perlu ditakuti.

Efek Gigitan Ular Hijau

Hampir semua ular hijau dapat menggigit sebagai mekanisme pertahanan diri. Namun, dampak dari gigitannya sangat bervariasi tergantung jenisnya. Gigitan ular viper seperti Trimeresurus dapat menyebabkan kerusakan jaringan, pembengkakan, bahkan ancaman kematian jika tidak segera mendapat perawatan medis.

Sementara itu, gigitan dari ular pucuk biasanya hanya menimbulkan rasa sakit seperti bengkak ringan, nyeri, gatal, atau reaksi iritasi ringan. Sedangkan gigitan ular hijau tak berbisa umumnya tidak menyebabkan keracunan, tetapi luka fisik akibat gigi yang tajam tetap harus diantisipasi.

Habitat dan Persebaran Ular Hijau

Ular hijau dapat ditemukan di kawasan tropis dan subtropis dengan kelembapan tinggi dan vegetasi rapat. Di Indonesia, mereka hidup di hutan, semak belukar, perkebunan, atau bahkan area pemukiman penduduk. Ada spesies seperti Trimeresurus albolabris yang cocok hidup di dataran tinggi dan area pertanian, dan ada yang menempati habitat khusus seperti hutan mangrove di pesisir.

Bukan hanya di kawasan hutan, tetapi ular hijau seperti ular bajing dan ular pucuk juga sering muncul di pepohonan sekitar rumah warga, terutama yang berbatasan dengan area liar.

Panduan Praktis Menghindari Ular Hijau

Langkah pencegahan lebih baik daripada penanganan setelah insiden terjadi. Berikut beberapa cara efektif mengurangi risiko perjumpaan dengan ular hijau di lingkungan rumah, menurut pakar pengendalian hama:

  1. Jaga kebersihan pekarangan dan rumah dari tumpukan sampah, daun kering, dan semak belukar.
  2. Tutup semua lubang, celah, atau retakan di dinding dan lantai yang bisa menjadi jalan masuk ular.
  3. Hindari menimbun tumpukan kayu, batu, atau benda-benda lain di sekitar rumah.
  4. Usir tikus atau hewan pengerat lain yang dapat menarik perhatian ular sebagai sumber makanan.
  5. Saat beraktivitas di alam terbuka, gunakan pakaian tebal, sepatu tinggi, dan hindari memasukkan tangan ke semak-semak tanpa alat bantu.

Jika bertemu ular hijau, cobalah tetap tenang dan jangan panik. Identifikasi secara visual ciri morfologinya dari jarak aman. Jangan pernah mencoba menangkap atau menantang ular hijau secara langsung karena dapat memprovokasi gigitan.

Pengetahuan tentang karakteristik dan spesies ular hijau sangat membantu dalam mencegah kepanikan berlebihan. Dengan begitu, manusia dan ular hijau bisa hidup berdampingan tanpa perlu merasa terancam satu sama lain. Pastikan juga untuk segera mencari bantuan medis jika terjadi gigitan, serta mencatat ciri spesifik ular yang menggigit untuk memudahkan penanganan dokter.

Berita Terkait

Back to top button