Fenomena Sinkhole: Pengertian, Penyebab, dan Penjelasan Lengkapnya

Fenomena sinkhole atau lubang amblesan tanah mendadak ramai menjadi perhatian, terutama setelah munculnya lubang raksasa dengan air jernih yang menarik publik di Sumatra Barat. Warga sekitar mengaitkannya dengan mitos khasiat air, namun pemerintah mengingatkan bahaya kesehatan akibat kandungan bakteri. Banyak yang bertanya, apa sebenarnya penyebab sinkhole dan seberapa berbahaya fenomena ini di lingkungan kita?

Sinkhole muncul sebagai lubang mendadak, kadang sangat besar, di permukaan tanah. Lubang ini terbentuk akibat lapisan tanah di bawah permukaan tiba-tiba runtuh, menciptakan cekungan atau lubang vertikal yang dalam. Meski terkadang terlihat alami dan indah, sinkhole bisa memunculkan risiko besar bagi keselamatan manusia maupun infrastruktur di sekitarnya.

Karakteristik Fenomena Sinkhole

Sinkhole dapat terjadi di perdesaan, perkotaan, bahkan di jalan raya. Pengamatan dari US Geological Survey menyebutkan bahwa fenomena ini bisa berlangsung sangat cepat—kadang tanpa tanda—atau perlahan dalam hitungan bulan, tergantung kondisi tanah. Area yang pernah lama kering dan tiba-tiba mengalami hujan deras lebih rentan mengalami amblas.

Lubang sinkhole tidak selalu berukuran besar sejak awal. Kadang, lubang kecil bisa berkembang makin lebar akibat pergerakan tanah atau runtuhan tambahan di sekitar rongga. Di Sumatra Barat, lubang ditemukan cukup luas dan berisi air yang terlihat jernih, namun hasil studi menunjukkan adanya kontaminasi bakteri patogen sehingga tidak layak untuk dikonsumsi.

Penyebab Terjadinya Sinkhole

Proses utama terbentuknya sinkhole adalah pelarutan batuan bawah tanah seperti batu gamping, gypsum, atau batu garam oleh air. Pelarutan ini menciptakan rongga besar yang lama-kelamaan tidak mampu menopang tanah di atasnya.

Faktor utama penyebab sinkhole antara lain:

  1. Hujan Deras dan Banjir
    Curah hujan tinggi menyebabkan tanah menjadi jenuh air. Lapisan penyangga melemah dan lebih mudah ambles bila terdapat celah atau rongga.

  2. Kebocoran Air
    Pipa bocor, drainase bermasalah, atau sistem irigasi rusak bisa mengalirkan air terus-menerus ke bawah permukaan. Proses ini mengikis material tanah hingga batas kritis dan akhirnya terjadi keruntuhan.

  3. Kegiatan Pembangunan
    Berat bangunan baru dan perubahan struktur tanah akibat pembangunan kadang tidak memperhitungkan kondisi bawah tanah. Jika ada rongga, risiko amblas meningkat tajam.

  4. Perubahan Muka Air Tanah
    Pengambilan air tanah berlebihan dapat menurunkan permukaan tanah. Dalam kondisi tanpa penopang air, rongga besar lebih mudah kolaps.

  5. Aktivitas Pertambangan
    Eksploitasi pertambangan, terutama jika ada bekas tambang tua, menciptakan ruang kosong yang tidak stabil. Tanah di atasnya rentan ambles setiap saat.

Jenis-jenis Sinkhole Berdasarkan Prosesnya

Ada beberapa tipe sinkhole menurut sumber rujukan sains geologi:

  1. Sinkhole pelarutan: terjadi di batuan larut seperti kapur.
  2. Sinkhole runtuhan: terjadi mendadak akibat kolaps atap rongga bawah tanah.
  3. Sinkhole pelarutan bertahap: berkembang perlahan diawali erosi dan pelarutan, baru kemudian runtuh total.

Tanda dan Risiko Kemunculan Sinkhole

Beberapa tanda kehadiran sinkhole yang perlu diwaspadai:

  • Retakan mendadak di permukaan tanah atau dinding bangunan
  • Permukaan tanah atau jalan raya tiba-tiba turun
  • Sumur dan pipa air berubah arah atau retak

Risiko dari sinkhole sangat serius, mulai dari korban jiwa, kerusakan bangunan, hingga hilangnya akses transportasi. Pemerintah dan ahli kerap mengingatkan agar masyarakat segera menjauhi lokasi sinkhole baru.

Langkah Saat Menghadapi Sinkhole

Jika ada sinkhole, lakukan hal berikut:

  1. Jauhi area sinkhole dan larang siapapun mendekat, termasuk hewan peliharaan.
  2. Jangan berdiri dekat tepi lubang karena bagian tepian mudah ambruk.
  3. Tandai lokasi dengan pembatas dan laporkan segera ke aparat terkait.
  4. Hindari aktivitas berat di area sekitar sambil menunggu evaluasi tim geologi.

Dalam kasus terbaru di Limapuluh Kota, warga diimbau tidak mandi atau memanfaatkan air sinkhole sebelum ada kepastian keamanan dari laboratorium kesehatan. Hasil pengujian menunjukkan air mengandung bakteri dan tidak layak konsumsi.

Sinkhole adalah fenomena geologi yang memerlukan perhatian serius. Meski kemunculannya tampak mendadak, proses pembentukan rongga di bawah tanah bisa memakan waktu panjang tanpa terlihat di permukaan. Pantauan dan penyuluhan masyarakat penting untuk meminimalkan risiko bencana akibat amblasnya tanah secara mendadak di berbagai wilayah Indonesia.

Berita Terkait

Back to top button