Commonwealth Fusion Systems, Siemens & NVIDIA Kolaborasi Kembangkan Digital Twin untuk Fusi

Kolaborasi antara Commonwealth Fusion Systems (CFS), Siemens, dan NVIDIA menjadi sorotan utama dalam upaya percepatan komersialisasi energi fusi. Ketiganya mengembangkan digital twin dari mesin fusi SPARC milik CFS dengan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan perangkat lunak industri mutakhir. Langkah ini dipercaya akan mempercepat proses penelitian, pengujian, hingga realisasi pembangkit listrik fusi ramah lingkungan.

Digital twin atau kembaran digital tersebut memungkinkan tim peneliti menjalankan simulasi, menguji hipotesis, serta membandingkan data eksperimen secara real-time. Dengan memanfaatkan kekuatan Siemens Xcelerator dan pustaka NVIDIA Omniverse berbasis OpenUSD, seluruh aktivitas desain dan perakitan mesin dapat dialirkan ke dalam workflow berbasis AI. Hal ini dianggap para ahli sebagai lompatan besar dalam optimalisasi dan validasi teknologi fusi sebelum diterapkan secara nyata.

Kolaborasi Teknologi untuk Fusi Lebih Efisien

CFS, yang merupakan spin-off dari Massachusetts Institute of Technology (MIT), menggunakan portofolio perangkat lunak Siemens seperti NX untuk rekayasa produk tingkat lanjut serta Teamcenter untuk manajemen siklus hidup produk (PLM). Perangkat ini tidak hanya mengotomasi proses desain dan katalog mesin, namun juga menjadi fondasi bagi seluruh skenario simulasi dan pemrosesan data.

CEO CFS, Bob Mumgaard, menyampaikan bahwa berkat infrastruktur digital hasil kolaborasi ini, eksperimen yang biasanya memakan waktu bertahun-tahun kini bisa diselesaikan dalam hitungan minggu. Ia menekankan, kolaborasi digital bersama NVIDIA dan Siemens memperlihatkan bagaimana AI dan rekayasa digital dapat mempercepat perjalanan mulai dari desain hingga produksi daya listrik di jaringan. Pernyataan itu diperkuat oleh Rev Lebaredian, Wakil Presiden Omniverse di NVIDIA, yang menyoroti kebutuhan untuk memecahkan tantangan fisika kompleks pada skala industri.

Meningkatkan Skala Proses Manufaktur dan Akurasi Simulasi

Perangkat digital besutan Siemens juga diaplikasikan langsung dalam proses produksi di pabrik magnet milik CFS di Devens, Massachusetts. Del Costy, Presiden dan Managing Director Siemens Digital Industries Software wilayah Amerika, menyebut bahwa mengkoneksikan Siemens Xcelerator dengan pustaka visualisasi AI milik NVIDIA telah menciptakan workflow end-to-end yang efisien sekaligus transformatif. Melalui ribuan simulasi skenario produksi dan pengaplikasian data manufaktur nyata, strategi ini berhasil memangkas risiko, menghapus dugaan, dan mempercepat inovasi mesin fusi.

Data dari CFS mengungkap, magnet berbentuk D yang mereka kembangkan memiliki berat sekitar 24 ton dan mampu menghasilkan medan magnet 20 tesla—13 kali lebih kuat dibanding mesin MRI biasa. Magnet generasi terbaru ini dirancang dengan teknologi superkonduktor suhu tinggi (HTS) yang sanggup membawa arus listrik tinggi tanpa kehilangan daya serta lebih tangguh menghadapi medan magnet ekstrem di dalam tokamak. Keunggulan HTS menjadi kunci dalam menciptakan mesin fusi yang lebih ringkas, efisien, dan terjangkau secara komersial.

Tonggak Penting dalam Konstruksi SPARC

Di tengah pengembangan digital twin, CFS juga mengumumkan pencapaian besar berupa instalasi magnet pertama pada mesin SPARC. Ini adalah satu dari 18 magnet toroidal field (TF) berbentuk D yang dibutuhkan. Pihak CFS memperkirakan pemasangan seluruh magnet akan rampung pada akhir musim panas mendatang. CEO CFS, Bob Mumgaard, menegaskan bahwa pencapaian ini menjadi bukti kematangan teknologi serta kapabilitas produksi perusahaan dalam mewujudkan visi pembangkit listrik fusi komersial.

Impian Energi Fusi Mendapat Dukungan Besar

CFS diketahui telah menghimpun hampir 3 miliar dolar Amerika dalam bentuk pendanaan, termasuk 863 juta dolar Amerika dari NVentures, lengan modal ventura milik NVIDIA pada pendanaan terbaru. Dukungan pada sektor fusi juga mengalir dari berbagai perusahaan teknologi besar. Google, misalnya, telah menandatangani kontrak untuk membeli listrik dari pembangkit CFS yang direncanakan di Virginia. Perusahaan juga aktif menyokong riset energi fusi lain, termasuk TAE Technologies asal California.

Teknologi kembaran digital SPARC membuka peluang agar proses validasi mesin hingga pengoperasian listrik fusi dapat dilakukan lebih cepat dan tepat. Dengan kolaborasi yang semakin erat antara CFS, Siemens, dan NVIDIA, serta sokongan perusahaan teknologi global, energi fusi semakin mendekati realisasi sebagai sumber energi bersih masa depan yang andal.

Exit mobile version