Fenomena Sains Stranger Things: Fakta Sains di Balik Dunia Upside Down

Stranger Things menjadi salah satu serial yang berhasil menarik perhatian penonton dengan perpaduan horor, nostalgia budaya pop, serta eksplorasi ide-ide sains yang jarang ditemukan di drama televisi lain. Para penggemar tak hanya disuguhkan cerita tentang monster dan remaja Hawkins, namun juga diminta berpikir mengenai kemungkinan adanya realitas di balik dunia kita, yang selama ini lebih banyak dibahas dalam ranah fisika teoretis.

Konsep-konsep seperti dimensi paralel, wormhole, hingga telekinesis diambil dari teori sains nyata dan diracik sebagai fondasi utama konflik di Hawkins. Serial ini menarik minat penonton yang ingin melihat bagaimana imajinasi fiksi bisa bersinggungan dengan temuan ilmiah, sekaligus menyadarkan bahwa banyak misteri di alam semesta yang belum sepenuhnya terpecahkan.

Upside Down dan Teori Dunia Paralel

Dunia Upside Down dalam Stranger Things digambarkan seperti sisi gelap dari dunia nyata, yang hening, membusuk, dan diisi entitas menakutkan. Konsep ini sangat erat kaitannya dengan "Interpretasi Banyak Dunia" dari mekanika kuantum, menurut Standford Encyclopedia of Philosophy. Teori tersebut menyatakan kemungkinan tak terhingga jumlah alam semesta yang eksis berdampingan, setiap pilihan dan peristiwa dalam hidup bisa menghasilkan realitas alternatif sendiri.

Dalam serial, Upside Down digambarkan sebagai cabang realitas berbeda dengan kondisi fisika dan ekosistem unik. Ilmuwan masih membahas kemungkinan dimensi bayangan ini, khususnya interaksinya dengan materi gelap yang belum teridentifikasi di alam semesta kita. Dengan demikian, Stranger Things memperlihatkan bahwa realitas yang kita kenal mungkin hanya salah satu dari banyak lapisan kosmik yang saling berdampingan tanpa disadari.

Gerbang Antar Dimensi dan Wormhole

Salah satu sains paling eksplisit di Stranger Things ialah soal “gerbang” yang dibuka oleh Eleven di laboratorium Hawkins. Konsep tersebut mengacu pada teori Jembatan Einstein-Rosen atau wormhole, seperti dikutip dari Astronomy Magazine. Wormhole adalah jalan pintas ruang-waktu yang secara teoretis bisa menghubungkan dua lokasi sangat jauh, bahkan antar dimensi, dengan cara “melipat” ruang.

Penjelasan Mr. Clarke dalam serial tentang menusuk kertas terlipat adalah pendekatan populer untuk memvisualisasikan wormhole. Di dunia nyata, membuat wormhole memerlukan energi negatif atau materi eksotis agar lorong tersebut tidak runtuh. Dalam skenario fiksi, energi luar biasa dari kekuatan psikis Eleven menjadi pemicu robeknya ruang-waktu. Inilah yang memungkinkan makhluk seperti Demogorgon berpindah melalui celah antar dunia.

Mind Flayer dan Hive Mind

The Mind Flayer merupakan antagonis utama, monster yang berperan sebagai otak pusat di Upside Down. Fenomena ini serupa dengan konsep “hive mind” atau kesadaran kolektif dalam biologi, sebagaimana dilansir Forbes. Hive mind nyata bisa ditemui di koloni semut, lebah, bahkan jamur parasit yang dapat mengendalikan sistem saraf inangnya.

Serial menggambarkan “flayed” sebagai individu yang kesadarannya diambil alih melalui sinyal biologis, layaknya pola kerja jaringan saraf besar dalam tubuh manusia. Melalui konsep ini, Stranger Things menunjukkan potensi sains di balik kemampuan suatu makhluk hidup mengontrol ekosistem secara serentak, tanpa adanya perpecahan dalam sistem perintah pusat.

Telekinesis dan Proyek Eksperimen Nyata

Salah satu keunikan utama dari serial adalah kemampuan Eleven dalam telekinesis. Meskipun telekinesis belum diakui secara ilmiah, konsep ini diambil dari ambisi nyata lewat proyek-proyek rahasia pemerintah Amerika Serikat, seperti MKUltra — sebagaimana dilaporkan National Institute of Health. Proyek ini berusaha mengeksplorasi kemungkinan manipulasi otak manusia untuk keperluan spionase.

Secara teoritis, jika otak mampu menghasilkan gelombang elektromagnetik yang cukup besar, interaksi dengan benda fisik bukan mustahil melalui prinsip-prinsip gaya elektromagnetik. Ilmuwan saat ini mengembangkan brain-computer interface (BCI) yang dapat menghubungkan sinyal otak dengan perangkat elektronik secara langsung, menegaskan bahwa batas antara pikiran dan aksi fisik perlahan mulai menipis.

Dimensi Tambahan dan Eksperimen Stargate Project

Serial ini juga memperkenalkan analogi “kutu dan tali setapak” yang dipopulerkan oleh Mr. Clarke. Ini menjadi gambaran sederhana tentang teori dimensi ekstra seperti Kaluza-Klein atau teori string, di mana dimensi lebih banyak dari empat (tiga ruang dan satu waktu) diperlukan untuk memahami realitas fisik pada level sub-atom. Standford University menyebutkan, dimensi tambahan ini sangat melengkung dan mikro sehingga tidak terdeteksi oleh indra manusia.

Daya tarik pada fenomena dimensi dan kekuatan pikiran juga mendorong riset sungguhan lewat Stargate Project, salah satu proyek pemerintah yang berusaha membuktikan kemampuan remote viewing atau melihat objek jarak jauh menggunakan pikiran, mirip metode Eleven di serial.

Fenomena sains di balik Stranger Things berdiri di antara imajinasi fiksi sains dan penelitian ilmiah mutakhir yang masih berlanjut hingga kini. Serial ini memperlihatkan bagaimana ide-ide spekulatif dari laboratorium fisika, biologi, dan psikologi bisa diolah menjadi narasi memukau dan relevan di tengah masyarakat yang haus dengan misteri alam semesta.

Exit mobile version