NASA telah memindahkan roket raksasa Space Launch System (SLS) ke landasan peluncuran di Kennedy Space Center, Florida, sebagai persiapan terakhir untuk misi berawak Artemis II. Roket setinggi 98 meter ini akan membawa empat astronot mengelilingi Bulan dan kembali ke Bumi, dengan peluncuran paling cepat pada Februari 2026.
Roket SLS dipindahkan menggunakan mobile launch platform dengan kecepatan sekitar 1,6 kilometer per jam selama perjalanan sekitar 6,4 kilometer dari Vehicle Assembly Building ke Launch Complex 39B. Proses ini berlangsung selama lebih dari 11 jam untuk menjaga stabilitas beban seberat 11 juta pon.
Misi Artemis II: Langkah Penting dalam Eksplorasi Antariksa
Artemis II merupakan misi berawak kedua dalam program Artemis NASA, lanjutan dari misi Artemis I tanpa awak yang diluncurkan pada 2022. Dalam misi ini, tiga astronot Amerika Serikat dan satu astronot Kanada akan menjalani penerbangan selama 10 hari, mengelilingi Bulan dan mencapai jarak terjauh manusia dari Bumi.
Menurut Komandan Artemis II, Reid Wiseman, peluncuran ini mencerminkan kerja sama tim yang kuat dan kolaborasi global dalam eksplorasi antariksa. Astronot Kanada Jeremy Hansen juga menegaskan bahwa roket tersebut menandakan kekuatan tenaga kerja Amerika Serikat yang luar biasa.
Persiapan dan Uji Coba Wet Dress Rehearsal
Setelah tiba di landasan peluncuran, tim NASA akan melakukan serangkaian persiapan teknis termasuk uji wet dress rehearsal pada 2 Februari 2026. Uji ini melibatkan pengisian bahan bakar kriogenik serta simulasi hitung mundur dan prosedur evakuasi bahan bakar untuk memastikan kesiapan roket dan wahana Orion.
Wet dress rehearsal menjadi tahap krusial sebelum peluncuran berawak dilakukan. Jika diperlukan, NASA masih membuka kemungkinan pelaksanaan uji tambahan atau pengembalian roket ke Vehicle Assembly Building untuk perbaikan.
Jadwal Peluncuran dan Koordinasi Misi Lain
NASA telah menentukan tiga jendela peluncuran Artemis II antara 6 Februari hingga 11 April 2026, menyesuaikan dengan perhitungan orbit agar perjalanan ke Bulan dan kembali ke Bumi berjalan aman. Keputusan tanggal peluncuran final akan bergantung pada hasil evaluasi wet dress rehearsal dan faktor teknis lain.
Selain itu, peluncuran juga dipengaruhi penyesuaian jadwal misi Crew-12 ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) yang harus dimajukan akibat kepulangan kru sebelumnya lebih awal karena masalah medis. Hal ini mengakibatkan waktu penggunaan fasilitas peluncuran menjadi lebih padat dan menuntut koordinasi ketat.
Fakta Penting Roket SLS dan Misi Artemis II
- Roket SLS setinggi 98 meter dan berat total sekitar 11 juta pon.
- Misi Artemis II melibatkan empat astronot dari Amerika Serikat dan Kanada.
- Perjalanan roket ke landasan peluncuran memakan waktu lebih dari 11 jam.
- Wet dress rehearsal dilakukan pada 2 Februari 2026 dengan pengisian bahan bakar kriogenik.
- Tiga jendela peluncuran tersedia antara Februari dan April 2026.
- Keberhasilan uji uji dress rehearsal menentukan jadwal peluncuran final.
Peluncuran Artemis II menjadi tonggak penting karena membuka jalan bagi pendaratan manusia kembali ke Bulan melalui Artemis III pada akhir dekade ini. NASA terus memantau dan menguji setiap tahap persiapan demi memastikan keamanan dan keberhasilan misi berawak yang ambisius ini.





