
Energi nuklir fusi semakin mendekati realisasi sebagai sumber listrik bersih tanpa batas, setelah Commonwealth Fusion Systems (CFS) mengumumkan pembangunan fasilitas pilot pertamanya. Proyek inovatif ini didukung kecanggihan teknologi AI dari perusahaan global seperti Siemens dan Nvidia untuk mempercepat pengembangan serta memastikan energi tetap bersih, aman, dan konsisten.
Kebutuhan listrik untuk pusat data dan pabrik AI skala raksasa makin melonjak, mendorong ilmuwan dan pelaku industri berebut solusi energi baru. CEO Siemens, Roland Busch, menekankan pentingnya sumber energi bersih, aman, terjangkau, dan hampir tidak terbatas—dua karakteristik utama yang ditawarkan oleh fusi nuklir modern.
Teknologi Fusi: Proses Matahari di Bumi
Fusi nuklir bekerja dengan cara menggabungkan atom, menciptakan energi sangat besar seperti yang terjadi pada matahari. Berbeda dengan reaktor nuklir konvensional yang membelah atom dan menghasilkan limbah radioaktif, fusi justru mengeliminasi isu limbah berbahaya serta mengurangi problem pasokan energi global.
CFS saat ini menggarap proyek demonstrasi SPARC yang berlokasi di dekat Boston. Proses pembangunan sudah memasuki tahap instalasi 18 magnet superkonduktor berbentuk D berbahan suhu tinggi. Salah satu magnet yang terpasang diklaim cukup kuat untuk mengangkat kapal induk keluar dari air, menurut CEO CFS, Bob Mumgaard.
SPARC dijadwalkan hampir selesai pada akhir 2026, dengan uji coba produksi energi plasma pertamanya pada 2027. Pencapaian ini diharapkan menjadi penentu penting bahwa fusi dapat berfungsi secara stabil di dunia industri, bukan sekadar konsep ilmiah.
Kolaborasi AI: Peran Siemens dan Nvidia
Untuk mempercepat pengembangan serta meningkatkan akurasi teknik, CFS menggandeng Nvidia dan Siemens. Mereka membangun ‘digital twin’ dari proyek SPARC—sebuah simulasi virtual yang mereplikasi sistem fisik secara digital. Dengan teknologi ini, berbagai eksperimen, pemrosesan data, dan pengujian dapat dilakukan tanpa membongkar mesin sesungguhnya.
Nvidia menyumbangkan teknologi Omniverse AI, sementara Siemens mengintegrasikan perangkat lunak industri mutakhir. CFS juga memanfaatkan sistem AI DeepMind dari Google, yang berfungsi layaknya kopilot dalam pengambilan keputusan teknik selama proyek berjalan.
Menurut Mumgaard, teknologi digital twin mempercepat proses inovasi proyek ARC yang ditargetkan menjadi pembangkit fusi komersial pertama di dunia.
Menuju Pembangkit Fusi Komersial
Setelah SPARC selesai diuji, CFS berencana membangun ARC di dekat Richmond, Virginia. Targetnya, fasilitas ini berkapasitas 400 megawatt dan bisa memasok listrik setara kebutuhan 300.000 rumah tangga. Jika semua berjalan sesuai rencana, ARC akan masuk jaringan listrik pada awal 2030-an.
Proses fusi memerlukan pengkondisian plasma—campuran hidrogen yang dipanaskan hingga jutaan derajat hingga menjadi gas bermuatan listrik. Sementara matahari mengandalkan tekanan gravitasi luar biasa, para insinyur perlu menciptakan medan magnet superkuat untuk menahan dan mengendalikan reaksi tersebut di Bumi. Teknologi tokamak, mesin besar berbentuk donat dengan medan magnet internal, menjadi pilihan utama dalam proyek ini.
Kompetisi dan Perkembangan Sektor Fusi
Industri fusi kini makin ramai kompetitor. TAE Technologies dan Trump Media & Technology Group mengumumkan merger senilai 6 miliar dolar AS, dengan target segera meluncurkan perusahaan publik fusi setelah injeksi modal besar-besaran. Sementara itu, Helion Energy yang didukung Sam Altman (OpenAI) dan SoftBank juga mengembangkan pembangkit fusi untuk memasok daya ke pusat data Microsoft di Seattle.
CFS tetap memimpin pengembangan tokamak, berkat modal besar dan kontrak strategis dari nama-nama besar seperti Google, Mitsubishi, Bill Gates, serta posisi sebagai pionir sejak spin-off dari Massachusetts Institute of Technology pada 2018.
Dukungan Dana dan Prospek Masa Depan
Investasi di sektor fusi terus meningkat dengan harapan mampu mengatasi krisis energi global dan mewujudkan masa depan bebas emisi. Tim CFS menyebut proyek SPARC seperti lego rumit: membutuhkan instruksi jelas dan tim ahli yang solid untuk merakitnya hingga tuntas.
Saat suaramotor listrik industri digital dan pusat data dunia makin kencang, prospek fusi sebagai solusi pasokan energi tanpa batas dan limbah semakin nyata. Realisasi teknologi ini diharapkan membuka pintu menuju era industri yang berkelanjutan dengan peran AI dan kolaborasi teknologi lintas sektor.





