Ilmuwan Kirim Satelit Rajutan ke Luar Angkasa, Ini Teknologi Terbarunya

Satelit dengan desain unik yang sebagian strukturnya dibuat menggunakan teknik rajut telah berhasil diluncurkan ke luar angkasa. Proyek inovatif ini menunjukkan bagaimana teknologi tekstil tradisional bisa bertransformasi menjadi solusi baru di dunia penerbangan luar angkasa yang sangat kompetitif. Peluncuran ini dilakukan melalui roket Falcon 9 yang berangkat dari Vandenberg Space Force Base, California.

Satelit yang diberi nama Carbonite Synthetic Aperture Radar—atau CarbSAR—mengusung ide revolusioner berkat penggunaan kawat tungsten berlapis emas sebagai benang rajut. Pengembangan dan uji implementasi desain hingga sistem peluncurannya memerlukan waktu bertahun-tahun. Keberhasilan misi ini menjadi bukti bahwa integrasi metode konvensional serta teknologi modern dapat membuka jalan baru dalam pembuatan satelit ringan dan ringkas.

Teknologi Rajut Mengubah Lanskap Satelit

Kebanyakan orang membayangkan satelit sebagai perangkat logam besar dengan panel surya berwarna emas yang dibuat dengan presisi tinggi. Namun, pendekatan yang digunakan pada CarbSAR berbeda dari gambaran umum tersebut. Satelit ini memanfaatkan lembaran jaring hasil rajutan mesin industri biasa yang umumnya digunakan untuk membuat pakaian sweater atau jumper.

Amool Raina, production lead dari Oxford Space Systems dalam keterangannya kepada New Scientist menjelaskan bahwa mesin rajut yang digunakan cukup standar, hanya diberi beberapa modifikasi untuk bisa merajut benang khusus yang digunakan dalam misi ini. Benang tersebut bukan terbuat dari wol atau kapas, melainkan terdiri atas kawat tungsten yang dilapisi emas. Material ini kemudian dibentuk menjadi irisan menyerupai potongan kue yang akan disusun membentuk antena parabola dengan diameter hingga tiga meter.

Desain Ringkas: Efisiensi dalam Peluncuran

Salah satu tantangan besar dalam pengiriman satelit adalah keterbatasan ruang di roket pembawa. Untuk itu, tim teknis merancang material rajut dan kerangka utama menggunakan tulang rusuk karbon agar seluruh struktur satelit yang bobotnya sekitar 300 pon bisa dilipat menjadi hanya 75 sentimeter. Setelah satelit berada di luar angkasa, strain atau tegangan pada tulang rusuk akan membuatnya mengembang otomatis menjadi parabola lebar, dikenal dengan istilah Wrapped Rib Antenna.

Sean Sutcliffe, CEO Oxford Space Systems, menegaskan prinsip kesederhanaan mekanisme sangat penting agar kemungkinan gagal seminimal mungkin. “Semakin sedikit komponen, semakin kecil risiko kegagalan. Tetapi, sistem juga harus mampu mengembang secara penuh tanpa merusak diri sendiri atau perangkat di sekitarnya,” ungkap Sutcliffe kepada BBC.

Keunggulan dan Fungsi CarbSAR

CarbSAR dirancang untuk mampu mengambil citra permukaan bumi sepanjang waktu, baik siang maupun malam, dengan resolusi mencapai 50 sentimeter. Kemampuan ini sangat berguna dalam berbagai aplikasi, mulai dari pemantauan maritim, respons bencana, hingga potensi penerapan di ranah pertahanan militer. Dengan kemampuan imaging ini, CarbSAR mulai menegaskan fungsi vital satelit baru di ranah pengumpulan data dan pengawasan.

Menurut pernyataan resmi dari pihak pengembang, signal pertama dari CarbSAR telah berhasil diterima setelah peluncuran. Ini membuktikan mekanisme deploy antena sukses berfungsi, menyelesaikan proses teknis yang menjadi kekhawatiran utama selama pengembangan.

Potensi Aplikasi Luas dan Masa Depan Satelit Rajut

Keberhasilan CarbSAR dalam misi perdananya membuka kemungkinan untuk pengembangan jaringan satelit serupa dalam skala lebih luas. Pihak Kementerian Pertahanan Inggris pun mulai mempertimbangkan penggunaan teknologi serupa untuk menciptakan konstelasi satelit ringan berbasis sistem rajut.

Berikut beberapa tahapan inovasi yang diusung CarbSAR:

  1. Pengembangan benang khusus: kawat tungsten berlapis emas untuk kekuatan dan konduktivitas.
  2. Penggabungan material: rajutan diubah menjadi irisan yang kemudian membentuk parabola.
  3. Desain lipat efisien: seluruh sistem dapat dikompresi dan mengembang secara otomatis setelah peluncuran.
  4. Kolaborasi lintas sektor: sinergi antara industri tekstil dan teknologi luar angkasa.

Di tengah persaingan global soal peluncuran satelit mini dan efisien, CarbSAR hadir membawa paradigma baru. Keberhasilan inovasi ini bisa menjadi inspirasi bagi lembaga riset dan perusahaan teknologi satelit di seluruh dunia demi menciptakan solusi luar angkasa yang lebih efisien, ringan, dan mudah disesuaikan.

Berita Terkait

Back to top button