SpaceX mengambil langkah besar menuju uji penerbangan berikutnya untuk roket raksasa Starship. Perusahaan itu mengumumkan telah merampungkan proses stacking atau penyusunan ulang Super Heavy booster yang akan digunakan pada misi ujicoba ke-12 di fasilitas Starbase, Texas Selatan.
Foto terbaru yang diunggah melalui platform X memperlihatkan booster Super Heavy berdiri tegak dalam hanggar tinggi perusahaan. SpaceX menyampaikan caption "stacking complete" untuk menandai tahapan penting ini. Proses stacking yang tuntas ini menjadi penanda kesiapan awal sebelum dilakukannya sejumlah rangkaian uji berikutnya menjelang peluncuran Flight 12.
Latar Belakang Uji Penerbangan Starship ke-12
SpaceX belum mengumumkan jadwal pasti peluncuran terbaru, namun targetnya direncanakan pada kuartal pertama tahun ini. Persiapan ini sempat mengalami penundaan akibat insiden ketika booster Super Heavy yang tadinya akan digunakan mengalami kerusakan pada struktur saat pengujian akhir November lalu. SpaceX akhirnya menyiapkan booster pengganti untuk memastikan semuanya berjalan sesuai standar keselamatan.
Starship sendiri merupakan roket terbesar dan terkuat yang pernah dibuat manusia. Ketika dua elemennya—Super Heavy sebagai tahap pertama dan Ship sebagai tahap atas—disusun penuh, tingginya mencapai lebih dari 122 meter. Fitur utama Starship adalah kedua bagiannya sepenuhnya dapat digunakan ulang, menjadikannya salah satu kendaraan antariksa paling ambisius secara teknologi.
Performa Starship dalam Uji Sebelumnya
Selama tahun lalu, SpaceX telah menerbangkan Starship sebanyak lima kali. Tiga penerbangan awal mencatat berbagai masalah teknis yang menyebabkan kegagalan pendaratan atau tahap pemisahan tidak sempurna. Namun, dua peluncuran terakhir pada Agustus dan Oktober berjalan sesuai dengan target perusahaan. Menurut dokumentasi SpaceX, penerbangan ke-12 nanti diharapkan meneruskan tren kesuksesan terbaru ini.
Berikut adalah rangkuman performa uji coba Starship tahun lalu:
- Tiga tes perdana menghadapi masalah teknik yang mengakibatkan kegagalan misi.
- Dua peluncuran terakhir berlangsung tanpa hambatan dan sesuai rencana.
Setiap peluncuran berfungsi sebagai batu loncatan untuk mengembangkan sistem roket, sekaligus memperbaiki desain maupun prosedur keselamatan.
Pengembangan dan Fitur Starship Versi 3
Flight 12 akan menjadi debut Starship Versi 3 yang membawa sejumlah pembaruan signifikan. Versi ini sedikit lebih tinggi dari pendahulunya dan didukung mesin Raptor 3 generasi terbaru buatan SpaceX. Penggunaan mesin baru diharapkan memberikan efisiensi bahan bakar lebih baik dan performa dorong lebih maksimal untuk roket sekelas Starship.
SpaceX mengonfirmasi bahwa Starship Versi 3 dirancang agar mampu mengangkasa ke Mars. Elon Musk menyampaikan ambisi untuk meluncurkan beberapa Starship tak berawak ke planet merah pada kesempatan berikut, saat posisi Bumi dan Mars sejajar secara optimal—yang hanya terjadi setiap 26 bulan.
Namun, sebelum bisa mewujudkan misi antariksa antarplanet, Starship masih harus lolos beberapa pengujian krusial, antara lain:
- Mencapai orbit Bumi secara sempurna.
- Menguasai teknik pengisian bahan bakar di luar angkasa.
Dua kemampuan ini sangat vital untuk memastikan misi jangka panjang menuju Mars bisa dicapai secara aman dan efisien.
Impian Antariksa dan Inovasi SpaceX
Antusiasme publik terhadap Starship terlihat dari tingginya minat aksesori terkait, seperti model die-cast Starship yang kini dipasarkan seharga $47.99. Model miniatur ini menggambarkan detail fisik Starship pada rasio 1:375 dan menjadi simbol aspirasi baru dalam penjelajahan ruang angkasa.
Dengan stack Super Heavy yang kini siap, perhatian dunia kembali tertuju ke Starbase untuk menantikan tonggak peluncuran Starship berikutnya. Setiap langkah kemajuan dalam program ini menjadi indikasi keseriusan dan laju inovasi SpaceX dalam mengejar target penerbangan orbital penuh dan eksplorasi luar angkasa jarak jauh.





