Misi Artemis II menjadi tonggak penting bagi langkah manusia kembali ke Bulan setelah lebih dari lima dekade sejak akhir program Apollo. Empat astronot telah dipersiapkan untuk terbang mengitari Bulan tanpa mendarat, dan seluruh dunia kini menanti hari peluncuran yang dijadwalkan pada awal Februari.
Sebagai persiapan krusial sebelum peluncuran, roket Artemis II dipindahkan ke landasan peluncuran oleh NASA dalam operasi raksasa yang memanfaatkan teknologi paling kuat di Bumi. Proses ini melibatkan pemindahan roket dan menara peluncuran menggunakan kendaraan terberat yang pernah dibuat manusia.
Keajaiban Konstruksi: Fasilitas dan Roket Raksasa
Artemis II terdiri dari kapsul awak Orion yang dilengkapi dengan sistem pembatal peluncuran, berada di atas roket SLS setinggi 322 kaki dengan berat sekitar 3,5 juta pon. Semua komponen utama dirakit di Vehicle Assembly Building (VAB), salah satu bangunan satu lantai terbesar di dunia yang berkapasitas menampung tiga setengah Empire State Building sekaligus.
Vehicle Assembly Building telah menjadi saksi sejarah, dari era Apollo hingga perakitan pesawat ulang-alik, dan kini kembali memegang peranan utama dalam program Artemis. Dalam bangunan ini, roket Artemis II dihubungkan dengan Mobile Launcher 1, menara pendukung canggih yang turut dipindahkan bersama roket ke landasan berkat perlengkapannya seperti kabel umbilical.
Crawler-Transporter: Mesin Terberat di Dunia
Untuk memindahkan struktur sebesar ini, NASA mengandalkan Crawler-Transporter 2 (CT-2), kendaraan pengangkut mandiri terberat di Bumi seberat 6,65 juta pon. Mesin ini dirancang ulang pada 2016 agar mampu membawa kombinasi berat SLS dan menara peluncur total sekitar 15 juta pon.
Beberapa keunggulan teknis CT-2 meliputi:
- Kapasitas angkut hingga 18 juta pon, setara berat 20 Boeing 777 penuh.
- Dilengkapi mesin diesel bertenaga total 10.000 hp, biasanya hanya tiga mesin utama yang dioperasikan bersamaan.
- Sistem leveling canggih agar muatan tetap datar, terutama pada tanjakan menuju landasan.
Sebelum bergerak, lantai aspal di VAB dilapisi plywood agar dapat menahan bobot luar biasa tanpa rusak, mengingat berat total unit jauh melebihi misi luar angkasa sebelumnya.
Tahapan Rollout yang Super Detail
Proses pemindahan Artemis II diawali dengan memosisikan CT-2 tepat di bawah menara peluncur menggunakan laser alignment hingga tingkat presisi sangat tinggi. Empat titik angkat utama dilaraskan, setelah itu CT-2 “mengangkat” menara peluncur secara perlahan dengan sistem hidrolik hingga hampir menyentuh bagian bawah menara.
Daftar persiapan rollout yang dijalankan tim NASA:
- Menggeser platform akses di sekitar roket.
- Membuka pintu VAB setinggi 465 kaki, butuh waktu 45 menit hingga terbuka penuh.
- Menyalakan tiga mesin utama CT-2 satu jam sebelum mulai bergerak.
- Memastikan semua sistem kelistrikan dan lingkungan terkoneksi dengan baik.
Perjalanan keluar dari bangunan membutuhkan waktu lebih dari 30 menit hanya untuk mencapai pintu, dengan kecepatan merayap sekitar 0,05 mil per jam. Begitu roket berada di luar, kru melakukan rotasi dan pengamanan lengan akses kru, langkah yang hanya bisa dilakukan di luar ruangan karena keterbatasan ruang dalam VAB.
Navigasi Lintasan dan Medan Menantang
Tim pengemudi crawler yang sudah tersertifikasi mengoperasikan kendaraan ini secara bergantian dalam shift satu jam, memastikan perjalanan 4,2 mil menuju landasan Pad 39B berjalan mulus dan aman. Bagian paling kritis adalah S-turn tepat di luar VAB, yang harus diarungi secara perlahan dan hati-hati oleh pengemudi berpengalaman.
Setelah melewati S-turn, laju kendaraan sedikit meningkat hingga satu mil per jam, dengan waktu tempuh total hingga landasan mencapai dua belas jam. Tantangan tidak berhenti sampai di situ, karena menjelang akhir perjalanan, crawler harus melalui tanjakan landasan berbahan beton bertulang baja yang landai namun sangat vital untuk posisi peluncuran.
Tantangan Terakhir di Pad 39B
Slope menuju Pad 39B menjadi tahapan paling teknis, di mana seluruh sistem leveling otomatis beroperasi penuh agar roket tidak pernah miring dan seluruh proses berlangsung stabil. Proses naik ke landasan ini memakan waktu sekitar 45 menit tanpa boleh berhenti.
Ketika telah tiba, CT-2 menurunkan Artemis II dengan presisi tinggi di atas enam mekanisme dudukan yang berada tepat di atas flame trench, lubang pelindung yang menampung semburan api saat peluncuran. Setelah posisi akhir dikunci dan sistem muatan tersambung ke sumber daya listrik di landasan, seluruh kru teknik mulai melakukan pengecekan akhir.
Menurut Shawn Quinn, kepala program Exploration Ground Systems, proses rollout Artemis II menjadi simbol konkret dari awal perjalanan manusia ke Bulan berikutnya. Momen pemindahan ini bukan hanya puncak dari kerja rekayasa luar biasa, namun juga menandai langkah pertama yang nyata menuju peluncuran besar misi Artemis II mendatang.





