Fase bulan baru pada tanggal 19 Januari 2026 menjadi sorotan karena berpotensi memicu banjir rob di sejumlah wilayah pesisir Indonesia. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan fenomena astronomi ini dapat meningkatkan pasang air laut akibat gaya tarik gravitasi Bulan dan Matahari yang saling memperkuat.
Fase bulan baru terjadi saat Bulan berada di antara Bumi dan Matahari, sehingga sisi Bulan yang menghadap Bumi tidak mendapatkan cahaya. Posisi ini menandai permulaan siklus Bulan dan berlangsung sekitar setiap 29,5 hari. Meskipun tidak berdampak langsung pada cuaca, fase ini sangat berpengaruh terhadap pasang surut air laut di pesisir.
Gaya tarik gravitasi yang kuat saat bulan baru menyebabkan pasang maksimum yang lebih tinggi dari normal. Kondisi ini memungkinkan air laut meluap ke daratan, terutama pada area pesisir dengan elevasi rendah. Fenomena banjir rob ini berpotensi terjadi selama beberapa hari sebelum dan sesudah fase bulan baru.
Risiko banjir rob akan semakin besar jika pasang maksimum bertepatan dengan gelombang laut tinggi atau hujan lebat. BMKG menegaskan bahwa fase ini tidak menyebabkan hujan atau badai secara langsung. Cuaca tetap dipengaruhi oleh faktor atmosfer seperti angin monsun, kelembapan, dan pola awan hujan.
Menurut data BMKG, wilayah pesisir yang perlu mewaspadai potensi banjir rob meliputi:
1. Pesisir Sumatera Utara
2. Pesisir Kepulauan Riau
3. Pesisir Sumatera Barat
4. Pesisir Jambi
5. Pesisir Kepulauan Bangka Belitung
6. Pesisir Banten
7. Pesisir Jakarta
8. Pesisir Jawa Barat, Tengah, dan Timur
9. Pesisir Nusa Tenggara Barat
10. Sejumlah wilayah pesisir Kalimantan (Timur, Selatan, Tengah, Barat)
Dampak banjir rob bukan hanya mengganggu aktivitas masyarakat di pesisir, tetapi juga berpengaruh pada operasi pelabuhan, nelayan, dan sektor perikanan darat. Topografi kawasan dan kondisi pasang surut lokal turut menentukan tingkat kerawanan banjir rob di daerah tertentu.
BMKG mengimbau masyarakat pesisir untuk selalu mengikuti informasi pasang surut laut dan melakukan antisipasi saat terjadi pasang maksimum. Beberapa langkah yang disarankan meliputi:
1. Pantau secara berkala informasi dari BMKG.
2. Siapkan jalur evakuasi dan lindungi barang berharga.
3. Waspadai gangguan pada transportasi laut dan aktivitas pelabuhan.
4. Tingkatkan kesiapsiagaan di kawasan rawan genangan.
Pengelolaan risiko dan peringatan dini dari BMKG sangat penting agar masyarakat bisa meminimalkan dampak banjir rob selama fase bulan baru. Informasi resmi dapat diakses melalui call center BMKG di nomor 196 atau laman maritim.bmkg.go.id serta media sosial @BMKGmaritim.
Dengan pemahaman yang tepat, masyarakat dan pemerintah daerah dapat menghadapi fenomena ini dengan lebih siap. Fase bulan baru bukan pengubah cuaca, tetapi penguat pasang laut yang bila dikombinasikan dengan kondisi atmosfer tertentu, dapat menyebabkan banjir pesisir yang nyata.
Baca selengkapnya di: www.beritasatu.com




